Kreatifitas itu, Nggak Ada Matinya

FEBRUARI 2012

Ikang Fawzi

Beberapa prestasi telah diraihnya. Di antaranya sebagai pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Radio Prambors di Jakarta, sebagai penyanyi rock terbaik Indonesia, aktor film, pemain drama TV, model iklan, dan spoke person berbagai produk iklan. Bahkan bisnis property pun digelutinya. Meski masa jayanya sebagai penyanyi rock telah berlalu, kreativitas seorang Ikang Fawzi tetap berkibar.

Dikenal sebagai seorang seniman yang tetap eksis di jalur musik dan film. Ahmad Zulfikar Fawzi, atau kita kenal dengan nama Ikang Fawzi. Pria kelahiran Jakarta tahun 1959 ini ternyata mempunyai berbagai kegiatan lain yang diakuinya hanya sebagai hobi. Karena musik sendiri adalah jiwanya, sedangkan kegiatan lain hanyalah hobi semata.Hobi yang melahirkan kreativitas dan prestasi dalam hidupnya. Pernah menjabat sebagai wakil ketua komite tetap bidang Perumahan dan Pengembangan Pemukiman, dan terakhir sebagai wakil komite tetap bidang properti komersial. Kemudian menjadi ketua bidang Rumah Susun.Lainnya, sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Pekerjaan Umum dan Duta Kebun Raya Indonesia.

Selain itu, demi menyalurkan hobi,ia mulai berkecimpung di dunia properti sejak tahun 1990. Di sini ia dipercaya menjadi direktur utama di beberapa perusahaan properti yang ada. Bahkan, dari properti itu ia bisa menghasilkan berbagai produk properti seperti perumahan Puri Marisa, Pelangi Bintaro, dan sebagainya. Semuanya tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan Bogor, serta Parung, dan beberapa tempat lainnya. Berikut hasil petikanwawancara reporter Muzakki dengan Ikang Fawzi tentang hobiyang justru membuat hidupnyapenuh dengan kreativitas, di kediamannya di perumahan Pelangi Bintaro.

 

Sejak kapan Mas Ikang terjun ke dunia musik?

Saya terjun ke dunia musik sejak 30 tahun lalu. Mungin karena orang tua saya juga adalah seorang pencipta lagu, sehingga mengalirkan bakat itu dalam diri saya. Bahkan sampai hari ini saya masih ngamen. He.

 

Apa saja aktifitas Mas Ikang dibidang musik dan entertainment?

Sudah ada beberapa album solo dan campuran. Album pertama “STAFF” pada tahun 1981. Ada sekitar 1 album group dan 6 album solo, serta beberapa album campuran lainnya. Saat ini saya sedang mempersiapkan album baru, dan juga akting terbaru saya bulan Februari nanti di film Negeri Lima Menara dan Malaikat Tanpa Sayap.

 

Bagaimana ceritanya Mas Ikang bisa berkecimpung di dunia properti ini?

Saya masuk ke dunia properti lebih sebagai hobi saja. Sejak tahun 1990, saya sudah menjalankan usaha perumahan, baik perumahan umum maupun perumahan untuk para karyawan. Tak hanya aktif di bisnisnya saja, tapi juga di KADIN. Sudah dua periode terakhir saya aktif di KADIN. Ada beberapa perumahan yang sudah berdiri, baik di Jakarta, Bogor, dan sekitarnya.

 

Apakah kegiatan itu bisa dikatakan memberikan kemanfaatan bagi orang lain?

Bagi saya musik adalah jiwa. Dan musik yang masuk dalam ranah entertainment itu sangat bermanfaat. Semua yang saya lakukan memiliki unsur entertainment, bukan hanya dalam musik dan akting, tapi juga dalam properti. Ketika saya merancang sebuah produk, saya selalu menyisipkan unsur entertain di dalamnya, dimana entertainment itu sendiri dapat diartikan sebagai membahagiakan atau memberi kesenangan pada orang lain. Tentu saja hal tersebut bermanfaat karena bisa memberikan kenikmatan dan kebahagiaan pada orang lain.

 

Bagaimana cara Mas Ikang memadukan antara bisnis di bidang properti ini dengan bidang yang Mas geluti saat ini di entertainment?

Entertainment itu sebenarnya adalah bagaimana kita menghibur dan memberikan kebahagiaan pada orang lain. Dan itu berlaku untuk seluruh produk. Dalam musik dan akting sudah pasti murni entertainment. Lalu bagaimana dengan properti? Sama. Ketika kita merancang sebuah perumahan, kita pun memasukkan unsur entertainment nya, bagaimana dalam perumahan itu harus indah penataannya, harus ada tempat belanja, sekolah, rumah sakit dan lain sebagainya. Sehingga orang-orang yang tinggal di sana mendapatkan kemudahan, dan juga bangga tinggal di lingkungan yang indah dengan fasilitas yang juga baik. Saya sangat bersyukur berkecimpung di dunia entertainment, karena akan sangat bahagia rasanya ketika melihat orang lain bahagia.

 

Selain properti, bisnis apa saja yang pernah Mas Ikang geluti?

Saya pernah membuat sebuah rumah makan di pinggir pantai dengan hidangan seafood dari berbagai negara di Asia. Di tempat itu pula ada panggung besar yang menampilkan musik dan penampilan dari berbagai negara yang ada hidangannya di restoran tersebut. Indonesia, Korea, Malaysia dan sebagainya. Semua pengunjung yang makan di sana tak hanya puas akan hidangannya, tapi juga senang melihat penampilan dan pertunjukkannya. Bagi saya apapun itu, harus bisa menghibur dan menyenangkan orang lain.

 

Terkait dengan kedua putri yang sudah besar sekarang, apakah Mas Ikang membatasi mereka agar sesuai keinginan, atau membebaskan mereka berkreativitas?

Sejak kecil saya mengajarkan musik kepada anak-anak saya. Mereka bisa bermain gitar dan piano, juga menulis lagu. Saya menanamkan pendidikan seni yang dapat membangun imajinasi dan kreatifitas mereka. Kini mereka sudah beranjak dewasa, sudah mulai menemukan pekerjaan mereka sendiri. Saya membebaskan mereka, saya hanya membantu mereka menemukan kekhasan diri mereka.

 

Bagaimana cara Mas Ikang mendidik kedua putri ini dengan baik?

Saya selalu mengajarkan mereka untuk tidak hidup di zona nyaman. Seperti halnya saya selalu memposisikan diri di zona yang tidak nyaman. Saya membatasi mereka untuk tidak terlalu lama bekerja sama orang , seperti halnya saya yang tidak pernah bekerja dengan orang lain. Ketika kita berada dalam posisi tidak bekerja, maka tentu saja kita tidak nyaman dan kita mulai berpikir apa yang harus saya lakukan, bagaimana caranya agar saya bisa mendapat pemasukan, dan itulah yang akan membuat seluruh kreatifitas kita bermunculan. Kini putri sulung saya telah bekerja sebagai reporter di sebuah stasiun televisi, dan yang bungsu masih kuliah di Malaysia sambil menekuni dunia animasi. Ia menjadi animator sebuah film kartun berjudul Upin Ipin yang tak hanya booming di Malaysia tapi juga di Indonesia.

 

Pesan apa yang ingin disampaikan kepada pembaca agar bisa terus mengasah kreativitas dan mengembangkan kemampuan mereka?

Saya selalu berpesan kepada kedua putri saya bahwa kreativitas itu, nggak ada matinya. Ketika kita gagal dengan cara yang satu maka harus coba cara yang lain. Ketika proyek kita tak berhasil, maka buatlah proyek yang lain, maka kita akan menjadi pribadi yang penuh dengan kreativitas. Pesan saya juga kepada seluruh pembaca Muzakki, bahagiakan orang lain dengan berbagai cara. Maka, lnsya Allah kebahagiaan juga akan mewarnai kehidupan kita.  (K/L)

 


AddThis Social Bookmark Button