Islam di Swiss

MEI 2012

Cakrawala Islam dari Balik Pegunungan Alpen

Swiss atau Switzerland, Negara yang  sebagian besar wilayahnya terdiri  dari pegunungan Alpen. Lengkap dengan lembah , air terjun, padang rumput, hutan, dan perbukitan. Cantiknya luar biasa.  Kini  Swiss semakin mempesona kala cakrawala keislaman mulai  membiaskan sinarnya disana.

Swiss atau Switzerland adalah republik federasi yang berada di Eropa Tengah. Luasnya relatif kecil hanya 421,285 kilometer persegi dan berpenduduk 7,5 juta jiwa. Negara beribu kota Bern itu terdiri atas 26 negara bagian yang disebut Canton. Secara geografis, Swiss dibatasi oleh Jerman, Prancis, Italia, Austria dan Liechtenstein. Tak heran jika negara itu memiliki empat bahasa resmi, yakni Jerman, Prancis, Italia, dan Romansh. Sebanyak 75 persen penduduk Swiss berbahasa Jerman, 20 persen berbicara bahasa Prancis, empat persen berbahasa Italia, dan sisanya berbicara dalam berbagai bahasa. Swiss dikenal sebagai negara yang netral karena tidak pernah terlibat perang dengan pemerintah asing sejak 1815. Maka tak heran, Swiss menjadi basis atau tuan rumah berbagai organisasi besar di dunia. Seperti Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) serta kantor-kantor organisasi sayap Perserikatan Bangsa-Bangsa, meski markas besarnya berada di New York, Amerika Serikat.

Swiss adalah negeri yang sangat cantik, sebagian besar wilayahnya terdiri dari Pegunungan Alpen. Gunung-gunung tinggi yang menyeberangi daerah selatan-tengah negeri itu. Gunung paling terkenal adalah Matterhorn, tingginya 4,478 m termasuk dalam Pegunungan Alpen Valais dan Pennine di perbatasan Italia. Sedangkan, puncak yang tertinggi adalah Dufourspitze, tingginya 4,634 m, di daerah ini ditemukan banyak lembah, air terjun, dan glasier. Dan, bagian dari Alpen Bernese di atas glasier Lauterbrunnen yang terdiri dari 72 air terjun dikenal dengan Jungfrau (4,158 m). Sementara di bagian utara lebih banyak ditemukan lanskap terbuka dengan bukit-bukit, setengah hutan, dan sebagian berpadang rumput terbuka. Biasanya dipenuhi dengan ternak atau ditanami sayuran dan buah-buahan. Meskipun begitu tetap disebut pegunungan. Beberapa danau besar dan kota-kota terbesar Swiss ada di wilayah ini. Sungguh alam swiss begitu cantik dan mempesona layaknya Islam yang mulai mempesona masyarakat Switzerland.

Pelaut Muslim Meninggalkan Jejaknya

Masuknya Islam ke Swiss dimulai saat para pelaut Muslim dari Andalusia (Spanyol) membangun sebuah negeri di Prancis Selatan. Kemudian para pelaut Muslim itu menaklukkan negeri-negeri di sana menuju ke arah utara. Islam hampir absen dari Swiss sampai abad ke-20. Ternyata dengan awal yang signifikan imigrasi ke Eropa , setelah Perang Dunia II, Sebuah masjid pertama dibangun di Zürich pada tahun 1963 oleh masyarakat Ahmadiyah. Kehadiran Muslim selama tahun 1950 dan 1960 sebagian besar karena kehadiran diplomat internasional dan wisatawan  Arab Saudi  yang kaya di Jenewa. Imigrasi Muslim besar dimulai pada 1970-an, dan dipercepat secara dramatis selama 1980-an hingga 1990-an.

Kini lambat laun Islam mulai tumbuh dan berkembang. Kurang lebih 400.000 jiwa atau sekitar 5% dari total penduduk Swiss merupakan umat Islam.  Bunga-bunga Islam pun bermekaran indah disana meski banyak pula yang berusaha mencabut dan merusaknya, Larangan terkait pembangunan masjid juga permsalahan adanya menara masjid dan sebagainya pernah memanas di Swiss. Namun sepertinya Allah membukakan jalan yang begitu mulus hingga akhirnya larangan itu kini menemui penyelesaiannya. Dan Muslim di Swiss pun mulai bangkit melebarkan syiar dakwahnya.

Dua lembaga utama Islam di Swiss tengah mengupayakan dibentuknya sebuah lembaga rujukan dalam seluruh aspek untuk warga muslim di negara ini. Menurut rencana, lembaga ini akan dinamakan dengan Umat Islam Swiss. Lembaga ini kemungkinan akan dibentuk pada awal tahun 2013. Tujuan utama dua lembaga Islam ini adalah untuk memenuhi kekurangan pengajaran-pengajaran konstruksi mazhab sebagai masalah terpenting yang dihadapi oleh muslimin Swiss. Untuk menyelesaikan masalah ini, lembaga-lembaga ini telah siap untuk menyelenggarakan pemilihan umum untuk membentuk sebuah parlemen dimana seluruh perwakilannya adalah dari kalangan muslimin Swiss. Rencananya, parlemen Islam ini pada tahapan pertama sebagai komite yang terdiri dari para pakar hukum umum dan tim-tim hukum Islam untuk menghormati konstitusi federal.

Farhad Asyraf, ketua salah satu dari lembaga-lembaga Islam Swiss dalam kaitannya dengan masalah ini mengatakan, “Pemilihan percobaan ini akan diselenggarakan pada musim gugur di kota Basal, sebuah kawasan kecil dengan komunitas besar Muslim.” Asyraf mengatakan bahwa jika segala sesuatunya berjalan lancar, pemilihan utama akan diselenggarakan pada musim dingin dan parlemen Islami sebagai perwakilan dari 400 ribu Muslim Swiss akan memulai tugasnya.

Selain pembangunan masjid terbesar, ada pula proyek pengembangan Islam lain, seperti mendirikan sebuah sekolah Islam di Swiss dan biro perjalanan haji dan umrah ke Makkah dan Madinah.


Cakrawala Keislaman  di Switzerland

Sungguh bahwa seluruh permukaan bumi ini adalah milik Allah. Tak sejengkal tanahpun yang bukan milikNya. Begitu pun dengan Swiss dan Negara-negara lainnya di Eropa. Manusia boleh saja menentang dan melarang tumbuhnya Islam, namun ternyata sekeras apapun mereka mencobanya, tatkala Allah memutuskan untuk menyinari bumiNya dengan sinar Islam maka tak ada yang sanggup melawanNya.  Sejarah, data dan fakta boleh saja menyebutkan bahwa Negara-negara di belahan barat sana berpenduduk mayoritas non muslim, namun jikalau Allah berkehendak, maka tak ada yang mampu menghalangiNya.  (Vi/berbagaisumber)

AddThis Social Bookmark Button