Kami Sayang Ibu
DESEMBER 2011
“Asyiiiiiiiiik, Ina mau ke pasar sama ibu!!” teriak Ina senang saat ibu menyuruh untuk mengganti pakaian seragamnya karena hendak pergi ke pasar. “Mau ke pasar aja kaya mau ke mall, teriak-teriak! Dasar anak kecil, norak!” sela Kak Ita sambil manyun di balik buku dongeng yang ia baca. Sebenarnya ia juga ingin ikut, tetapi ibu melarangnya, karena di rumah sepi tak ada siapa-siapa. Jadi, Kak Ita ditugaskan untuk menjaga rumah saja. Namun Ina tak henti-hentinya bersenandung riang, membuat hati Kak ita tambah mangkel. “Asyiik-asyyiik. Ina mau ke pasar, Ina mau beli ini, Ina mau beli itu, Ina mau beli banyaaaaaak sekali.” Di kepala Ina saat ini banyak sekali daftar, ia sudah merancang banyak , tentang apa yang ingin ia dapatkan. Dalam benaknya Pasar itu banyak mainan, banyak makanan, banyak pakaian lucu-lucu, dan ia pun sudah bertekad akan meminta ibu membelikannya, dan ibu pastikan membelikannya, kan ibu yang mengajaknya, pasti ibu juga telah merancang berbagai hal yang akan dibelikan ibu untuk ina. ‘Asyiiik’ batinnya, Ina sudah tak sabar melihat kejutan itu.
****
Ini memang perjalanan ke pasar Ina yang pertama, biasanya yang ke pasar dengan ibu itu Kak Ita, Ina hanya menunggu saja di rumah dengan kakak pertamanya yakni Kak Dian. Selain menunggu ibu, itu berarti ia juga menunggu Kak Ita mulai meledeknya selepas pulang dari pasar, bahwa di pasar itu banyak makanan, banyak mainan, banyak baju-banju lucu. Dan memang, kalau Kak Ita pulang dari pasar pasti membawa baju-baju lucu, dan mainan yang dibeli dari pasar. Bukan hanya untuk Kak Ita, semua itu juga untuknya. Tapi semua itu pilihan Kak Ita, jadi tak afdhol untuk Ina. Sebenarnya, Ina selalu merajuk setiap Ibu ingin ke pasar, tapi Ibu melarangnya, karena ibu takut kalau-kalau ada sesuatu hal yang terjadi kepada Ina, karena Ina masih kecil. Namun kali ini kak Dian sedang ada kegiatan di sekolahnya, dan Ina bersikeras merajuk dan merayu ibunya agar dia yang ikut ke pasar. Dan jadilah hari itu Ina pergi ke pasar bersama Ibu.
***
Sesampainya di pasar, Ina terkejut, ternyata perjalanannya menuju pasar itu tak seindah dengan apa yang ia bayangkan, ibu banyak melarang Ina untuk membeli apapun, “Ibu, Ina mau mainan itu,” rengek Ina untuk kesekian kalinya. “Tidak Ina, di rumah sudah banyak!”tegas ibu. Ina kesal sekali dan melepas gandengannya dengan kasar. “Ina benci ibu. Ibu jahat. Ina mau pergi aja, enggak mau lihat ibu,” ucap Ina. “Ina, bukannya ibu tidak mau membelikan apa yang Ina mau, tapi yang kamu minta itu sudah banyak kan di rumah?” Ibu mencoba menenangkan, tapi Ina tak mau mendengar, Ina malah berlari, “Ina mau ke mana? Nanti kamu hilang?” jerit ibu. “Biar saja Ina hilang!!” tukas Ina sambil berlari. Celakanya Ina benar-benar hilang dari pandangan ibu, Ina benar-benar tersesat. Ina yang tadi marah kini berubah menjadi takut. Ina tak pernah sendiri, tanpa ibu di tempat ramai sesak seperti ini. Ina kali ini benar-benar takut, pasar itu ramai, tapi Ia tidak kenal siapapun. Akhirnya, Ina menangis ketakutan.“Ibu, Ina takuuuut,”ujarnya sambil menangis tersedu. Beruntung, ibu akhirnya menemukan Ina yang sedang menangis di tengah pasar. “Alhamdulilllah ya, Allah,” ujar ibu sambil memeluk Ina, dan segera membawanya pulang ke rumah.
***
Ina sangat menyesal dengan kejadian tadi siang, dan bertekad untuk meminta maaf kepada ibu nanti selepas sholat magrib. “Ibu,”ujarnya sambil mendekati ibu yang hendak melipat mukenanya. “Maafin Ina ya, Bu. Ina nakal sekali tadi siang di pasar,”ujarnya. “Iya, Ibu maafin. Tapi Ina harus janji tidak boleh nakal lagi seperti tadi siang.” Mendengar nasihat itu Ina mengangguk. “Ibu, Ina sayaang sama Ibu. Ina enggak mau sendiri kaya di pasar tadi siang, Ina takuut, Ina menyesal sekali,”akunya. ”Ibu juga sayang sama Ina,” ujar ibu sambil memeluk anak bungsunya itu. “Pokok nya Ina sayaang sama Ibu.” Melihat ibu dan adik bungsunya berpelukan, Kak Dian dan kak Ita pun menyusul memeluk ibunya. “Sudah, sudah. Ayo kita rapiiikan mukenanya. Ibu sudah masak yang spesial buat kalian,” ujar ibu sambil tersenyum senang, hatinya bahagia sekali hari ini. (HTA)






