JANUARI 2012
Seorang Mantan Pendeta, nama asli Stevanus Rahmat Sumangkir ini memang bukanlah orang biasa, tidak terhitung berapa banyak orang yang telah beliau kristenkan dahulu saat beliau masih mengabdikan diri kepada gereja sebagai sosial worker. Namun kini, menjadi orang yang disegani oleh kalangan muslim, sebagai ketua Paguyuban Mualaf Al-Kalama.
Tidak terhitung pula barapa kepala keluarga yang dahulu beliau bina dalam kebaktian kristen, kedudukannya sebagai pendeta di kota tempat kelahirannya, Tegal memang tidak bisa dianggap remeh karena sebagai petinggi gereja beliau sangat disegani oleh pemeluk agama kristen. Oleh karena itu bukanlah jalan yang mudah untuk menerima dan mempertahankan Islam sebagai agama terakhirnya. Namun kini, Beliau tetap menjadi orang yang disegani oleh kalangan muslim, sebagai ketua Paguyuban Mualaf Al-Kalama.
Abdurahman, sebuah nama yang diberikan oleh kaum muslim kepada beliau. Mantan pendeta ini selalu terenyuh setiap kali diminta menceritakan kembali perjalanan beliau menuju hidayah Allah, matanya terlihat berkaca-kaca ketika mengenang kembali betapa kerasnya perjuangan beliau untuk masuk Islam. Saat itu, tahun 1996 bersama sang Istri, Maria Andrisiana disaksikan oleh jamaah umat muslim dari berbagai penjuru daerah megucapkan dua kalimat syahadat diiringi dengan suara takbir dan tangis haru yang menggema, saat itulah Bapak dengan dua orang anak ini merasakan ukhwah Islam yang begitu hangat dengan sesama Muslim. Muslim dan muslimah dari berbagai daerah menyambut mereka dari kesyirikan menuju gerbang ketauhidan kepada Allah.