Memberdayakan Umat Dengan Qurban

NOVEMBER 2011

 

Bagi setiap muslim, berqurban merupakan hal yang sangat diharapkannya. Di mana tidak setiap muslims dapat melakukan perintah Allah sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Ibrahim As.

Telah kita ketahui, makna berqurban itu adalah bukti dari pengorbanan dan ketaatan seorang hamba terhadap Tuhannya. Qurban yang biasa dilakukan pada setiap hari Raya Idul Adha di bulan Dzulkhaijjah. Hewan yang dapat dijadikan qurban diantaranya, sapi, kerbau, unta, domba dan kambing. Berbicara mengenai hal ini, tidak mudah mendapatkan hewan qurban tersebut yang memenuhi syarat sesuai dengan syariat. Begitu juga dengan ukuran harga hewan qurban yang terkadang membumbung tinggi sehingga menjadi hambatan bagi sebagian muslim untuk berkurban.

 

Ponco Nugroho(38) adalah seorang Direktur Kampoeng Ternak. Suatu bidang peternakan yang awalnya mengelola domba sehat dan terfokus

pada domba garut yang hingga kini semakin berkembang menjadi Kampoeng ternak. Awal mulanya, Kampoeng Ternak ini berdiri sebagai wadah di mana para peternak  yang berdomisili di pedesaan agar dapat lebih mengoptimalkan ternak mereka. Dompet Dhuafa dengan program kampoeng ternaknya berhasil mengembangkan para peternak di daerah-daerah hampir disetiap provinsi di Indonesia secara merata. Sebagaimana yang Ia ungkapkan, prgram ini ditujukan untuk kaum dhuafa, agar mereka dapat mengelola hewan ternak mereka menjadi lebih baik. Dan tentunya agar mereka sendiri menjadi peternak profesional yang mandiri dan kompeten baik secara pengetahuan maupun modal itu sendiri.

“Kampoeng Ternak selain bertujuan  memberdayakan masyarakat (dhuafa) di pedesaan dalam bidang pengelolaan ternak domba dan kambing, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar pada saat musim qurban. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan  petani-peternak sasaran, meningkatkan kepemilikan asset produktif petani-peternak sasaran, dan membangun etos kemandirian dalam komunitas peternakan rakyat. Dapat mengembangkan potensi ternak lokal.  Serta terbangunnya sentra produksi peternakan  untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri,” ungkapnya.

Program Kampoeng Ternak sendiri yang sudah berjalan kurang lebih dalam kurun waktu 10 tahun, kini telah menembus pasar lokal dan luar daerah seperti perkotaan. Program ini berhasil  mendapat sambutan baik dari  masyarakat.  Karena program ini memang sangat membantu perkembangan perekonomian masyarakat di daerah itu sendiri. Hingga akhir 2006, program pemberdayaan peternak telah menjangkau 18 propinsi dengan melibatkan 1.475 kepala keluarga petani-peternak dhuafa. Selain mendapatkan keuntungan ekonomi, para peternak dhuafa ini juga mendapatkan pembinaan teknis beternak dan pembangunan etos kerja, semangat untuk mandiri, dan pendalaman pemahaman spiritual.

“Dengan misi menumbuh kembangkan entitas dan iklim sosial entrepreneurship dalam komunitas peternakan rakyat. Kami juga ingin meningkatkan kualitas kesejahteraan petani-peternak. Dengan strategi membangun jaringan  peternakan rakyat yang terbaik di Indonesia. Karenanya, hal ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hayati ternak asli Indonesia,” ujarnya. Jelaslah bahwa Kampoeng Ternak sangat membantu para peternak desa yang kurang pengetahuan dalam mengelola hewan ternak mereka.

Program yang berasal dari masyarakat,oleh masyarakat dan untuk masyarakat ini diharapkan dapat semakin berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan yang ditargetkan. Meskipun tak dapat dipungkiri, berbagai macam hambatan yang diantaranya persaingan dagang dengan hewan import yang lebih menembus pasar ibu kota. Hal ini diakui Ponco Nugroho cukup memprihatinkan, karena memang pengiriman hewan import itu sendiri legal dari pemerintah sehingga para peternak yang tergabung dalam Kampoeng Ternak ini harus berusaha lebih giat lagi agar dapat bersaing di pasaran.

Adapun harapan dari Kampoeng Ternak itu sendiri seperti yang diungkapkan oleh Ponco ingin menjadi lembaga atau perusahan yang mewadahi para peternak yang beranggotakan para kaum dhuafa untuk lebih maju dan berkembang. Kampoeng Ternak juga berharap dapat meningkatkan martabat para mustahik peternak dan menjadikan para peternak yang memiliki keahlian dan mampu menjadi contoh yang menanamkan nilai positif bagi para peternak lainnya.  (jh)

 

Nama : Ponco Nugroho
TTL : Madiun 26 Mei 1973
Jabatan : Directur Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa
AddThis Social Bookmark Button