Program Peduli

More Articles...

Musyawarah Nasional Ke-6 Forum Zakat

MEI 2012

Tentukan Nasib Zakat Indonesia

Munas FOZ diadakan untuk ke enam kalinya. Banyak agenda dan kepentingan yang diusung berbagai pihak. Dari FOZ sendiri berharap, agenda ini dapat menyatukan visi dan misi antar lembaga-lembaga zakat yang ada dengan pemerintah terkait kontroversi UU Zakat yang masih berlanjut hingga kini. Semua pasti mengharapkan, UU Zakat ini mampu mengayomi lembaga zakat, masjid dan lembaga lain yang selama ini konsisten melayani dan membantu dhuafa. Karena, merekalah sebenarnya tonggak utama perkembangan zakat di Indonesia

Pada Selasa hingga Kamis, 17-19 April yang lalu, Forum Zakat, (asosiasi dari 150 Organisasi Pengelola Zakat se-Indonesia, baik BAZ maupun LAZ), menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-6 di Semarang. Munas Forum Zakat tersebut diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, dengan tujuan untuk memutuskan hal-hal strategis bagi perkembangan zakat di Indonesia dan memilih kepengurusan baru Forum Zakat.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Pelatihan Jurnalistik Kepemimpinan 2011

JANUARI 2012

“Menulis Kehidupan Dengan Indah”

 

Auditorium Masjid Cut Mutia, 6-7 Desember 2011, Lagzis Peduli bekerjasama dengan Majalah Muzakki mengadakan Pelatihan Jurnalistik Kepemimpinan angkatan kedua, setelah sebelumnya pada Oktober 2010 lalu juga diadakan pelatihan yang sama. Pelatihan ini merupakan wujud kepedulian Majalah Muzakki sebagai media yang berkomitmen untuk membina jurnalis-jurnalis muda agar menjadi jurnalis yang tak hanya mumpuni dibidangnya tapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan konsisten di jalur dakwah.

Pelatihan yang diikuti oleh 34 orang peserta ini berasal dari berbagai kampus di Jakarta, sebut saja Universitas Indonesia, UIN Jakarta, Universitas Pancasila, UHAMKA, Universitas Bung Karno, Universitas Tarumanegara, Universitas Mercu Buana dan beberapa universitas lain. Peserta pelatihan ini mendapatkan berbagai materi, mulai dari Pengembangan Diri, Jurnalistik hingga Foto Jurnalistik.

“Pelatihannya bagus, tapi agak kurang waktunya sehingga masih belum puas. Tapi secara keseluruhan saya senang” ungkap Rina Yuliana peserta dari UHAMKA. “Wah..harusnya waktunya lebih lama lagi agar kita dapat lebih banyak materi dan praktek!”

Seru Abdurrahman peserta dari UIN Syahid Jakarta. Bapak Iqbal Setyarso salah seorang pemateri pun mengungkapkan komentarnya “ Jurnalistik amat potensial sebagai alat untuk memuliakan umat. Jurnalistik kepemimpinan ini menjadi sangat bagus dikarenakan sisi jurnalistik, umat dan ikhtiar perubahan sosial dapat dibangun melalui jurnalistik kepemimpinan. Semoga berikutnya akan lahir Jurnalis-jurnalis yang memiliki empati tinggi sekaligus visioner, sehingga tak hanya pandai menulis tapi juga membangun umat dan bangsa. Amin . (Vi)

AddThis Social Bookmark Button

Sop Konro Daging Qurban Bagi 40 KK Warga Tallo

DESEMBER 2011

Lagzis Peduli Kota Makassar merayakan Idul Adha dengan melakukan pemotongan hewan qurban di  empat lokasi. Masing-masing tempat mendapatkan tiga ekor kambing untuk di qurbankan. Hari pertama pemotongan qurban di lakukan di Kelurahan Pam-pam Kecamatan Panakkukang.  Sebanyak 40 kepala keluarga di daerah miskin tersebut menerima hewan qurban yang disedikan oleh panitia. Hari kedua qurban dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di daerah Kelurahan Kalukubodoa Kecamatan Tallo dan di kelurahan Parang Kecamatan Mamajang. Hari  ketiga giliran warga kurang mampu di kelurahan cambayya kecamatan Ujung Tanah mendapat hewan qurban dari Lagzis Peduli. Seluruh kegiatan ini diawali dengan pemotongan hewan qurban, pembagian daging qurban dan makan bersama . Sisa dari daging yang telah dibagikan ini dimasak  menjadi Sop Konro oleh warga dan  setelah itu dilakukan acara makan bersama.   “Terimakasih kepada Lagzis Peduli, tidak pernah kita mendapat daging kurban ditambah acara makan bersama seperti ini” ujar Pak Ilham di Cambayya.

“Terimakasih anne piruang kalinya na sa’reki bembe sigang nganre ngaseki warga miskin ga rinni (ini kedua kalinya  kami diberikan bantuan daging kambing sambil makan bersama warga miskin di sini) semoga bertambah rezekinya” cerita Pak Dg Gassing ketua RT di Parang.   Pelaksanaan qurban bukan hanya di lakukan di kota Makassar tetapi juga dilakukan di kota Denpasar, Blitar, Jakarta, Malang, Surabaya dan Pekanbaru.  Semoga Idul Adha membawa banyak berkah dan Kebaikan untuk kita semua. Amin.  • (vi)

AddThis Social Bookmark Button

Genteng Kaca untuk 200 Warga Desa Paseban Kecamatan Bayat Klaten

DESEMBER 2011

 

“ Saya bersyukur bisa mendapatkan bantuan genteng kaca ini, sehingga rumah saya ada cahaya yang masuk ke dalam rumah, terimakasih Lagzis” ungkap senang Bu Saniyem (51 tahun) yang memiliki usaha es cumcum di desa Paseban kecamatan Bayat ini.

Pemasangan genteng yang diberikan kepada 200 rumah warga di lokasi yang rata-rata penduduknya berpenghasilan di bawah 20 ribu dengan usaha kecil yang merupakan binaan dari BMT Syariah MUM (Mitra usaha Mandiri) Klaten.  Kegiatan ini adalah penguatan agar para pengusaha kecil yang kesemuanya kaum ibu ini semakin bersemangat menjalankan usaha dan terutama kesehatan keluarga juga menjadi pokok perhatian.

“Baru kali ini saya dibantu genteng kaca, karena memang rumah saya nggak ada jendelanya” urai ibu Yeni (54 tahun) yang berdagang kelontong dirumahnya.

Semoga titipan dari para donatur makin memberikan kemanfaatan bagi warga miskin yang ada di kampung termiskin di kota termiskin di JawaTengah.  InsyaAllah makin membawa keberkahan bagi pemberi donasi maupun penerima donasi. Amin.  •

AddThis Social Bookmark Button

Dongeng Masuk Pesantren

NOVEMBER 2011

 

Perguruan Al-Falah dan As-Shiddiqiyyah menjadi alternatif Invol (Indonesia Volunteer) Lagzis untuk berbagi cerita dan dongeng. Kegiatan ini dilaksanakan selama Oktober 2011 sebagai salah satu aktifitas Invol yang berkomitmen menjadi relawan yang peduli sesama peduli Indonesia.

Di perguruan Al-Falah, anak-anak yang antusias mengikuti sekitar 40 an anak yang merupakan siswa-siswi TPA. Acara dimulai dengan perkenalan, kemudian cerita dongeng. Sedangkan kegiatan di As-Shiddiqiyyah diikuti sekitar 12 anak yang berumur 13 tahunan. Mereka berbagi cerita seputar pengalaman belajar di pesantren. Di tengah-tengah kedua acara tersebut, diselingi beberapa pertanyaan yang akan mendapatkan door prize dari para relawan.

Meskipun di antara anak-anak tersebut ada yang tidak memperhatikan, namun sedikit banyak, anak-anak mau aktif diajak berbincang seputar pesan dan kesannya tentang acara ini. Menurut anak-anak yang mengikuti acara ini, mereka sangat senang ada yang mau berbagi cerita dan dongeng di tempat mereka.  Mereka juga berharap, suatu saat nanti  akan ada lagi acara seperti ini.  InsyaAllah. (lin)

AddThis Social Bookmark Button