Ritme Diri

Suntikan Hidayah

MARET 2012

"Bismillah", dokter ucapkan sebelum menyuntikku.  Aku sudah berobat di dua dokter sebelumnya, tapi belum juga radang tenggorakan ini ada tanda-tanda akan sembuh.  Mumpung aku lagi ke Malang maka aku bersegera datang ke tempat dokter Sidharta Tandya ini.  Seperti biasanya setiap akan menyuntik, dia mengucapkan "Bismillah".

Dua belas tahun yang lalu ketika pertama kali aku berobat kepadanya aku sempat jengkel ketika ia mengucapkan "Bismillah" karena dia bukan seorang muslim, apa ini hanya cara untuk memikat hati para pasiennya aja?  Pasiennya banyak sekali, ruang prakteknya di jalan Semeru tidak pernah sepi di pagi hari maupun di malam hari.  Kebanyakan pasien memang muslim dari kelompok menengah bawah, sehingga ketika ia mengucapkan "Bismillah" setiap akan menyuntik membuat pasien menjadi senang.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Gerhana Bulan

JANUARI 2012

Setelah sekian lama akhirnya kali ini aku bisa kembali sholat gerhana bulan. Gerhana bulan kali ini termasuk peristiwa gerhana yang langka karena menyebabkan warna bulan menjadi merah, kalau biasanya gelap total atau keabu-abuan. Gerhana bulan seperti ini akan terulang dan terlihat di Indonesia pada tanggal 31 Januari 2018.

Ternyata langit Jakarta lagi tak bersahabat, sejak sore mendung dan hujan terus menerus sampai saat gerhana bulan. Dampak lainnya yang datang ke masjid untuk sholat gerhana pun hanya delapan orang. Tapi sholat gerhana tetap dikerjakan dengan suasana yang syahdu oleh suasana hawa dingin dan suara gerimis hujan. Seusai doa bersama aku teringat kisah pada suatu hari para sahabat menunggu Rasulullah SAW keluar dari biliknya disamping masjid. Adzan subuh sudah dari tadi dikumandangkan oleh Bilal, dan seharusnya Rasulullah SAW sudah keluar untuk mengimami sholat subuh.Apalagi jamaah para sahabat juga sudah menunggu dari sebelum subuh. Para sahabat sesekali saling berpandangan mata saling bertanya ada apa gerangan Rasulullah SAW belum keluar dari biliknya. Akhirnya Bilal berinisiatif mendekati pintu bilik Rasulullah SAW. Ketika hendak mengetuk pintu bilik Bilal mendengar sesenggukan tangis Rasulullah SAW. Bilal menjadi cemas mengkuatirkan telah terjadi sesuatu pada diri Rasulullah SAW.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Tanggung Jawab Siapa

DESEMBER 2011

 

"Wah ... kedahuluan agama lain yang membantu pemugaran rumah di kampung ini", ucapku kepada teman-teman Lagzis setelah melihat dan membaca tanda di pintu rumah warga.  Kampung Paseban Kecamatan Bayat di Klaten ini memang dikenalkan dengan kampung masyarakat tertinggal.  Kampung ini juga terletak di lereng Gunung Merapi, sehingga beberapa kali terancam Erupsi Merapi.

Kemiskinan warga sudah tampak jelas dilihat dari kondisi kebanyakan rumah yang terbuat dari bambu, berlantai tanah, dan atap genteng yang sangat pendek sehingga kepala ku terbentur jika akan masuk ke rumah warga. Sanitasi rumah mereka sangat tidak sehat karena tidak ada jendela yang mengalirkan udara segar, dan tidak ada cahaya yang masuk ke rumah sehingga relatif gelap suasana dalam rumah.

"Dijualnya antara lima ratus rupiah sampai delapan ratus rupiah. Tergantung jenis gerabah yang kami buat", jelas seorang bapak tua yang tengah istirahat dari membuat gerabah.  Kebanyakan warga membuat gerabah, tapi dijualnya masih mentahan belum dibakar sehingga harganya murah sekali.  Biaya membakar gerabah saat ini jadi mahal karena sudah tidak ada kayu lagi yang bisa dibuat membakar, sehingga harus membeli sekam padi untuk membakar gerabah.

Sehari seorang warga maksimal mampu membuat 10 gerabah saja.  Jika dikurangi biaya membeli tanah liat maka keuntungan hanya sekitar 300 rupiah per gerabah, dan gerabah disetor ke pengumpul seminggu sekali.  Penghasilan seorang warga seminggu kurang lebih dua puluh ribu per minggu.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Prajurit Tua

NOVEMBER 2011

 

Ketika aku lagi pakai sepatu di teras masjid seusai sholat dluhur, tiba-tiba para pelajar SMA yang semula duduk “ngobrol” di teras masjid berlarian menuju jalan depan masjid.  Sambil berlari mereka ada yang mengeluarkan “gir” (roda gerigi) dari dalam tas, ada yang tiba-tiba sudah memegang kayu, dan ada yang melepas sabuk kemudian diputar-putar di atas kepala.

Teriakan mereka bak seperti prajurit Indian akan menyerbu para Coboy.  Ya … mereka hendak menyerbu pelajar SMA sekolah lain yang tengah bergantungan di angkot.  Dan sama mereka yang menjadi lawan juga sudah membawa apa saja yang bisa dijadikan senjata untuk menghadapi lawannya.

Sudah bisa aku bayangkan bakal seru sekali pertempuran para pelajar dua sekolah ini.  Aku ikut berdiri dan bersegera menuju jalan depan masjid.  Dalam benakku tengah mencari apa yang bisa aku lakukan untuk melerai pertempuran hebat ini.

Sedetik menjelang dua kubu prajurit pelajar yang sok merasa gagah berani bertemu dalam kancah tawuran.  Tiba-tiba ada teriakan yang lebih keras lagi dari beberapa penjuru, dan bermunculan dari lorong-lorong sekitar para prajurit orang kampung yang juga tak kalah serunya sudah membawa “petungan” kayu atau bambu.

Keadaan pertempuran berubah drastis, semula dua kubu pelajar yang hendak berhadapan berubah berlarian kesana-kemari menghindari kejaran prajurit tua warga kampung.  Tidak sedikit prajurit muda pelajar yang terpukul kayu atau bambu dari prajurit tua.

Ada beberapa prajurit pelajar yang tertangkap prajurit tua, dan dia minta ampun tapi tetap beberapa kali dipukul kayu oleh prajurit tua sambil berkata, “Nggak kapok-kapoknya kalian tawuran ya”.  Akhirnya kemenangan bagi prajurit tua.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...