Gerhana Bulan
JANUARI 2012

Setelah sekian lama akhirnya kali ini aku bisa kembali sholat gerhana bulan. Gerhana bulan kali ini termasuk peristiwa gerhana yang langka karena menyebabkan warna bulan menjadi merah, kalau biasanya gelap total atau keabu-abuan. Gerhana bulan seperti ini akan terulang dan terlihat di Indonesia pada tanggal 31 Januari 2018.
Ternyata langit Jakarta lagi tak bersahabat, sejak sore mendung dan hujan terus menerus sampai saat gerhana bulan. Dampak lainnya yang datang ke masjid untuk sholat gerhana pun hanya delapan orang. Tapi sholat gerhana tetap dikerjakan dengan suasana yang syahdu oleh suasana hawa dingin dan suara gerimis hujan. Seusai doa bersama aku teringat kisah pada suatu hari para sahabat menunggu Rasulullah SAW keluar dari biliknya disamping masjid. Adzan subuh sudah dari tadi dikumandangkan oleh Bilal, dan seharusnya Rasulullah SAW sudah keluar untuk mengimami sholat subuh.Apalagi jamaah para sahabat juga sudah menunggu dari sebelum subuh. Para sahabat sesekali saling berpandangan mata saling bertanya ada apa gerangan Rasulullah SAW belum keluar dari biliknya. Akhirnya Bilal berinisiatif mendekati pintu bilik Rasulullah SAW. Ketika hendak mengetuk pintu bilik Bilal mendengar sesenggukan tangis Rasulullah SAW. Bilal menjadi cemas mengkuatirkan telah terjadi sesuatu pada diri Rasulullah SAW.
Bilal segera mengetuk pintu bilik sambil memanggil nama Rasulullah SAW. Sesaat kemudian Rasulullah SAW keluar dengan mata yang sembab karena menangis. Bilal bertanya apa gerangan yang terjadi sehingga Rasulullah SAW menangis. Dijawab bahwa tadi malam ketika sholat tahajjud Rasulullah SAW menerima turunnya beberapa ayat (Ali Imron 190-194). 190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ulil albab),
191. yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. 192. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan kedalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. 193. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman, yaitu: “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. 194. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami dihari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. Beberapa ulama mengatakan ayat itu memang sangat dahsyat, dimana Allah SWT menunjukkan kekuasaan dalam menciptakan alam semesta. Ayat ini juga menunjukkan tingkatan kualitas iman dalam melihat dan memahami penciptaan alam semesta. Dan menguji tingkat keimanan dengan doa yang ada di ayat-ayat ini. Rasulullah SAW yang pernah diperjalankan dalam Isro’ Mi’roj oleh Allah SWT, dimana Rasulullah SAW telah menyaksikan kebesaran Allah SWT maka tentunya menjadi menangis tiada henti membaca ayat-ayat ini. Apalagi ayat-ayat ini menuntut suatu tanggung jawab bagi yang memahami kebesaran Allah SWT dalam penciptaan alam semesta ini. Tanggung jawab inilah yang membedakan iman seseorang (disebut ulil albab).
Bagi yang telah memahami penciptaan alam semesta ini tentu juga akan memahami bahwa Allah SWT sangatlah mudah membuat atau melakukan apapun di alam semesta ini. Sangatlah mudah bagi Allah SWT menggerakkan matahari, bumi, dan bulan pada posisi seperti saat ini yang menimbulkan fenomena gerhana bulan. Untuk urusan sebesar itu saja Allah SWT sangatlah mudah melakukannya, apalagi untuk urusan kecil merubah nasib manusia. Kita sering merasa tidak menemukan jalan keluar dari masalah yang membelenggu kita, maka renungkan Allah SWT mampu menggerakkan alam semesta. Tentulah sangat mudah bagi Allah SWT membebaskan kita dari belenggu masalah, karena itu ijinkan Allah SWT mengubah hidup kita. Ya Allah yang maha besar dan maha berkehendak, kami pasrahkan diri kami dalam kehendak MU. Bebaskan kami dari rasa sempit dalam hidup ini dan jadikan hidup kami dipenuhi rasa syukur. Amin. • (Jakarta, 10/12/2011)






