Pendakwah Bukan Tabu

JANUARI 2012

Berdakwah bukanlah profesi yang banyak di inginkan bagi anak muda zaman sekarang.  Namun Lulu Susanti justru menganggap pendakwah adalah profesi yang prestisius di masa depan.

Islam memberikan hak kebebasan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap orang. Memiliki hak untuk menjalankan kemampuan sesuai bidangnya, bukan suatu kelemahan ketika seseorang ahli di bidang tertentu namun orang lain tidak. Karena di antara kita saling memberikan manfaat sesuai bidangnya.

Daiah TPI (MNC TV, red) Lulu Susanti (25), mengawali karir sebagai penceramah bukan hal baru dijalaninya. Ia sudah menjalaninya saat mengeyam pendidikan disebuah pesantren yang biasanya diadakan saat muhadarah.  Muhadarah kegiatan di mana setiap santri (sebutan orang yang pesantren) secara bergiliran biasanya diadakan satu pekan sekali, menampilkan kemampuan atau kreasi yang dimiliki masing-masing santri.

“Di pesantren saya belajar ilmu retorika. Meski sempat waktu kecil, ibu selalu mengajak saya untuk ikut pengajian agar anaknya mengenal dan mengetahui di lapangan pembelajaran di majelis taklim,” kata Lulu lulusan sebuah pesantren di Bogor.

Orang tua Lulu khususnya sang ibu terbilang menginginkan dirinya menjadi seorang ahli agama. Berbeda dengan sang ayah, agar Lulu menjadi seorang yang jago karate. Diakui Lulu, sangat berat jika mengikuti keinginan orang tua yang sebenarnya Lulu ingin menjadi seorang film maker. “Sangat berat mengikuti orang tua, bagaimana pun kita juga kan punya keinginan. Tapi disini saya mengambil berkah dari orang tua yaitu ibu,” ujar Lulu anak dari seorang ayah militer ibu guru agama.

Mengenai dirinya kini memilih jalur berdakwah, bagi anak ke dua dari dua bersaudara ini, diakui Lulu ibu yang memiliki peran penting perjalanan kesuksesan sang anak. Meski tak dipungkiri peran ayah juga, turut membantu.

"Mengapa akhirnya saya memilih jalur pendakwah, dalam Islam berkah seorang ibu sangat besar dibanding ayah. Meskipun ibu pernah mengikuti kemauan saya, seperti casting sebuah film tapi saya lebih tertarik di agama,” kenang Lulu yang sedang menyelasaikan studi S2 di PTIQ Jakarta.

Pilihan Lulu akhirnya terpaut menjadi seorang pendakwah.  Karirnya dimulai pada 2006, Lulu terpilih menjadi perwakilan daiah Jakarta untuk tampil di Studio TPI (MNC TV) menunjukan aksi ceramahnya bersama dai dan daiah dari perwakilan daerah lainnya. Dari situ perjalanan Lulu menjadi penceramah kian membanjiri.

Meski demikian, lanjut Lulu, meski dirinya kini menjadi seorang pendakwah bukan hal tabu untuk dirinya mengikuti berbagai kegiatan.  Lulu menceritakan, dirinya sempat mengikuti berbagai kegiatan seperti karate, kepenulisan, dan pendongeng.  Bahkan aktivitas sebagai pendongeng, hingga kini masih Lulu jalani dibeberapa tempat.

“Aktifitas saya selain ceramah adalah mendongeng.  Karena kita dapat lebih akrab dengan dunia anak-anak,” tukas Lulu yang memiliki sebuah TPA di rumahnya Depok Jawa Barat.  (ihq)

AddThis Social Bookmark Button