Menciptakan Buah dan Sayur dengan Rekayasa Genetika

JUNI 2013

Disadari atau tidak, teknologi telah menjadi konsumsi sehari-hari manusia saat  ini. Mulai dari gadget sampai dengan makanan dan minuman manusia bergantung pada teknologi. Sehingga, secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa manusia telah tergantung oada teknologi. Permbaharuan demi pembaharuan teknologi senantiasa dilakukan para peneliti guna menemukan inovasi yang kesemuanya bertujuan memudahkan kehidupan manusia.

Salah satu bentuk teknologi yang marak diteliti saat ini adalah bioteknologi pada sayur dan buah. Teknologi yang dilakukan pada tanaman ini bernama teknologi rekayasa genetika. Yaitu sebuah teknik rekayasa gen sayur dan buah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kehendak peneliti.

Rekayasa Genetika

Rekayasa Genetika atau DNA Rekombinan dapat didefinisikan sebagai pembentukan rekombinasi baru dari material yang dapat diturunkan dengan cara penyisipan DNA dari luar kedalam suatu wahana (vektor tertentu) sehingga memungkinkan penggabungan dan kelanjutan berkembang baru. Dengan teknik DNA rekombinan sekarang, ada kemungkinan untuk menumbuhkan setiap segmen dari setiap DNA pada bakteri. Hasil organisme yang telah mengalami rekayasa genetika, yang dilakukan melalui pemindahan atau transfer sebuah atau lebih gen antara species yang sama atau yang berbeda itu, disebut transgenic (Shanty, 2007).

Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja. Rekayasa genetika pada hewan mempunyai target dan tujuan antara lain peningkatan kualitas didirikan-nya badan perlindungan keadaan lingkungan, serta perkembangan-perkembangan lainnya (Pelczar,1988).

Rekayasa genetika secara sederhana merupakan pencangkokan atau manipulasi gen untuk memperoleh makhluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan peneliti. Jika rekayasa genetika ini diterapkan pada buah dan sayur, maka peneliti akan mendapatkan buah dan sayur dengan sifat sesuai dengan keinginannya.

Mewujudkan Imajinasi

Pernahkah Anda mengimajinasikan apel berbentuk kotak? Atau melati berwarna merah? Melalui rekayasa genetika tanaman, imajinasi di atas bukanlah hal mustahil. Karena sebagaimana yang telah dikatakan di atas, rekayasa genetika mampu membuat manusia “menciptakan” buah, sayur, atau tanaman apapun sesuai dengan keinginannya. Mulai dari warna, bentuk, dan kandungan zat yang terdapat dalam tanaman tersebut.

Salah satu contoh buah dan sayuran hasil rekayasa genetika sebenarnya sudah banyak di sekitar kita, misalnya saja buah tanpa biji; semaangka tanpa biji, jambu klutuk tanpa biji, dan sebagainya. Sedangkan pada sayuran contohnya adalah sawi berwarna ungu.

Sebagian besar dari kita mungkin masih merasakan bahwa teknologi rekayasa genetika pada buah dan sayuran ini tidak mungkin terjadi. Fenomena ini sudah terlanjur ada di sekitar kita, tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia. Contohnya saja seperti yang dilakuakn seorang lelaki tua di Cina yang merekayasa genetika buah pir sehingga buah pir  yang dihasilkan berbentu bayi Budha. Atau seperti yang dilakukan para petani mawar untuk mendapatkan mawar berwarna biru. Ada juga seorang mahasiswa Indonesa yang berhasil menciptakan tebu yang mengandung lebih banyak gula melalui rekayasa genetika.

Petunjuk Allah SWT

Teknologi rekayasa genetika ini sangat mungkin terjadi karena dalam al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman, “Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.” (QS. Asy-Syuura: 29)

Dalam rangkaian firman-Nya yang turun lebih dari 14 abad lalu, Allah telah memberikan petunjuk kepada manusia untuk menciptakan inovasi pada makhluk hidup seperti buah dan sayuran. Oleh karena itu, Islam pun memperbolehkan dilakukannya rekayasa genetika sebatas pada tanaman atau tumbuhan untuk mendapatkan kemudahan dan demi kesejahteraan banyak orang. Misalnya saja, rekayasa genetika digunakan dalam rangka menciptakan cabai tanpa biji untuk mengefisienkan waktu memasak dan meminimalisir penyakit  yang disebabkan oleh biji-biji cabai. Atau pada rekayasa genetika tebu yang menghasilkan kandungan gula yang jauh lebih banyak dari biasanya dapat memberi keuntungan pada petani tebu atau pengrajin gula pasir dengan jumlah tebu yang sama bisa menghasilkan gula yang lebih banyak. Lebih jauh lagi, rekayasa genetika ini juga member dampak positif pada  perekonomian bangsa.

Kekurangan dan Kelebihannya

Kendati rekayasa genetika buah dan sayuran begitu menarik perhatian dan memberikan banyak varian baru, bukan berarti usaha merekayasa buah dan sayuran ini dapat berjalan dengan baik. Sebagaimana “proyek” pada peneliti teknologi lainnya, rekayasa genetika juga memiliki banyak kekurangan dan kelebihan.

Kekurangan rekayasa genetika adalah membawa dampak kurangnya zat gizi bagi ketersediaan makanan. Rekayasa genetika juga dapat membawa dampak negatif berupa pencemaran organik.  Di samping itu, rekayasa genetika memerlukan biaya yang sangat tinggi, sehinggaingga rekayasa genetika, termasuk pada produksi benih transgenik, menjadi sulit untuk diterapkan pada buah dan sayuran.

Kelebihan rekaysa genetika yaitu meningkatan hasil pertanian dan gizi produk makanan dan minuman. Rekayasa genetika juga membantu melestarikan hewan dan tumbuhan melalui kultur jaringan, serta membantu farmasis untuk memproduksi obat-obatan. Selain itu, rekayasa genetika juga sangat membantu mendapatkan sifat yang di inginkan dengan bermacam variasi.

Terlepas dari berbagai macam kekurangan dan kelebihannya, rekayasa genetika hendaknya dimanfaat manusia dengan sebenar-benarnya dan hanya demi kemudahan dan kemaslahatan bersama. Karena, dengan adanya rekayasa genetika ini bukan berarti manusia dapat menciptakan apa saja dan mengenyampingkan Allah SWT yang Maha Pencipta. (nir/berbagai sumber)

AddThis Social Bookmark Button