Mendapat Hidayah Di Nusantara
JANUARI 2012
Wahyu Sapurno Saputro

Allah sudah berjanji bahwasannya agama itu mudah hanya manusia yang mempersulit. Semua ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan memberikan akhir yang indah dan sebuah kemenangan. Contohnya ketika kita melakukan ibadah tarawih, sepulangnya kita pasti merasa bahagia. Subhanallah. Contoh lain yang ironis dalam kehidupan dijalan Allah.
Siapa yang tak kenal Wahyu Bule, begitu ia disapa. Pria yang wajahnya sering terlihat wara-wiri membawakan acara realiti show Religi” Rahasia Sunah” ini mempunyai banyak kisah menarik sekitar perjalanan hidupnya. Wahyu Sapurno Putro itulah nama lengkapnya setelah ia menetap di Indonesia dan memutuskan mejadi seorang mualaf pada tahun 1999. Berbagai pengalaman rohani pun dilewatinya dengan penuh kesabaran. Keputusan terbesar dalam hidupnya untuk berpindah keyakinan mengantarkannya pada kesuksesan yang begitu ia syukuri. Berikut kisahnya yang berhasil kami angkum rangkum.
Kapankah pertamakali Mas Wahyu datang ke Indonesia?
Saya pertamakali datang ke iIndonesia dalam rangkar libur kuliah sekitar tahun 80an. Namun untuk domisili menetap di indonesia pada tahun 90an. Ketika itu saya mengundurkan diri di perusahaan tempat bekerja di Australia. Dan setelah itu saya mendapatkan banyak tawaran untuk bekerja di perushaan di eropa dan negara lain tapi saya memilih di indonesia. Karna menurut saya Indonesia lebih menarik dengan berbagai macam perbedan budaya namun tetap satu, bahasa dan suasana yg berbeda dan tujuan utama saya datang semata untuk bisnis. Meskipun sebelumnya sempat berfikir saya di Indonsia cukup 1-3 tahun saja dan saya kembali balik ke negara asal saya, Tapi ternyata saya betah dan sampai saat ini masih di Indonesia.
Apa yang membuat Mas Wahyu tertarik dan memilih Indonesia?
Banyak terutama dari tantanganya. Pada tahun 90an Indonesia berbeda sekali jauh dengan sekarang. Dimana barat dan Indonesia sangat berbeda, mulai dari kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu menjadi tantangan bagi saya untuk bisa menyesuaikan dan bisa membiasakan kebiasan orang Indonesia. Apalagi awalnya saya benar-benar belum bisa bahasa Indonesia.
Daerah mana yang pertama kali dikunjungi di Indonesia?
Saya pertama kali datang ke Jakarta dan Bali. Tapi saya merasakan bahwa Bali dan barat tidak jauh berbeda karna Bali memang banyak turis dan kehidupannya sudah kebarat-baratan. Tapi kalo Jakarta waktu itu sangat luar biasa dengan kemacetan yang sangat luar biasa negara ini. Pada saat itu hanya ada beberapa hotel di Indonesia dari sisi gedung tapi dari segi masyarakat Indonesia sangat padat. Saya lahir di Skotlandia tapi bermigrasi dan dibesarkan di Autstralia. Saya datang ke Indonesia sendiri. Saya anak tunggal dan ayah ibu saya sudah meninggal ketika saya pindah ke Indonesia.
Apa alasan Mas Wahyu dulu memilih Jogja?
Ada orang luar, teman lama waktu di sidney yang menawarkan saya bekerja diperusahaan menengah yang bergelut di dunia karya semacam buah tangan. Meskipun tidak terlalu besar tetapi cukup menyenangkan bagi saya bekerja disana. Dia menawarkan pekerjaan di pabriknya. Ketika itu kebetulan saya juga sedang tidak ada pekerjan. Lalu saya bantu dia.
Bisa Mas Wahyu ceritakan pengalaman ketemu keluarga di Jogja?
Pak suparno? Waktu krismon (krisis moneter) dan banyak kerusuhan. Kebetulan kontrakan saya disamping kampus. Meskipun saya tidak merasa terancam dan merasa tetap aman, karna menurut saya itu masalah internal dan tidak ada sangkut pautnya dengan saya yang orang luar waktu itu. tapi dari kantor menyarankan ada penjaga rumah yaitu pak Suparno. Saya begitu akrab dengan beliau. Saking dekatnya semakin kelamaan justru terbalik saya yang merasa beliau bapak saya hingga saya kenal keluarga istri dan anaknya. Hingga suatu saat saya meminta beliau untuk bersedia mengganti kedua orang tua saya jadi bapak angkat saya, alhamdulillah bapak,ibu dan keluarga sangat menyambut dengan senang. Hingga kini mereka menjadi keluarga saya.
Cerita apa yang ada dibalik nama Wahyu Suparno Putro?
Ketika saya menjadi mualaf saya diberi nama Muhammad Wahyu. Tapi saya merasa berat menggunakan nama Muhammad. Saya berjanji kelak ketika saya sudah umrah atau berhaji saya baru mau menggunakan nama Muhammad. Tapi hingga akhirnya saya menggunakan nama bapak. Wahyu Suparno Putro. Meskipun banyak orang yang mananyakan nama asli saya sebelum mualaf, tapi saya tidak ingin mengingat masa lalu itu. saya yang merasakan perubahan dari nama itu setelah saya memeluk islam. Saya merasakan lahir kembali, Allah memberikan ampunan bagi seorang mualaf atas segala dosa dimasa lalunya. karena itu saya tidak mengingat nama masa lalu saya karna seakan mengingatkan saya pada dosa lama. saya ingin mengubur itu dengan nama baru dan saya mulai hidup yang jauh lebih baik dengan nama baru saya. Untuk mengingat nama lama itu seolah menarik saya ke masa lalu. Makanya jika ada yang bertanya saya tidak menghiraukan. saya butuh proses dan waktu untuk dapat mengenal islam.
Sejak kapan Mas Wahyu pertamakali mengenal Islam?
Sepertinya hingga kini negara barat sangat negatif terhadap islam. Waktu saya kecil di Australia ada beberapa teman saya yang muslim hanya saya tidak begitu peduli dan memperhatikan. Saya ingin mereka semua melihat bahwasannya islam itu indah. Memang dulu waktu saya kecil berita yang mengggambarkan dunia islam itu begitu mengerikan, misalkan di Irak, Iran dan sebagainya. Padahal mungkin itu hanya sebagian kecil dari yang ada. Mungkin mereka hanya mengambil bagian buruk dari hal yang baiknya. Meskipun dulu awalnya saya sangat berhati-hati datang ke Indonesia, tapi kembali kepada pribadi masing-masing. Dimana kita mencerminkan baik-buruknya dari kita kembali kepada diri kita. Tapi saya tidak memungkiri berapa hal dari luar juga ada yang baik. beberapa hal itu misalnya dari hal kebersihan, dan kejujuran.
Dengan cara apa Allah memberi hidayah kepada Mas Wahyu?
Dulu ketika pertamakali tinggal di jogja, rumah kontrakan saya dekat dengan mushal. Saya sering mendengar suara adzan dan awalnya sangat merasa terganggu sekali. Saya merasa kesal karna speaker di arahkan tepat kerumah saya. apalagi ketika bulan ramadhan tiba. Namun seiring berjalannya waktu saya menjadi terbiasa dan justru melalui adzan itulah hati saya tergerak dan terpanggil hingga saya mendapatkan hidayah Allah.
Kapan Mas Wahyu memeluk agama Islam dan menjadi seorang muallaf?
Rasanya keliru jika orang-orang menyebut saya mualaf akhir-akhir ini. Karena saya pertama kali mengucapkan dua kalimat syahadat pada tahun 1999 dan diulangi lagi tahun 2003 karna fakta manusia ingin ada bukti untuk membuat sertifkat. Dan itu sangat memberi perubahan total, meskipun saya tidak bermaksud memamerkan masalalu saya. dengan menjadi seorang muslim saya merasa terlahir kembali. Bagi saya untuk menjadi seorang muslim secara lisan beribadah itu sangat mudah namun mengamalkannya tidak segampang itu.
Apa yang dirasakan ketika mengucapkan dua kalimat syahadat?
Rasanya tenang dan diibaratkan saya mudik kekampung halaman. Tenang, bahagia, senang dan merasa sampai pada satu tujuan hidup dimana satu komitmen yang tidak dapat disepelekan. Dimana membaca dua kalimat syahadat. Allah sudah memberikan janji bahwa agama itu mudah hanya manusia yang mempersulit. Ibadah itu karna Allah. Dan ibadah itu sering manusia melupakannya. Banyak manusia yang melakukan ibadah karena lingkungan atau karena orang lain. Pelajaran yang cukup sulit bagi saya sejak dulu, dimana saya melakukan ibadah agar semua orang senang pada saya hingga saya sadar bahwa tak mungkin semua orang senang pada saya hingga akhirnya saya tau bahwa ibadah saya hanya karna Allah semata.
Pengalaman apa yang Mas Wahyu rasakan pertama kali berpuasa?
Ketika memeluk Islam dan melakukan ibadah puasa, itu bukanlah pengalaman pertama karna sebelumnya saya sudah pernah berpuasa. Tetapi kebahagiaan dan kenikmatan berpuasa sungguh tak tergantikan. Terlebih ketika saya menjadi seorang muslim. Berpuasa menjadi hal yang sangat menyenangkan dan saya rasakan begitu nikmat. Antara berpuasa diwaktu sebelum dan sesudah saya memeluk Islam sangat jauh berbeda. Saya merasa lebih menikmati. Karena dalam Islam kita menjalankan ibadah itu hanya karna Allah bukan untuk pamer dan sebagainya. Karena Allah memberikan ketenangan dihati, yaah acheefmentlah istilahnya. Dimana kita telah meraih suatu hasil yang tak dapat dinilai oleh uang dan apapun melainkan kepuasan batin yang diberikan Allah. Ketika berpuasa dalam keadaan muslim, kita melakukan ibadah itu dengan satu tujuan yakni ridha Allah. Dan Allah menggantikannya dengan pasti balasan yang tidak kita ketahui dan senantiasa menjadi rahasia Allah. Dimana Allah membalas dengan caranya sendiri, yang begitu indah. Berupa kenikmatan batin terutama yang tak tergantikan dengan apapun.
Adakah kesulitan yang didapat ketika Mas Wahyu mempelajari ajaran Islam?
Allah sudah berjanji bahwasannya agama itu mudah hanya manusia yang mempersulit. Semua ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan memberikan akhir yang indah dan sebuah kemenangan. Contohnya ketika kita melakukan ibadah tarawih, sepulangnya kita pasti merasa bahagia. Subhanallah. Contoh lain yang ironis dalam kehidupan dijalan Allah. Contoh lain, ketika kita melakukan sujud dalam shalat. kita tidak pernah merasa berat, tapi tubuh ini terasa ringan dan mudah kita membungkukkan badan dan bersujud yang artinya kita merasa rendah dimata Allah sang pencipta. zaman sekarang kita banyak menemukan fenomena dimana sesama muslim bertemu enggan mengucapkan salam yang sebenarnya menunjukan keimanan dari pribadinya sendiri. Kita harus mencerminkan bagaimana diri kita terlebih dahulu agar orang lain tau bagaimana cara menghadapi kita. Melakukan perintah Allah itu mudah dan yang bikin susah itu godaan syaitan.
Adakah penyesalan ketika Mas Wahyu memutuskan untuk pindah keyakinan?
Tidak ada rasa sesal sedikitpun bahkan yang ada saya sangat bersyukur atas anugerah ini. Ketika itu di jogja saya memutuskan sendiri. Ketika saya mendapatkan hidayah dari Allah, saya benar-benar mantap dan tidak ada rasa sesal. Sangat bersyukur, padahal dulu di Jogja semua sangat toleransi dengan keyakinan saya sebelumnya. Tapi Allah lagi-lagi membuka hati saya dengan sangat luar biasa. Saya datang ke Indonesia dan disinilah saya mendapatkan berbagai pelajaran dan mengenal islam.
Bagaimana kiat Mas Wahyu agar tetap istiqomah menjalani hidup sebagai seorang muslim dan apa pesan anda untuk pembaca muslim?
Saya membuat janji pada diri sendiri yakni apa yang yang saya lakukan ibadah di bulan ramadhan itu juga harus saya kerjakan dibulan setelahnya. Contohnya melakukan sembahyang berjamaah subuh dimesjid. Kita harus disiplin, jangan mundur dan tetap konsisten dengan apa yang sudah menjadi pilihan. Allah memberikan jalan kepada umatnya untuk menikmati hidup dan menjadi orang yang lebih bernilai. /Jh
Biodata :
Nama : Wahyu Sapurno Putro
Ttl : Skotlandia, 28 Juli 1963
Aktivitas : Pemain Sinetron dan Presenter






