Keteguhan Memegang Tauhid
JANUARI 2012
Tidak ada selembar daun keringpun yang jatuh tanpa izin-Nya.Tidak ada setetes darahpun yang mengalir dalam tubuh ini tanpa izin-Nya.Tidak ada kematian seserat neuronpun di otak kita tanpa seizin-Nya.Tidak ada setitik pikiran dan seucap katapun yang sanggup dilontarkan manusia tanpa seizin-Nya.Lalu masihkah kita tidak tunduk pada ajaranNya? Dan masihkah kita tak mau bersujud kepadaNya? Atau masihkah kita tidak meyakini keberadaanNya? Maka teguhkanlah Imanmu dan genggam erat tauhid dalam relung hatimu.
Harus diakui kita seringkali putus asa dengan masalah yang kita hadapi.Merasa tak berdaya dan tak mampu menyelesaikan semuanya.Kita lupa bahwa sebagai manusia kita memiliki keterbatasan. Dan kita juga lupa bahwa sebagai zat yang maha kuasa lagi maha pemurah , Allah swt mampu melakukan segala hal termasuk menolong kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Karena sesungguhnya ujian datangnya dari Allah swt dan jalan keluar dari setiap masalah pun datangnya dari Allah ta’ala.Lalu mengapa kita tak ‘kembali’ padaNya memohon ampun atas segala dosa kita dan memohon jalan keluar atas segala masalah yang kita hadapi.
Kita seringkali tidak menyadari keberadaannya.Kita seringkali tak meyakini bahwa Allah Maha baik, maha pemurah, maha pemberi rizki, maha kaya dan maha segala-galanya.Padahal ketika kita meyakini Allah Maha kaya lagi maha pemberi rizki, maka Ia akn melimpahkan rizkiNya padamu.Ketika kita meyakini bahwa Allah Maha Penolong dan Pemurah, maka setiap kita kesulitan dan butuh bantuan, Allah senantiasa menolong kita. Hal tersebut hanya akan terjadi jika kita meyakininya dengan sepenuh hati.
Dalam hadist Qudsi diriwayatkan :“ Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia ingat kepadaKu didalam hatinya, Akupun ingat pula kepadanya didalam hatiKu. Dan jika ia ingat kepadaKu dilingkungan khalayak ramai, niscaya Akupun ingat kepadanya didalam lingkungan khalayak ramai yang lebih baik. Dan jika ia mendekat padaKu sejengkal, Akupun mendekat pula padanya sehasta. Jika ia mendekat padaKu sehasta, niscaya Aku mendekat padanya sedepa. Dan jika dia datang padaKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari “ Lalu bagaimana mungkin kita harus takut menghadapi segala masalah jika Allah akan selalu ada untuk kita selama kita pun selalu mengingatNya dan mengikuti perintahNya.
Allah Pencipta Langit dan Bumi beserta Isinya
“ Bahkan siapakah yang telah mencipta langit dan bumi dan menurunkan hujan dari langit untuk kamu? Lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman kebun-kebun (yang menghijau subur) dengan indahnya, yang kamu tidak dapat dan tidak berkuasa menumbuhkan pohon-pohonnya. Adakah sebarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? (Tidak!) bahkan mereka (yang musyrik itu) adalah kaum yang menyeleweng dari kebenaran (tauhid).” An-Naml [60]
Surat Al Baqarah ayat 117 mengatakan: Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi (dengan segala keindahannya) dan apabila Dia berkehendak (untuk menjadikan) sesuatu, maka Dia hanya berfirman kepadanya: Jadilah engkau! Lalu menjadilah ia.
Tafsir dari Surat Al Baqoroh dan An Naml diatas sangat jelas menyatakan bahwa Allah swt adalah Dzat tunggal yang mampu menciptakan segala sesuatu yang Ia inginkan. Pencipta bumi beserta isinya, pencipta manusia, hewan dan tumbuhan.Namun terkadang kita sebagai manusia seringkali lupa bersyukur atas semua rahmat yang Allah berikan pada kita. Sebagai makhluk ciptaannya kita seringkali alpa untuk bersujud kepadaNya. Bahkan masih ada sebahagian manusia yang mengingkari keberadaanNya atau menyekutukanNya, Naudzubillah..
Ayat di atas menggambarkan betapa besar kuasa Allah.Dan hal tersebut juga menegaskan betapa kecil kita dimata Allah jika langit, bumi beserta isinya adalah ciptaanNya yang dengan mudah dapat Ia ciptakan.Lalu pantaskah kita jika tak bersyukur atas karuniaNya?Pantaskah kita jika enggan bersujud dan menjalankan perintahNya?
Katakanlah : Sesungguhnya Allah Maha Esa
Al Qur’an dalam surat Al Ikhlas menjelaskan dengan gamblang tentang keesaan Allah swt. Betapa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang pantas di sembah, tiada sekutu baginya dan tiada satu pun dzat yang setara denganNya.
“ Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
Keyakinan ini sudah selayaknya tertanam di lubuk hati kita masing-masing.Sudah sepantasnya Iman dan Tauhid kita tergenggam erat dalam relung hati terdalam. Tak ada lagi yang mampu menggoyahkan akar-akar keimanan kita, terlebih jika kita mengulang sejarah Bilal bin Rabah. Seorang budak di masa Rasulullah saw yang rela dicaci, disiksa dan di dera demi mempertahankan keimanannya. Kita juga harus menilik kembali bagaimana sahabat-sahabat Rasulullah berperang tanpa kenal takut untuk membela panji-panji Islam, Agama yang diyakininya dengan sepenuh hati.
Bagaimana mungkin kita tak mampu melakukan hal yang sama, jika kita kini hidup di zaman serba modern, zaman yang segala fasilitas lebih mudah kita temui?! Bagaimana mungkin kita tak mampu melakukan hal yang sama, padahal kita adalah orang-orang yang merdeka, bukanlah seorang budak dan kita kaum terpelajar?! Kita bisa seperti Bilal bin Rabah, kita mampu seperti sahabat-sahabat Rasulullah, memegang teguh keimanan kita, menggenggam erat tauhid kita apapun rintangan yang kita temui dan di zaman manapun kita hidup. Kita bisa dan kita mampu karena Allah selalu bersama kita. (Vi)
Keteguhan Janji Tauhid
Seseorang tidak akan pernah dihormati, jika ia tidak bisa memegang teguh janji yang telah diucapkannya. Apalagi, jika janji itu adalah janji tauhid. Mengesakan Allah tanpa niat untuk menyekutukan dengan apapaun. Sepeti yang difirmankan Allah dalam surat al-An’aam ayat 82: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik).”
Ada beberapa ciri bahwa tauhid selalu tertanam di sanubari:
1. Selalu teguh dengan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta seluruh makhluk
2. Selalu teguh dengan keyakinan bahwa Allah-lah pemberi rizki kepada seluruh manusia dan makhluk lainnya
3. Teguh meyakini bahwa Allah ta’ala adalah penguasa dan pengatur segala urusan alam, yang meninggikan lagi menghinakan, menghidupkan lagi mematikan, memperjalankan malam dan siang dan yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.Katakanlah, wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebijakan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang Hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).






