Profil Pribadi Muslim

More Articles...

Antara Hobi, Kreasi Dan Kesuksesan

FEBRUARI 2012


Yang muda yang berprestasi dan berkreasi! Ungkapan itulah yang tepat untuk Aulia Halimatussadiah. Berawal dari kegemarannya bercengkrama dengan internet yang membuatnya keranjingan semenjak ia duduk di bangku SMP dulu.  Alhasil kegemaran dan hobinya itu, kini menjadi satu kreasi dan membawanya pada bebagai macam prestasi yang gemilang.

Wanita yang sudah menulis sejumlah buku ini tak hanya memendam hasrat menulis untuk dirinya sendiri melainkan ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan atau siapapun untuk ikut menulis. Dengan segenap kesungguhan dan ide cemerlangnya, ia akhirnya membuka satu lahan bisnis yang berkutat di dunia tulis menulis dan membaca. Gayung pun bersambut, ia semakin bersemangat ketika mendapat dukungan dari orang tua dan sambutan positif dari khalayak. Aulia pun semakin melebarkan sayapnya di dunia bisnis yang diakuinya telah dia jalani dengan serius sejak tahun 2006. Berbagai cerita penuh inspiratif didapat ketika menyambangi kantornya di daerah Pancoran.

Berkat kegemaraan membaca dan menulis, wanita kelahiran Yogyakarta 17 Juni 1983 ini, akhirnya mengantarkan dirinya dalam kesuksesan di usia yang masih muda. Berbekal kepercayaan dari kedua orang tua yang mengizinkannya dapat dengan bebas menggunakan akses internet, selama itu dalam hal yang positif dan bertanggung jawab. Kedua orang tuanya pun tetap memberikan kontrol kepada putri sulungnya ini. Hal ini membuat Aulia berpikir keras bagaimana caranya menggunakan internet dengan baik dan bermanfaat. Hingga pada akhirnya, Aulia  berhasil menjadi pelopor muda yang mencetuskan sebuah web menulisbuku.com, sebuah forum yang juga berkutat di dunia bisnis akan penulisan. Di sini Aulia menjembatani antara dirinya dengan para penulis buku yang notabenenya masih awam dan takut buku mereka tidak dapat diterbitkan. Melalui web yang dia bangun bersama teman-temannya di tahun 2010 “nulisbuku.com”. Dengan cara ini, Ollie, sapaan akrabnya secara tidak langsung dia mencoba merangsang masyarakat untuk terus berkarya dan berkreatifitas melalui tulisan. ”Dengan begini saya bisa menjadi jembatan antara penulis dan pembaca, serta menjadi sarana merangsang orang menjadi penulis dengan mudah. Boleh dibilang, ini semacam pintu awal atau batu loncatan menulis buku,” ujar Ollie.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Sebenarnya Kita Juga Bisa Lebih Sukses

FEBRUARI 2012

 

Setiap seseorang sudah memiliki kemampuan untuk dapat mengekpresikan diri. Hal yang  mendasar adalah mau atau tidak seseorang merubah kondisi ke arah yang lebih baik. Sehingga jangan sampai pada akhirnya malah, ‘mengkambing hitamkan’ lingkungan atau diri sendiri. Berbekal pemahaman akan hal itu, Hikmat Kurnia meniti jalan hidupnya, mengembangkan kreatifitas dan talentanya hingga kini  menjadi pemilik  Penerbitan Agromedia Grup.

Berawal dari bekerja di sebuah penerbitan membuat seorang Hikmat Kurnia kini bisa memiliki usaha penerbitan yang terbilang besar.  Namun memang semuanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebuah jabatan yang cukup tinggi yakni direktur  disebuah penerbitan akhirnya ia tinggalkan.Hikmat, demikian ia akrab disapa, kini membuktikan kalau usaha yang selama ini dijalani membuahkan hasil. Dirinya bersama sejumlah kawan dekatnya memiliki 17 penerbitan, enam distributor, EO, dan percetakan. Bahkan ke depan, rencana akan mengembangkan sayap seperti pengiriman barang (kargo) dan produksi dan distributor bahan bangunan.

“Paling tidak seseorang dapat mengembangkan kemampuannya dilihat pada hobi, pengalaman, dan pendidikan. Pengalaman saya di penerbitan, kenapa tidak diteruskan pekerjaan yang pernah saya jalani,” ujar Hikmat salah seorang pendiri penerbitan Agromedia group.

Memulai kembali penerbitan, lanjut Hikmat, bukan tak ada masalah yang ia harus hadapi. Bahkan awal-awal Agromedia berjalan, hanya dirinya dan seorang office boy yang menemani Agromedia memulai menjadi penerbitan. Pekerjaan yang sempat ia lakukan, kembali dijalani seperti mengemas buku dan wawancara narasumber.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Muallaf Center Wadah Pembinaan Aqidah Bagi Para Muallaf

JANUARI 2012

 

Mempelajari Islam secara utuh dan kontinyus bukanlah hal yang mudah, terutama bagi seseorang yang baru saja memeluk Islam (mualaf).  Mualaf Centre menjadi oase bagi para pemeluk Islam dini.

Memang tidak mudah bagi setiap orang yang baru saja memeluk islam (Muallaf) dalam menjalankan segala bentuk perintah agama dan ajaran Islam lainnya baik yang wajib ataupun sunnahnya. Ada sebagian dari mereka hanya tahu menjalankan ajaran Islam tentang wajibnya saja, begitu pula sebaliknya.

Disini Muallaf Center hadir dengan memberikan bimbingan kepada para pemula yang baru saja memeluk agama islam. Muallaf Center yang beranggotakan kurang lebih dari sepeluh ribu orang, baik dari seluruh Nusantara maupun mancanegara yang mencari kebenaran tentang keesaan Allah swt.

Muallaf center berperan besar dalam meluruskan akidah para muallaf yang kebanyakan dari mereka belum paham tentang ajaran Islam. Mereka (Muallaf Center) berusaha keras dalam membina serta membangun karakter para mulaaf agar tetap teguh dengan keimanannya.

“Muallaf Center berdiri sejak awal tahun  2003 yang berlatar belakang kepedulian mereka terhadap saudara-saudara mereka yang membutuhkan informasi tentang Islam”, tutur  Indra wibowo pria kelahiran  Jakarta, 14 Juli 1981.

Berdasarkan pengalaman beliau ketika ia memutuskan untuk pindah agama memang suatu hal yang berat baginya karena dia harus menanggalkan keyakinannya kuarang lebih 11 tahun yang lalu. Banyak hal yang dia lewati baik cemohan dari kerabat ataupun temannya, namun berkat keyakinannya bahwa Allah SWT akan menolongnya maka dia tetap bertahan pada akidahnya.

“Ditahun ketiga saya memeluk islam, banyak sekali cobaan yang harus saya tempuh seperti di usir dari rumah dan bertengkar dengan orangtua saya. kemudian setelah itu saya mulai mempelajari islam secara otodidak”, tutur indra.

Dari sinilah indra dan teman-temannya mulai membentuk suatu lembaga yang menangani kebutuhan dari para mullaf dari mulai membimbing, memberi bantuan keperluan untuk beribadah serta konsultasi tentang Islam. Karena ketika dia mengenal Islam ketika itu tidak ada perhatian dari lemabaga manapun kepada para muallaf yang membutuhkan kebutuhannya.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Tanamkan Tauhid dalam Berperilaku

JANUARI 2012


Mempelajari indahnya Islam bersama PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia), akan terasa mendalam ajaran islam ternyata mampu membentuk perilaku sehari-hari, agama yang sempurna.

Islam sejatinya selalu memberikan kemudahan penganutnya untuk taat kepada Allah SWT. Berbagai pendalaman ilmu, setidaknya turut menghantarkan seseorang memahami makna dari perjalanan hidup yang sesaat ini. Penghayatan dari ilmu, yang kemudian akan menjadikan seseorang untuk selalu menebar kebaikan.

Perjalanan mendalami Islam bagi ketua PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) DKI Jakarta H M Syarif Siangan Tanudjaja, bukan hal mudah yang kini ia terus akan jalani. Islam agama kasih sayang, sudah sepatutnya dijalani oleh orang-orang yang menginginkan Islam tetap berjaya.

“Paling penting adalah penghanyatan terhadap tauhid dalam perilaku kita sehari-hari. Tidak saja secara lisan tapi harus dipraktikkan dalam keseharian kita,” kata Syarif yang sejak masuk Islam pada 1975.

Aktifitas Syarif yang cukup strategis, rasanya itu yang ingin terapkan dalam kesehariannya bersama para muallaf lainnya dalam mengajarkan makna Islam sesungguhnya. Diakui Syarif, biasanya mereka yang baru masuk Islam akan sulit diterima orang lain. “Kita ingin para muallaf merasakan indahnya Islam. Kita bimbing tentang berbagai ilmu seperti ketuhanan (tauhid) dan sediakan ruang konsultasi,” jelasnya.

Bersama keluarga, Syarif mengarahkan muallaf untuk memiliki keteguhan iman. Tak jarang dalam satu pekan sekali, ia mengadakan pengajian agar muallaf yakin kalau Islam agama yang sempurna dan selalu mendidik umatnya.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Pengolah Sampah, dari Mojang Bandung

DESEMBER 2011

 

Peran wanita dalam berkarya, rasanya harus tetap diperhatikan. Wanita tidak saja berkarya untuk keluarganya, lebih dari biasanya wanita mungkin sedang berperan untuk perubahan bangsanya agar jauh lebih maju.

Perjalanan Khilda Baiti Rohmah, (23) sebagai aktivis lingkungan hidup kini sudah tidak diragukan lagi. Berbagai penghargaan skala nasional maupun internasional pernah disabetnya. Lebih dari itu, pengabdiannya kepada masyarakat ia buktikan saat dikampusnya pada 2009 mengadakan praktek kerja di Sukabumi.

Khilda, demikian ia disapa, sebenarnya mulai aktif di lembaga lingkungan hidup pada 5 Juni 2006 atau tepatnya disaat hari lingkungan hidup sedunia. Sedangkan waktu itu di Taman Ganesha Bandung sedang mengadakan sebuah acara dan ada stan, yaitu Yayasan Pengembangan Biosains Bioteknologi (YPBB) bergerak dibidang penyadaran lingkungan menjadi salah satu stan di antara stan lainnya.

“Dua tahun menawarkan diri menjadi relawan di YPBB, banyak ilmu yang saya dapat. Semakin saya membaca buku tentang pengolahan sampah, saya tertarik. Padahal waktu itu saya masih kelas dua SMA,” kata Khilda yang kini sedang mengakhiri pendidikan di Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Pasundan Bandung.

Puncaknya, Khilda tertarik dengan pengolahan sampah saat dirinya mengetahui dekat rumah neneknya di Bandung seorang kakek pengangkut sampah sejak 35 tahun lamanya tapi penghasilannya tidak kurang Rp 250.000/bulan. Bagi Khilda, meski sampah asal mengetahui cara pengolahannya bisa tak mungkin memiliki keuntungan.

“Saya berfikir bagaimana pengangkut sampah bisa mandiri, paling tidak memiliki penghasilan lebih dari cukup,” ujar anak pertama dari enam bersaudara itu.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...