Jamad Keramik :: Gerabah Kasongan, Menawan Wisatawan

JANUARI 2012


Jamad Keramik

Gerabah Kasongan, Menawan Wisatawan

 

Ketenaran Gerabah Kasongan tidak diragukan lagi. Siapa yang tidak kenal berbagai macam keramik yang dihasilkan di daerah ini. Kerajinan yang sudah bisa menembus pasar ekspor ke negara ASEAN, bahkan Eropa. Salah satu pengusaha keramik di daerah ini adalah Fendi Prabowo, seorang anak muda yang lebih memilih meneruskan usaha ayahnya daripada menjadi pekerja kantoran.

Fendi, seorang pengusaha kerajinan gerabah “Jamad Keramik”. Gerabah produksinya meruapkan satu dari sekian kerajinan gerabah yang ada di daerah Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Usaha kerajinan gerabaih ini sudah terkenal  sampai ke luar negeri. berbagai bentuk dan ukuran gerabah dibuat untuk menarik pembeli baik wisatawan lokal maupun asing dengan kualitas bermutu.

Usaha kerajinan gerabah ini  dimulai sejak tahun 1977, dan Fendi meneruskan usaha dari ayahnya ini sampai sekarang.  Awalnya, gerabah yang dihasilkan hanya terbatas untuk peralatan keperluan rumah tangga, seperti kendi (wadah air mium), gentong, anglo (sejenis kompor dengan bahan bakar arang, untuk memasak), kendil untuk memasak, dan lain-lain. Sekarang, seiring perkembangan jaman, kerajinan gerabah yang dijual semakin bervariasi, mulai dari pernak-pernik kecil untuk souvenir (biasanya untuk souvenir pengantin), hiasan, pot untuk tanaman, penunjang interior (lampu hias, patung, furniture, dan sebagainya). Bahkan dalam perkembangannya, produk yang dihasilkan kini bisa meliputi bunga tiruan, topeng-topengan, celengan, dan masih banyak yang lainnya.

 


Suka Duka Menjalani Usaha

Dari awal, usaha gerabah keramik ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatwan yang datang ke Yogyakarta.  Penghasilan pun mengalir sesuai dengan pesanan atau banyaknya pembeli yang datang.

“Kami sudah merintis usaha ini sejak berpuluh tahun lalu. Waktu itu, masih banyak wisatawan yang berkunjung dan memborong gerabah kami,” ujar Fendi.

Usaha kerajinan gerabah milik Fendi ini mempunyai kelebihan dibanding yang lainnya. Ia lebih percaya untuk emmasarkan sendiri gerabahnya, atau menitipkan pada tetangga yang masih terhitung saudara di daerah Kasongan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi praktek penipuan yang marak terjadi dalam proses penjualan dan distribusi gerabah keramik.

Menurutnya, pemasaran kerajinan gerabah keramik  sebelum terjadi gempa pada bulan Mei tahun 2006 bisa menembus Jakarta, Malang, Bali, bahkan sampai ke belanda. Namun, setelah gempa tersebut, pendapatan dari  gerabah keramik ini menurun. Kini, ia hanya memasarkan produksinya untuk kawasan lokal saja seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

“Sebelum gempa, kitabbisa mengirim gerabah satu kontainer senilai empatpuluh juta. Dan setelah gempa, tentu semua berubah. Menurunnya jumlah wisatawan yang datang menyebabkan pendapatan kami berkurang,” ucapnya.

Sementara keadaan berangsur pulih, Fendi mulai kembali membangun usahanya. Kini, dalam sehari ia dan para pekerjanya bisa menghasilkan sedikitnya limapuluh gerabah dengan berbagai bentuk dan ukuran. Untuk bentuk gerabah binatang kodok jadi, harganya berkisar antara lima belas sampai duapuluh ribu rupiah. Gerabah model guci ada yang limapuluh ribu dan ada yang lebih, tergantung ukurannya.

 

Gerabah Keramik, Gampang-gampang Susah

Kerajinan gerabah keramik memang cantik. Proses pembuatannya memang gampang-gampang susah. Bahan dasarnya mudah didapat, yaityu tanah liat. Prosesnya sendiri bisa dibagi dalam dua bagian besar, yakni dengan cara cetak untuk pembuatan dalam jumlah banyak, atau langsung dengan tangan. Untuk proses pembuatan dengan menggunakan tangan pada keramik yang berbentuk silinder (jambangan, pot, guci), dilakukan dengan menambahkan sedikit demi sedikit tanah liat di atas tempat tempat yang bisa diputar. Salah satu tangan pengrajin akan berada di sisi dalam, sementara yang lainnya berada di luar. Dengan memutar alat tersebut, otomatis tanah yang ada di atas akan membentuk silinder dengan diameter dan ketebalan diatur melalui proses penekanan dan penarikan tanah yang ada pada kedua telapak tangan pengrajin. Dan. Fendi dalam proses produksinya, memberdayakan para tetangga sekitar untuk membantu perekonomian mereka.

“Pembuatan pertama kali dilakukan di desa Ngedok. Setelah selesai pembakaran, finishing biasanya dilakukan sendiri, meski kadang mereka ikut membantu,” jelasnya.

 

Asal  Ada Kemauan, pasti Ada Jalan

Perjalanan jatuh bangun menjalankan usaha kerajinan gerabah keramik membuat Fendi menyadari, bahwa jika kita mau berusaha pasti berhasil. “Kalau ada kemauan, pasti ada jalan,” itulah pepatah hidup fendi dalam merintis dan mengembangkan usaha gerabah keramik miliknya. Dengan doa dan usaha, semua jalan akan terbuka.

Semua manusia pasti pernah mengalami cobaan dan ujian, dan gempa Yogyakarta 2006 silam semakin meneguhkan tekad Fendi untuk bangkit dan menjadikan dirinya anak yang bisa dibanggakan dengan meneruskan usaha ayahnya, yang semakin lama mengembangkan berbagai  variasi produksi dari kerajinan gerabah keramik milkinya agar kerajinan gerabah  “Jamad Keramik” bisa menjadi salah satu dari sekian simbol keberhasilan para pengusaha kecil untuk mandiri.  (lin)

 

Analisa Produksi Jamad Keramik

Satu Hari

Bahan:

Tanah liat sudah digiling 1 mobil pick up             Rp.    180. 000

Kayu untuk pembakaran                                    Rp.    350. 000

Pasir 1 karung (5 kg)                                         Rp.      50. 000

Total Pengeluaran                                          Rp.  580.000

 

Analisa Penjualan

@Rp. 25.000 x 50 gerabah guci kecil                  Rp.1.250.000/ hari

 

Infak 2,5%                                                        Rp.  31.250

Keuntungan Bersih                                         Rp.  1.218.750

• Di luar hasil penjualan bentuk lain

• Di luar upah karyawan

• Produksi tergantung banyaknya pesanan

Cara pembuatan:

  1. Tanah liat digiling, kemudian dibentuk sesuai pesanan
  2. Tanah liat dijemur selama 2-4 hari
  3. Gerabah diopen atau dibakar dengan kayu
  4. Finishing gerbaha dengan cat tembok atau cat genteng
  5. Gerabah keramik siap dipasarkan.

Jamad Keramik

Fendi Prabowo

Sentanan, RT. 06, Mbangun Jiwo, Bantul

Tlp. 085640419696

AddThis Social Bookmark Button