Raih Kesuksesan Dengan Bersikap Kreatif

FEBRUARI 2012

Manusia memiliki begitu banyak kelebihan yang diberikan oleh Allah swt. Mulai dari panca indra, kekuatan fisik, kemampuan berpikir, cinta, kasih sayang, hingga berbagai kepribadian yang unik. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan segala kemampuan  yang kita miliki dan bagaimana kita memunculkan sisi kreatif dalam diri kita demi tercapainya kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Kreatif Itu Tidak Meminta

Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Nabi yang terkenal akan kekayaannya. Ketika hijrah ke kota Madinah, Abdurrahman bin Auf meninggalkan seluruh harta kekayaannya yang melimpah di Mekkah. Ia kembali ke titik nol ketika ia tak memiliki kekayaan barang sebiji kurma pun. Di Madinah ia dipersaudarakan dengan kaum Anshar. Ketika dipersaudarakan, beliau ditawarkan sebagian harta, bahkan juga salah satu istri dari sahabat  Anshar tersebut, namun Abdurrahman bin Auf menolak semua itu dan hanya meminta untuk ditunjukkan letak pasar Madinah.

Hari pertama di pasar, Abdurrahman bin Auf bekerja sebagai kuli panggul. Sambil bekerjaia mengamati kondisi pasar mulai dari komoditas barang  yang diperdagangkan, kondisi persaingan antar pedagang, perilaku konsumen, sistem distribusi barang, dan peluang pasar yang masih terbuka. Hari kedua, Abdurrahman bin Auf sudah beralih dari kuli panggul menjadi salah satu pemasok barang dagangan pasar. Berkat kepiawaiannya dalam berdagang yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, terutama dalam menjaga kepuasan pelanggan,tidak butuh waktu lama, ia sudah mampu mengelola usahanya dengan menggunakan modalnya sendiri. Sebulan kemudian,  Abdurrahman bin Auf menghadap Rasulullah dengan membawa emas sebesar biji kurma untuk meminang seorang gadis. Setahun kemudian, beliau sudah mampu mengeluarkan infak yang jumlahnya sangat fantastis, apabila dikurskan dalam rupiah nilai nominalnya sebesar  42,5 triliun rupiah. Hal tersebut tentunya tidak akan terjadi jika Abdurrahman bin auf hanya berpangku tangan menerima harta yang disodorkan padanya. Justru karena ia berusaha menggali seluruh potensi yang dimilikinya, cerdas melihat peluang usaha dihadapannya, dan berusaha untuk berpikir kreatif, maka ia mendapatkan keuntungan yang luarbiasa.

Cerita di atas hanyalah sekelumit kisah hidup seorang Abdurrahman bin Auf, satu dari sepuluh sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Sungguh ia adalah salah seorang sahabat yang dimuliakan oleh  Allah. Namun, ia pantang meminta dan berpangku tangan. Ketika kaum Anshar yang dipersaudarakan padanya memberikan harta, bahkan  istri, Abdurrahman bin Auf memilih untuk tidak menerimanya, ia justru berusaha dengan segenap kemampuannya. Ia menggali segala kemampuan dan kreativitas yang dimilikinya hingga mampu menghasilkan kekayaan seperti yang ia dapatkan di Makkah dulu. Dan, ia tak lupa untuk berinfak dan berbagi dengan sesamanya. Lalu, tidak malukah kita, jika hanya mampu meminta dan menggantungkan hidup kita kepada orang lain? Jangankan berinfak seperti Abdurrahman bin Auf, menolong hidup kita sendiri saja kita tak  mampu.

Kreatif  Itu Penting

Kreatif itu penting, karena dengan berpikir kreatif kita dapat menciptakan suatu kreasi dalam hidup kita. Kreasi yang kita buat itulah yang akan menunjukkan identitas diri kita. Dengan berpikir kreatif juga dapat membantu kita dalam penyelesaian tiap masalah yang terjadi. Untuk itulah kreativitas sangat penting dalam hidup ini.

Orang-orang yang kreatif biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga tidak segan-segan untuk terus belajar dan bertanya. Hal ini membuat orang-orang kreatif semakin cerdas dan berwawasan luas.Tak heran jika orang-orang seperti ini menjadi lebih maju pola berpikirnya. Ia tak mudah menyerah ketika kesulitan datang,  mampu menyelesaikan masalah dalam hidupnya, dan tentu saja berpotensi tinggi dalam meraih kesuksesan. Sungguh merugi jika kita tidak menjadi orang-orang yang kreatif. Karena itu, sama saja kita menumpulkan segala potensi yang kita miliki. Dan, bukankah itu namanya kita tidak mensyukuri nikmat dan anugerah yang Allah berikan kepada kita?!  Seperti dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 243: “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” Serta, surat Ibrahim ayat 7: “Dan (ingatlah juga), tatkalaTuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Allah menganugerahkan begitu banyak kenikmatan yang harus kita syukuri dengan cara mengoptimalkannya. Jika kita memaksimalkan seluruh potensi dalam diri kita dengan terus mengembangkan kreativitas dalam diri kita, maka kita bisa mensukseskan diri kita, menolong orang-orang di sekitar kita dan membahagiakan keluarga dan kerabat yang kita cintai, sebagaimana Abdurrahman bin Auf menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Tak ada hal yang lebih indah daripada berbagi kebahagiaan dengan sesame, dan berbagi kasih dengan orang-orang yang kita cintai. Semua itu dapat kita raih dengan mulai berpikir dan bersikap kreatif.  Tidak sekali-kali kita  duduk berpangku tangan. Gali seluruh potensi diri kita. Asah kreatifitas kita. Raih kesuksesan yang menunggu di depan mata dan jangan lupa untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Jadilah pribadi-pribadi seperti Abdurrahman bin Auf berikutnya.  (Vi)

 

 

Renungan :


Tangan Di Atas Lebih Baik Dari Tangan Di bawah

Semua manusia akan selalu mempunyai angan menjadi orang yang kaya, dan ia akan berderma dengan hartanya. Tapi, semua tak selalu jadi nyata, berbagai bentuk kemiskinan datang dan pergi tanpa permisi.Meskipun begitu, ini bukanlah satu dari sekian alasan untuk menjadi seorang peminta-minta. Dalam sebuah hadis Anas bin Malik ,menceritakan bahwa ada seorang lelaki dari kalangan Anshar yang datang menemui Nabi saw dan ia meminta sesuatu kepada beliau. Beliau bertanya kepadanya,”Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?” Lelaki itu menjawab,”Ada. Dua potong kain, yang satu dikenakan dan yang lain untuk alas duduk, serta cangkir untuk meminum air.” Beliau berkata,”Kalau begitu bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu datang membawanya. Rasulullah SAW bertanya,”Siapa yang mau membeli barang ini?” Salah seorang sahabat beliau menjawab,”Saya mau membelinya dengan satu dirham.” Beliau bertanya lagi,”Ada yang mau membelinya dengan harga yang lebih mahal?” Beliau menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat beliau yang lain berkata,”Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.” Maka beliau memberikan kedua barang itu kepadanya.Beliau mengambil uang dua dirham itu dan memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut. Beliau berkata,”Gunakanlah yang satu dirham untuk membeli makanan dan berikan kepada keluargamu. Lalu gunakan yang satu dirham lagi untuk membeli kapak, lalu bawa kapak itu ke hadapanku.” Lelaki itu pun pergi dan kembali lagi dengan membawa sebilah kapak. Nabi menggunakan kapak itu untuk membelah kayu dengan tangan beliau sendiri, lalu beliau berkata,”Pergi lalu carilah kayu bakar, lalu juallah. Jangan perlihatkan dirimu selama lima belas hari!” Lelaki itu pun pergi mencari kayu bakar dan menjualnya.

AddThis Social Bookmark Button