Cerita Anak
Kebersihan sebagian dari ImanMARET 2013
“Assalamualaikum, kak. Maaf, kakak kok buang sampah sembarangan sih, bukannya disitu ada kotak sampah?” ucap Meli sambil menunjuk tempat sampah yang ada di sekitar sampah itu. “Anak kecil tau apa sih soal kebersihan! Udah ga usah sok nasihatin gih,” timpal salah seorang remaja. Mendengar pernyataan dari mereka, Meli hanya tersenyum, lalu pulang. “Assalamualaikum,” tuturnya sopan saat tiba di rumah. Ibunya segera menjawab salam dan menyiapkan makan siang untuk sang anak. Meli segera mengambil piring dari tangan ibunya. Bocah kecil itu segera melahap habis makanan yang ada di hadapannya. Seusai makan, ia segera sholat dzuhur. Lalu ia menceritakan kepada ibunya tentang ulah para remaja yang membuang sampah sembarangan kemarin. Meli mengatakan jika ia sudah menasehati para remaja tersebut. Namun mereka seolah tak menghiraukan ucapan dari anak kecil seperti Meli, mereka hanya mengacuhkannya saja. “Rasulullah pernah berkata, jika melihat suatu keburukan maka kita harus melakukan dakwah bil lisan atau dengan ucapan. Kita harus menasehati jika yang dilakukannya itu salah. Jika tidak bisa, kita harus melakukan dakwah bil qalam atau dengan tulisan. Tapi, jika tidak bisa juga, kita harus menyadarkannya dengan dakwah bil hal atau dengan perbuatan, kita harus mencontohkan yang baik nak. Dan jika tidak bisa juga, lakukan dengan hati, yaitu kita harus mendo’akannya agar diberi hidayah oleh Allah,” tutur sang ibu. Meli menggangguk mengerti dengan ucapan ibunya, Meli akan melakukan semua nasihat dari ibunya. Hari selanjutnya, Meli kembali melintasi taman yang sama. Dan lagi-lagi para remaja tengah membuang sampah sembarangan. Meli menghampiri para remaja tersebut. Tak sepatah kata keluar dari mulutnya dalam hati ia berdo’a agar mereka diberi hidayah oleh Allah. Kemudian ia menatap sekeliling dan mulai memunguti sampah yang berserakan di sekitar taman. “Apa yang sedang kamu lakukan anak kecil?” tanya salah seorang remaja tersebut. “Sedang memunguti sampah, Kak. Kita kan harus menjaga kebersihan, karena kebersihan itu sebagian dari iman. Dan kita juga harus menjaga lingkungan agar tidak tercemar,” balas Meli dengan senyuman. Tangan kecilnya cekatan memunguti sampah yang bertebaran dimana-mana. “Astaghfirullahaladzim. Maafkan kakak ya, Dik. Sini kakak bantu,” ucap salah seorang remaja tersebut yang ikut turun membersihkan sampah-sampah. Satu persatu dari mereka mulai turun dan turut serta membersihkan sampah di sekitar taman. Setelah bergotong royong membersihkan sampah, taman yang semula kotor kini tertata rapi dan bersih, mereka sadar jika bersih itu indah, karena dengan menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman. (Mar) |
|
|



Meli berjalan menelusuri sebuah taman di dekat rumahnya. “Uhuk-uhuk.” Meli menutup hidungnya. Debu dan sampah mulai berterbangan dimana-mana, menyisakan pemandangan yang kotor. Di depannya, ada anak-anak remaja buang sampah sembarangan.

Putri berjalan memasuki rumahnya dengan wajah yang cemberut, ia masih kesal dengan ibunya karena waktu di pasar ibu tidak mau membelikan mainan yang ia inginkan
Malam ini Rika merengek pada Ayah. Rika meminta topi polisi Ayah yang digantungkan di kamar.

