Lupus, Prajurit yang Menyerang Rajanya

FEBRUARI 2012

Pernahkah anda mendengar  nama Lupus? Lupus merupakan sebuah jenis penyakit langka yang sangat mistrius, hingga sering kali membuat para medis bingung mendiaknosis penyakit ini. Penyakit ini muncul akibat kelainan fungsi kekebalan tubuh. Lupus, sebuah nama yang sedikit unik namun bisa mematikan karena sistem kekebalan yang seharusnya melindungi kita dari serangan infeksi justru menyerang organ-organ kita sendiri. Secara pasti penyebab penyakit ini belum diketahui, namun diduga karena faktor keturunan dan faktor lingkungan.

Lupus dalam bahasa Latin berarti "anjing hutan". Istilah ini mulai dikenal  sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai  kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi. Bercak-bercak merah di  bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah  berkepanjangan, rambutnya rontok, persendian  kerap bengkak dan timbul  sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Mekanisme Penyakit Lupus Menyerang Tubuh

Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi  yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas .

Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua  cara  yaitu :.

Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur. Inilah yang  mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.

Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan  antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Gabungan antibodi  dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit), tetapi  dalam keadaan abnormal,  kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik, malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil  mengeluarkan  enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.  Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak  organ  tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai  gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ  tubuh akan terganggu.

Diagnosa Lupus

Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES)alias Lupus. Eritomatosus  artinya kemerahan. Sedangkan, sistemik bermakna menyebar luas keberbagai   organ tubuh. Istilahnya disebut   LES atau Lupus.

Gejala yang paling khas adalah pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut  (butterfly rash). Namun, ruam merah menyerupai  cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Namun sering kali tanda-tanda ruam merah pada pipi ini tidak terlihat jelas kare faktor fisik penderita, seperti  warna kulit, kontur tulang pipi dan lain sebagainya.

Selain itu, umumnya  penderita   Lupus   mengalami gejala seperti.  kulit yang mudah gosong akibat   sinar matahari serta   timbulnya   gangguan   pencernaan. Gejala  umumnya  penderita   sering merasa lemah,  kelelahan  yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.

Ciri-ciri penyakit lupus yang khas berupa rasa lemah atau sakit di otot atau pada pesendian, baik dengan ataupun tanpa pembengkakan serta menunjukkan kemerahan pada daerah yang terserang. Ciri-ciri penyakit lupus secara otomatis akan menurunkan jumlah sel darah merah, putih, dan sel pengatur pembekuan darah. Pada saluran pencernaan muncul gejala sakit perut, mual, muntah, diare, atau sukar buang air besar.  Ginjal  akan mengalami gangguan fungsi yang mengakibatkan pengeluaran racun hasil metabolisme tidak berjalan seperti semestinya.

Pengobatan Penyakit Lupus

Untuk pengobatan penyakit lupus sebenarnya belum ada referensi yang kuat bagaimana carapengobatan, hingga saat ini masih dalam proses penelitian. Namun pada penderita dokter biasanya hanya mengurangi gejala penyakit lupus yang timbul. Contoh kasusnya misalnya jika menyerang tulang atau persendian seperti yang telah dijelaskan tadi, maka biasanya terjadi peradangan seperti arthritis maka dokter akan memberikan obat anti inflamasi untuk mengurangi rasa sakit akibat arthritis. Contoh lainnya misalnya jika timbul ciri ciri penyakit lupus berupa ruam di kulit maka dokter akan memberi kortikosteroid (biasanya berupa lotion atau krim).

Pasien lupus harus memeriksakan kesehatan organ-organ vitalnya secara berkala, seperti pemeriksaan jantung, paru ginjal dan lain sebagainya. (SRA)

 

 

Tips Sehat

Tetap Aktif, Tetap Sehat

Aktifitas sehari-hari yang padat serta mobilitas yang tinggi tentu saja banyak memforsir  tenaga dan stamina  tubuh, sedangkan  tubuh selalu menuntut haknya untuk  diperhatikan. Agar tubuh tetap vit dalam menjalani aktifitas sehari-hari maka perlu memperhatikan beberapa tips berikut ini:

  1. Perhatikan jadwal makan
  2. Perhatikan waktu tidur
  3. Konsumsi serat dan buah-buahan
  4. Banyak minum air putih
  5. Bila diperlukan mengkonsumsi multivitamin
  6. Olahraga jasmani dan refresh fikiran secara berkala
  7. Senantiasa berdoa agar diberi kesehatan baik jasmani dan rohani. (SRA)
AddThis Social Bookmark Button