Senang Memelihara Kucing? Waspada Virus Toxoplasma

OKTOBER 2011

Bagi anda yang menyukai kucing, mungkin sering merasa gemas saat melihat binatang lucu ini, namun tahukah anda bahwa  si manis ini juga bisa membahayakan keselamatan manusia dan janin. Apakah pendapat ini benar? Apa penyebabnya? Benarkah kucing adalah satu-satunya yang patut kita salahkan?

Mengenal Toxoplasma Gondii

Mengapa banyak orang percaya bahwa orang yang tengah hamil dilarang dekat-dekat dengan kucing? ternyata pendapat ini ditengarai  karena kucing memang merupakan  hospes (binatang yang menjadi perantara) terjangkitnya suatu protozoa berbahaya, yakni toxoplasma gondii.  Apa itu toxoplasma gondii? Hewan bersel satu ini merupakan parasit bagi semua hewan yang berdarah panas, unggas/burung, mamalia dan manusia. Infeksi yang disebabkan oleh protozoa ini biasa dikenal dengan nama toxoplasmosis. Toxoplasmosis bisa menjadi parasit penyakit yang sangat serius pada manusia. Toxoplasma gondii dapat ditularkan oleh wanita hamil pada janinnya dan menyebabkan cacat bawaan atau keguguran. Toxoplasmosis juga dapat menginfeksi orang dengan kekebalan tubuh yang rendah, dan menyebabkan beberapa penyakit pada orang yg sedang menjalani kemoterapi atau terinfeksi AIDS.

Kucing merupakan inang primer dari toxoplasma gondii. Kucing merupakan satu satunya mamalia (binatang menyusui) yang fecesnya dilewati oleh toxoplasma gondii. Di tubuh kucing, toxoplasma gondii yang telah berkembang biak hidup di dalam usus kucing dan kista (seperti telur) keluar dari tubuh kucing melalui feces. Ookista ini harus berada di luar tubuh kucing selama 1-5 hari sebelum menginfeksi. Kucing hanya menularkan toxoplasma gondii lewat fecesnya beberapa minggu setelah kucing terinfeksi. Ookista dapat bertahan beberapa tahun di luar dan kebal terhadap sebagian besar desinfektan.

Namun kucing bukan binatang satu-satunya yang menyebabkan menularnya parasit ini, kista dalam feses kucing  tersebut dapat juga tertelan lagi oleh inang perantaranya seperti tikus, anjing, burung, kambing, sapi, ayam, babi dsb (lewat tumbuhan yg terkena feces kucing, atau tanah yg debunya mengandung kista toxoplasma gondii)  dan bermigrasi ke otot dan otak binatang. Ketika kucing memakan daging binatang tersebut dalam keadaan mentah, Sehingga hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma, dan otomatis dapat menjadi hewan yang menularkan toxoplasma. Hewan yang sering berada di sekitar manusia seperti sapi, anjing, hamster, burung, tikus, domba, kuda, kucing, ayam, babi, dsb dapat terinfeksi toxoplasma, otomatis dapat menularkannya. Satwa liar seperti musang, harimau, anjing hutan, dsb juga dapat terinfeksi toxoplasma.

 

Bagaimana Manusia Dapat Tertular Toxoplasma?

  • Cara pertama merupakan penularan terbanyak, yaitu manusia memakan daging yang mengandung toxoplasma hidup. 
    Yang dimaksud adalah : Manusia tertular toxoplasma akibat memakan daging mentah atau daging setengah matang atau daging yang tidak dimasak dengan sempurna,dimana daging tersebut mengandung Toxoplasma. Untuk mencegah hal ini maka masaklah daging dengan sempurna, minimal dengan suhu 70 derajat celcius.
  • Cara penularan kedua adalah manusia "tanpa sengaja" menelan/memakan telur/kista toxoplasma. 
    Hal ini dapat terjadi bila manusia memakan buah-buahan atau sayuran tanpa dicuci dengan bersih, dimana pada buah-buahan atau sayuran tersebut menempel telur toxoplasma (biasa disebut kista toxoplasma). 
    Bisa juga terjadi bila manusia setelah berkebun, tidak mencuci tangannya dengan bersih, kemudian memakan sesuatu. Padahal ditangannya menempel telur/kista toxoplasma, dan toxoplasma tersebut menempel di makanan yang dipegangnya. Penularan seperti ini peluangnya relatif kecil, namun demikian tidak boleh diabaikan.
  • Cara penularan ketiga adalah melalui transplantasi organ tubuh manusia dan jarum suntik. 
    Hal ini dapat terjadi bila organ tubuh yang ditransplantasi terinfeksi parasit toxoplasma dalam keadaan hidup. Dapat juga ditularkan melalui jarum suntik yang dipakai secara bersamaan tanpa disterilkan terlebih dahulu. Namun sangat jarang (bahkan hampir tidak pernah terjadi) penularan yang seperti ini, karena umumnya organ tubuh tersebut telah diperiksa dengan seksama oleh dokter. Walaupun peluangnya nyaris nol (kecil sekali), tetap tidak boleh diabaikan.

Bagaimana gejalanya pada manusia?

Sebagian besar manusia yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali. Pada umumnya infeksi ini tidak menunjukkan gejala, kalaupun ada, gejalanya tidak khas/spesifik seperti demam dan sakit kepala, sehingga sering dokter dan orang yang terpapar parasit tersebut tidak mengenalinya. 
Wanita hamil yg terinfeksi toxoplasmosis juga hampir tidak menunjukkan gejala. Satu-satunya cara untuk mendeteksi keberadaan parasit  ini adalah dengan pemeriksaan laboratorium yang terdiri dari pemeriksaan parasit secara langsung dari sampel darah, pemeriksaan antibodi spesifik Toxoplasma : IgG, IgM dan IgG affinity. Wanita yang pernah mengalami keguguran harus melakukan pemeriksaan laboratorium lengkap jika berencana ingin hamil, untuk memastikan bahwa calon ibu bebas dari berbagai virus berbahaya dan siap untuk kehamilan selanjutnya.

 

Menurut Ibu Nurmeilis, seseorang dengan IgG yang tinggi dapat menunjukan bahwa orang tersebut pernah terpapar oleh parasit toxoplasma, namun dalam tubuh orang tersebut telah terbentuk sistem kekebalan, sehingga tidak perlu khawatir untuk merencanakan kehamilan. Sebaliknya jika kadar IgM relatif tinggi, kemungkinan bahwa orang tersebut baru saja mendapat toxoplasma, sehingga perlu menunda kehamilan sampai toxoplasma tersebut disembuhkan.


Pada manusia yang terinfeksi lewat makanan/ookista yg tertelan gejalanya demam, lesu, pembesaran kelenjar getah bening atau limfodenopati (peradangan limfa). Dan gejala yg mungkin namun jarang terjadi adalah peradangan pada hati dan. Diagnosa toxoplasmosis didasarkan pada hasil tes darah.

Bahaya Toxoplasma Bagi Janin

Menurut Dosen Imunologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu kesehatan, UIN Jakarta, Ibu Nurmeilis Msi Apt. Toxoplasma sebenarnaya tidak membahayakan bagi orang dewasa, karena apabila terpapar oleh sporozoa ini, tubuh dengan sendirinya akan membentuk antibodi yaitu sistem kekebalan yang membuat parasit ini menjadi tidak berbahaya, namun jika terpapar pada saat kehamilan terutama pada tri semester pertama, hal ini lah yang perlu diwaspadai karena  kista toxoplasma menyebabkan keguguran dan melalui plasenta dapat berada di otak janin yang menyebabkan berbagai macam gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus). Namun perlu diingat, penyebab hidrocephalus (ukuran kepala yang besar dan berisi cairan) ada banyak sekali, salah satunya adalah toxoplasma.

Manusia dapat terinfeksi sejak dalam kandungan atau secara tidak sengaja menelan ookista toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii melewati uterus ibu hamil yang terinfeksi toxoplasmosis dan menyerang janinnya. Toxoplamosis pada awal2 masa kehamilan menyebabkan keguguran janin. Pada 10-24 minggu usia kehamilan, mungkin mendapatkan cacat lahir yang serius seperti kebutaan, hydrocephalus (kepala besar berisi cairan), dan keterbelakangan mental.

Pelajari pencegahannya

Segera periksakan diri anda, apakah positif toxoplasma atau tidak. Terutama  wanita atau wanita yang mempunyai rencana untuk hamil. Tes darah bisa dilakukan di beberapa laboratorium diagnostik. Konsultasikan hal ini dengan dokter anda. Karena penularan parasit ini melalui daging yang tidak matang maka masaklah daging dengan sempurna, minimal dengan suhu 70 derajad celcius. Cuci tangan dan semua peralatan dengan sabun, setelah anda mengolah (memotong) daging. Cuci buah-buahan dan sayuran dengan bersih. Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum anda makan sesuatu. Gunakan sarung tangan pada saat berkebun atau kontak dengan tanah. Tanah yang terkontaminasi toxoplasma adalah sumber infeksi yang potensial. Anda tidak perlu khawatir jika kebiasaan hidup higienis dapat kita terapkan pada diri kita sendiri dan juga binatang kesayangan kita. (SRA)

 

AddThis Social Bookmark Button