Citra Rasa Gudeg Roda, Dari Keraton Sampai Manca Negara

FEBRUARI 2012


Yogyakarta selalu identik dengan gudeg. Masakan gudeg memiliki citarasa yang hampir sama, tetapi Gudeg Roda hadir dengan rasa gurih bacemnya yang menggoda. Gudeg Roda sudah dikenal masyarakat Jogja dengan paket kateringnya. Dimulai dari 1995, usaha keluarga ini lebih mengarah pasar katering dengan sistem pesanan untuk aneka pesta, acara hotel, Rumah Sakit dan lainnya.

Gudeg Roda Bu Citra mempunyai citra rasa yang berbeda dari gudeg lainnya. Setelah sekian lama bergelut di dunia catering, dan banyak pelanggan yang menyarankan pada ibu Untari selaku pemilik usaha ini untuk membuat gudeg Jogja yang khas, maka ia mulai membuat gudeg yang khas dan berbeda dari semua gudeg yang ada. Masakan tradisional khas kerabat dalem Keraton Mataram-Ngayogyakarta Hadiningrat ini pun akhirnya diakui masyarakat setelah go public. Hal ini dilakukan sebagai upaya melestarikan kebudayaan leluhur.

“Untuk meluaskan jangkauan pasar, dan meramaikan sentra gudeg di daerah Wijilan, dibukalah warung Gudeg Roda,” tutur bu Untari, pemilik warung makan ini.

Menu Spesial Gudeg Roda

Gudeg roda mempunyai ciri khas dan satu-satunya gudeg di dunia dengan bentuk unik. Ia menyimpan kenikmatan sensasional. Berbahan dasar nangka muda dan tidak diiris keci-kecil seperti pada umumnya. Gudeg jenis ini dipotong mirip roda. Memasaknya pun dengan cara khusus, sehingga menghasilkan cita rasa yang hampir sama dengan empal daging.

Teknik pengolahan sudah ditangani oleh ahli masak profesional AA Citra Catering yang telah berpengalaman dalam bidang catering selama hampir 20 tahun, menjadikan serat nangka muda tidak hancur, sebaliknya tetap utuh.  Bila gudeg dibuka mirip seperti serat daging sapi. Gudeg roda ini mempunyai keunikan dari hasil racikan bumbu rempahnya. Bumbu masak ditambahi rempah kaya rasa seperti ketumbar, kemiri, daun salam, kencur sumbi, dan lainnya. Setelah sehari semalam dimasak pada panci tanpa dibuka, Gudeg Roda akan awet dalam dua hari tanpa bahan pengawet. Cara memasaknya pun sehari semalam dengan menggunakan kayu dan arang untuk mempertahankan suhu panas api.  “Penggunaan kayu dan arang di sini sangat berpengaruh pada warna dan rasa gudeg sendiri,” ujar bu Untari.

Kelebihan dari gudeg roda ini adalah tahan hingga 48 jam tanpa masuk kulkas, dan dapat Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh dalam kemasan kendil unik, serta kemasan karton yang rapi, ditenteng dengan tas yang berciri khas Gudeg Roda Bu Citra. Tidak hanya itu saja kelebihannya, memanasi gudeg roda  ternyata dapat dengan cara digoreng layaknya menggoreng daging empal. Tinggal digoreng saja menggunakan margarin, pasti rasanya menjadi nikmat.

Kuliner Pelengkap yang Mantap

Gudeg khas Jogja ini adalah jenis gudeg kering dan disantap dengan tambahan areh.Areh berasal dari kentalan minyak kelapa yang sudah dibumbui. Sedangkan untuk rasa asin, dan pedas pada gudeg bisa didapatkan dari sambal goreng krecek kulit sapi. Untuk yang dibungkus, biasanya pembeli mendapatkan krecek yang masih keras, sehingga ketika sampai di rumah, bisa dihangatkan kembali dan krecek mengembang sempurna. Pelengkap lainnya yakni suwiran ayam kampung yang empuk dan tidak alot. Rasa ayamnya pun manis bumbu bacem. Untuk telur menggunakan telur bebek angon dengan bulatan lebih kecil dari telur ayam dengan kuning telur lebih besar dan solid.  Untuk lauk ayam lainnya, diambil dari daging ayam kampung. Minuman yang disajikan di sini, selain menyediakan aneka soft drink dan minuman standar seperti air teh dan air jeruk, juga menawarkan Wedang Uwuh dan Wedang Secang, minuman tradisional khas ramuan rempahrempah. Untuk pelengkap makanan, ada bacem tahu dan tempe yang dibuat secara teliti, oleh ahli masakan tradisional Jawa. Menjadikan menu tahu dan  tempe bacem dengan sensasi rasa yang sungguh nikmat.  Dapat dimakan dengan lalap cabe rawit atau sebagai lauk pauk.

Filosofi Roda

Awal mula nama Gudeg Roda memiliki arti khusus. Menurut Bu Untari Sabda Langit, generasi pertama usaha ini, nama roda diambil dari bentuk gori yang dipotong utuh menyerupai bulatan roda. Roda sendiri merupakan filosofi hidup, seperti dikatakan orang-orang jaman dahulu bahwa, ‘hidup itu ibarat roda.Kadang di atas, kadang di bawah. Itulah siklus kehidupan yang megingatkan kits bahwa sewaktu berada di atas (kaya, menang, bahagia, sukses, dan sebagainya), janganlah kita menjadi lupa segalanya, karena nantinya kita pun berada di bawah (susah, gagal, kecewa, dan lainnya)’.

Perjalanan Panjang Gudeg Roda Dulu, Dan Kini

Gudeg roda yang terus merangkul pelanggan dari berbagai kalangan, tidak selalu mengalami kesuksesan.Seperti perjalanan usaha makanan lainnya, ada suatu masa usaha ini mengalami sedikit kendala. Hal ini terjadi ketika peristiwa  Krisis moneter tahun 1997, meski tidak berdampak terlalu signifikan. Namun, pada saat Gunung Merapi Meletus, dan mengakibatkan sebagian kota Yogyakarta tertutup abu vulkanik, usaha gudeg ini akhirnya vakum cukup lama demi keamanan terhindar dari letusan Merapi berikutnya. Usaha ini jeda dalam waktu dua bulan. Setelah keadaan berangsur normal, maka bu Untari dan pegawainya mulai membangun kembali usahanya. Usaha gudeg ini tadinya berawal dari catering yang menerima seluruh masakan, sekitar tahun 1994. Kemudian, tahun 2009, bu Untari membuat gudeg khas dan tidak ada yang menyamainya baik rasa, bentuk dan kenikmatannya, dengan menambahkan menu gudeg roda di warung makannya. Dan, merupakan sebuah keberkahan, jika sampai saat ini, usaha gudeg roda yang dikembangkannya bisa dinikmati semua kalangan dengan tetap memegang teguh filosofi roda dalam kehidupan. Karena seberapa hebatnya kita, tetap harus eling (ingat) bahwa kehidupan tidak akan selalu berada di atas, ada kalanya di bawah. Dan saat di bawah itulah, Tuhan meminta kita untuk berusaha semampu kita, dengan rasa ikhlas dan sabar menjalani hidup seperti roda.  (lin)

 

Analisa Produksi Gudeg Sehari

Bahan:

  1. Gori / nangka muda
  2. Bawang merah
  3. Bawang putih
  4. Garam
  5. Gula jawa
  6. Bumbu: lengkuas dan salam (non vetsin dan santan)

Cara pembuatan:

  1. Semua bahan dimasukkan ke dalam panci
  2. Masak gori dengan kayu bakar selama 24 jam
  3. Masukkan bumbu, ungkep lagi
  4. Sajikan hangat

 

Biaya Produksi:

Gori 10 kg                              Rp.  60.000

Bawang merah 1ons               Rp.    2.000

Bawang putih 1 ons                Rp.    2.000

Bumbu dapur                         Rp.    5.000

Telur 2,5kg                            Rp. 40.000

Ayam 1 ekor                         Rp. 25.000

Total Biaya Produksi Rp. 134.000

20 porsi gudeg telur@Rp. 10.000   Rp.  200.000

30 porsi gudeg suwir telur @Rp. 15.000  Rp. 450.000

Total Pemasukan                                            Rp. 650.000

Pemasukan-Pengeluaran                                Rp. 516.000

Infaq 2,5%                                                             Rp.    12.900

Keuntungan Bersih                                          Rp. 503.100

*Di luar gaji hasil jualan menu lain

*Di luar upah karyawan

 

Gudeg Roda Bu Citra

Jl. Kenekan no.2 Panembahan Kraton

Yogyakarta

(Plengkung Wijilan ke timur 10m)

Tlp. 0274-3045551/ 372436

AddThis Social Bookmark Button