Doa Aini untuk Ashanti

JANUARI 2012

“Jika aku berdoa.. Kuangkat tanganku.. Dengan suara lembut..Tidak berteriak..

Berdoa sungguh-sungguh..agar dikabulkan.. Itulah tandanya..anak yang budiman…”

Aini dan Ashanti bernyanyi sambil bergandengan tangan.Mereka berdua baru saja pulang dari sekolah. Aini dan Ashanti bersahabat sejak duduk di taman kanak-kanak. Sekarang mereka berdua sudah duduk di kelas 3 SD.Aini dan Ashanti selalu bermain bersama. Mereka memiliki hobi yang sama yaitu menyanyi. Mereka sering bernyanyi bersama .

***

Sudah dua hari Ashani tidak masuk sekolah. Kata ibunya, Ashanti  terkena penyakit demam berdarah. Badannya panas dan seluruh kulitnya dipenuhi bintik-bintik merah. “Ah..kasihan sekali Ashanti “ ujar Aini dalam hati. Ia sangat kesepian.Biasanya mereka bermain bersama.Aini..kenapa kamu kelihatan sedih?” Tanya Kak Syifa.  “Aini rindu bermain dan  menyanyi bersama Ashanti lagi. “ sahut Aini sedih. Kak Syifa mengelus kepala Aini dengan sayang.  “Apa Aini sudah mendoakan Ashanti agar Allah menyembuhkan penyakitnya?” Tanya Kak Syifa lembut.Aini menggeleng pelan. “Nah,, katanya Aini sayang sama Ashanti, ayo doakan Ashanti agar dia segera diangkat penyakitnya oleh Allah..” kata Kak Syifa.  “ Apa dengan begitu Ashanti bisa sembuh?” Tanya Aini sambil menatap kakaknya itu.  “Insya Allah, kalau Aini berdoa dengan sungguh-sungguh, Allah akan mengabulkan doa kamu.”  Kak Syifa tersenyum menatap adik kecilnya itu.

***

Azan subuh berkumandang dari masjid tak jauh dari rumah Aini.Aini bergegas bangkit dari tempat tidurnya dan buru-buru menuju kamar mandi untuk berwudhu.Gadis kecil itu melaksanakan shalat subuh dengan khusyuk sekali. Seusai shalat ia mengangkat kedua tangannya sambil mengadahkan kepala. Doa tulus keluar dari bibir mungilnya yang bergetar penuh kesungguhan. “ya Allah, aku meyakini dengan segenap hatiku bahwa engkau adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu di muka bumi ini. Aku juga meyakini bahwa Engkau maha mengetahui atas apa yang terjadi di dunia ini. Aku mohon kepadaMu ya Allah, sembuhkanlah penyakit yang menimpa Ashanti sahabatku. Angkatlah penyakitnya ya Rabb, izinkanlah ia kembali sehat agar kami bisa bermain, belajar dan bernyanyi bersama lagi. Amin. “

Aini berjalan kaki menuju rumah sepulang sekolah.Ia berjalan perlahan tanpa semangat.Baginya pulang dan pergi sekolah terasa hambar tanpa kehadiran Ashanti sahabatnya. Setibanya di depan rumah Aini agak keheranan. Ada sandal berwarna kuning di depan pintu rumahnya. Ia sangat mengenal sandal kuning itu. Itu sandal milik Ashanti, mungkinkah??Gadis kecil itu bertanya-tanya dalam hati.

“Ainiiiii… aku sudah sembuuhh!!!” terjawab sudah pertanyaan yang berkecamuk di hati Aini tatkala dilihatnya Ashanti menghambur keluar dari pintu rumahnya, berteriak dengan wajah ceria. “Alhamdulillah…” seru Aini sambil memeluk teman tersayangnya itu. “terimakasih ya Rabb.. terimakasiih…” ucap Aini dengan wajah bahagia. Dari kejauhan Kak Syifa memandang kedua gadis kecil yang sedang berangkulan itu dengan senyum mengembang. (vi)

AddThis Social Bookmark Button