Atasi Perbedaan Suhu dan Menjaga Kesehatan di Tanah Suci
NOVEMBER 2011
Haji Mabrur merupakan dambaan setiap orang yang beribadah haji. Hal ini disebabkan Rasulullah saw. bersabda yang maksudnya : “Haji mabrur itu balasannya tidak lain adalah surga”. Untuk dapat berhaji sesuai dengan sunnah Rasulullah tentunya harus dengan semaksimal mungkin melaksanakan semua rukun, wajib dan sunnah haji. Namun hal tersebut sulit dilaksanakan tanpa fisik yang benar-benar sehat. Maka persiapkanlah kesehatan tubuh anda sebelum melaksanakan ibadah haji. Apalagi untuk menghadapi perubahan cuaca yang terjadi di tanah suci.
Mekkah mempunyai perubahan suhu yang amat ekstrem yang sebaiknya diwaspadai oleh para jamaah. Pada siang hari,cuaca di Mekkah cukup panas dan kering. Kondisi cuaca seperti ini tentu akan asing bagi para jamaah asal Indonesia yang tebiasa dengan kelembapan cukup tinggi. Itu dalam kondisi siang hari. Berbeda halnya dengan malam hari,Mekkah pada malam hari cukup dingin. Pakaian tebal akan membantu para jamaah yang ingin beraktivitas pada malam hari. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut,para jamaah haji asal Indonesia diharapkan membawa persiapan seperti jaket tebal dan masker. Berbeda dengan Mekkah, cuaca di Madinah cenderung lebih bersahabat. Cuaca di Madinah lebih sejuk. Jadi diperkirakan jamaah tidak menemukan kesulitan di kota pertama awal penyebaran agama islam ini.
Dengan mengetahui perbedaan suhu antara keduanya, kita dapat mengetahui langkah antisipasi apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh dalam rangka menjalankan ibadah haji. Ada dua tahapan untuk memelihara kondisi tubuh agar tetap fit selama berhaji atau berumroh.
Jaga Kesehatan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Beberapa ahli kesehatan menganjurkan agar sebelum menjalani serangkaian prosesi haji atau umroh, para jamaah melakukan medical check up untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum keberangkatan. Di Indonesia sendiri ada tiga tahapan pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui oleh para jamaah haji yaitu cek kesehatan pertama di puskesmas,cek kesehatan kedua di Dinas Kesehatan sekaligus vaksinasi meningitis dan cek kesehatan ketiga di embarkasi menjelang keberangkatan ke tanah suci (di asrama haji).
Bagi calon haji yang dinyatakan mengidap penyakit tertentu sebaiknya sejak pendaftaran haji memiliki cukup pengetahuan tentang penyakitnya dan selalu kontrol ke dokter secara rutin dan meminta resep obat untuk persiapan selama di tanah suci. Apabila kondisi tubuh sudah dinyatakan dalam kondisi baik, para jamaah tetap perlu menjaga stamina mereka dengan olahraga teratur, pola istirahat yang cukup dan terpenuhinya gizi yang seimbang. Latihan fisik/olah raga minimal semingu 3 kali yang bentuknya dapat berupa jalan cepat, senam, jogging, renang maupun olah raga yang lain yang bukan permainan. Yang terpenting dari latihan fisik ini bukan banyaknya tetapi rutinnya. Di samping latihan fisik yang teratur, disiplin makan dengan menu seimbang juga harus dipraktekkan oleh calon haji apalagi bagi mereka yang mengidap penyakit yang berhubungan dengan makanan, misalnya : Diabetes Mellitus, Hipertensi, Gagal ginjal dan sebagainya. Coba untuk mengupayakan agar menu makan sehari-hari seimbang antara zat gizi satu dengan yang lainnya. Gizi dapat kita peroleh dari sayuran dan buah – buahan, dapat dikonsumsi secara langsung baik dalam keadaan mentah atau dijadikan lalapan (untuk sayuran). Anda dapat juga mengkonsumsi buah dan sayur dengan cara dijus.Pembuatan jus dapat mencampurkan buah dan sayur atau aneka buah yang anda sukai atau bisa juga dengan mencampurkan sumber zat gizi lainnya seperti menambahkan susu sapi, susu kedelai, yoghurt, madu, coklat dan aneka bahan makanan lainnya yang dapat membuat jus lebih lezat. Jus buah campur merupakan alternatif terbaik untuk mendapatkan suplementasi zat gizi secara optimal untuk meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Nah kini saatnya anda mengganti soft drink dengan jus buah agar daya tahan tubuh kita tetap kuat. Sehingga terhindar dari gangguan penyakit.
Disamping persiapan reguler jamaah dapat melakukan persiapan khusus. Yaitu, dengan mengonsumsi suplemen untuk menjaga kondisi fisik. Suplemen yang paling populer adalah vitamin C dosis tinggi yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Suplemen kesehatan berfungsi untuk mendukung asupan nutrisi yang tidak bisa sepenuhnya diasup oleh tubuh dengan kata lain tubuh tidak bisa menghasilkan sendiri sehingga dibutuhkan asupan dari luar tubuh demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi. Namun begitu,apabila dengan pola makan yang baik dan gizi yang seimbang, mengonsumsi suplemen pun menjadi pilihan yang boleh diabaikan. Selain menjaga pola makan, jamaah juga diminta berolahraga sebelum keberangkatan. Setidaknya berjalan kaki selama 1-1,5 jam sebanyak lima kali dalam seminggu. Dengan begitu, jamaah tidak akan terlalu kaget dengan aktifitas fisik yang padat ketika umrah maupun berhaji.
Jaga Kesehatan di Tanah Suci
Kelembaban udara di Arab Saudi sangat minimal. Sementara musim haji antara bulan Oktober sampai dengan Maret dalam keadaan cuaca dingin dan kadang-kadang sangat dingin. Sementara kegiatan fisik yang dilakukan jama’ah haji sangat banyak. Keadaan tersebut dapat berakibat jama’ah haji tidak merasa haus padahal tubuh membutuhkan banyak cairan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi (kehilangan cairan) yang bisa berbahaya bagi jama’ah.
Para jamaah disarankan mengonsumsi air putih tidak kurang dari dua liter air per hari. Bahkan dokter tim kesehatan Indonesia menyarankan minimal mengonsumsi air minimal delapan liter per hari untuk mengantisipasi cuaca yang kering. Mengonsumsi banyak cairan otomatis meningkatkan frekuensi ke kamar mandi. Namun dianjurkan jemaah haji untuk tidak menahan kencing karena hal itu bisa menimbulkan infeksi saluran kemih.
Kalau khawatir mengenai keamanan di tempat umum atau di masjid, mintalah ditemani atau pilih toilet yang ramai.
Hal lain yang perludiperhatikan adalah menghindari mengonsumsi minuman dingin. Meskipun air zamzam yang diminum tetap dianjurkan agar tidak memilih yang dingin. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tersedia banyak air zamzam dan kebanyakan yang tersedia dingin. Oleh karena itu pilihlah zamzam yang tidak dingin yang ditandai pada dispenser tulisan ”NOT COLD” atau “ZAMZAM GHOIRU MUBARROD”. Minuman dingin memang terasa segar ketika selesai minum tetapi nantinya dapat berakibat suara parau, tenggorokan sakit dan batuk pilek yang cukup mengganggu.Selain itu mengonsumsi buah seperti jeruk juga akan membantu para jamaah dalam kondisi seperti itu. Sedangkan pada malam hari yang dingin, sering sebagai upaya menahan dingin orang mengonsumsi kopi atau rokok. Padahal, kopi meningkatkan diuresis, yaitu pengeluaran air kemih, yang justru mendorong terjadinya dehidrasi. Adapun rokok mengurangi aliran darah ke perifer atau permukaan tubuh sehingga tubuh mudah terserang dingin. Saat ini Arab Saudi mengenakan denda 200 real kepada orang yang ketahuan merokok di tempat umum.
Bagi para jamaah yang sudah lanjut usia sebaiknya memiliki istirahat yang optimal untuk menyimpan cukup energi bagi aktivitas keesokan harinya. Jam tidur yang dibutuhkan orang dewasa adalah setidaknya enam hingga tujuh jam. Tidur yang paling baik adalah saat malam, jadi disarankan setelah isya sempatkan untuk tidur. (Fris)






