Roti Ulil , Roti Mini Keuntungan Maksi
DESEMBER 2011
Menikmati roti satu ini, seseorang perlu mencobanya. Selain pilihan rasanya banyak, mengenai harga pembeli tidak perlu merogok kocek terlalu dalam. Dengan harga Rp. 500 per-roti, pembeli sudah dapat merasakan kelembutan roti ukuran mini ini.
Adalah Kholilurrahman (23), pemilik usaha roti mini itu. Berlabel ‘Roti Ulil’ dengan mengambil panggilan nama dirinya, Ulil, Roti Ulil mencoba menawarkan bentuk roti berukuran mini dengan harga yang murah namun tetap kualitas tinggi.
Ide pembuatan roti mini ini, sebenarnya sudah dirintis sejak 2008 silam. Dengan sebelumnya bergerak di jenis yang sama yakni roti bakpia sejak 2002, namun pada 2010 keluarga Ulil berganti haluan membuat roti mini dengan pilihan beragam rasa seperti coklat, blueberry, dan pisang.
“Sekitar 8 tahun terakhir, keluarga sudah menjalani usaha roti bakpia. Waktu itu berbarengan menjalani usaha roti bakpia dengan Roti Ulil,” kata Ulil yang baru memegang usaha roti mini ini pada Juli lalu.
Keluarga Ulil tergolong keluarga pengusaha. Bagaimana tidak, ibunya seorang penjual lauk makan, sang ayah pengusaha kerupuk membuatnya merasa kalau darah pengusaha mengalir pada dirinya. “Usaha roti bakpia waktu itu dijalani sama abang saya. Hingga suatu hari Roti Ulil saya yang pegang, meski sempat Roti Ulil juga pernah dijalani sama abang saya,” ujar Ulil anak ke-2 dari empat bersaudara ini.
Menurut Ulil, usaha roti mini gampang-gampang susah untuk dijalani. Untuk pemasaran sendiri, Ulil mengaku memasarkannya baru di sejumlah toko dekat rumahnya. Untuk pilihan rasa, Roti Ulil menyediakan enam rasa yakni stroberi, blueberry, pisang, pisang coklat, abon, dan coklat.
Namun siapa sangka, proses perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Kini, Roti Ulil mulai merasakan angin segar. Keuntungannya pun mulai meningkat, sementara dari segi produksi yang dulu hanya sehari membuat 100 roti, kini mencapai 500 roti perhari.
Sementara itu, untuk modal usaha Roti Ulil bagi lulusan Sastra Arab di sebuah perguruan tinggi Islam negeri di Jakarta, tidaklah terlalu dipermasalahkan. Ia menceritakan, modal awal pembuatan Roti Ulil dirinya bermodal Rp. 100 ribu.
“Modal sebenarnya tidak terlalu mahal. Tapi seyogyanya, modal besar berpengaruh untuk mendapatkan keuntungan besar pula. Juga sebaliknya,” jelas Ulil.
Lebih dari itu, melihat tantangan yang juga sama bergerak di bidang makanan semakin marak, Ulil mengaku bukan berarti usahanya tidak mengalami persaingan. Apalagi usaha yang dijalaninya masih industri rumahan, beragam persaingan patut diperhatikan.
“Persaingan tentu pasti ada. Tapi saya mulai menata agar Roti Ulil, ke depan dapat dinikmati banyak kalangan. Secepatnya saya akan membuat kemasan lebih menarik dan pemasaran yang baik,” lanjut Ulil yang juga seorang pelatih Marawis.
Proses pembuatan yang mudah
Proses pembuatan Roti Ulil, sebenarnya tidak terlalu sulit dikerjakan. Berbahan dasar terigu, dicampuri dengan bahan-bahan lain seperti telur dan gula rasanya hampir setiap orang dapat membuatnya. Untuk alatnya sendiri, orang tua Ulil memiliki alat pembuatan roti.
“Alat pembuatan roti, al-Hamdulillah di rumah sudah ada. Usaha ini juga sekaligus memanfaatkan alat agar terpakai dan memberi manfaat,” tukasnya.
Ulil yakin meski usaha roti mini baru dipegangnya belum lama ini, suatu hari dapat jauh berkembang dan memiliki outlet yang dapat menjangkau masyarakat luas, untuk menikmati jajanan yang murah tapi tetap dengan kualitas tinggi. (ihq)






