Masjid Agung Manunggal Bantul

JANUARI 2012

Masjid  ini mempunyai model bangunan unik, dan didasarkan pada makna filosofis Jawa. Sepintas terlihat kalau bangunan ini diilhami dari bangunan masjid Agung Demak. Bentuk mustaka (kubah) masjid tersebut termasuk jenis mustaka raja, mirip mustaka masjid Agung Demak. Atapnya berbentuk atap tumpang tiga disebut meru. Atap bentuk ini melambangkan syariah sebagai amal perbuatan manusia, tarekat sebagai lambing jalan menuju ridho Allah, dan hakikat sebagai lambing ruh atau substansi amal perbuatan seseorang.

Sementara itu, puncak masjid berbentuk mustaka melambangkan makrifat, yaitu tingkat mengenal Allah. Bentuk mustaka masjid seperti mahkota raja menunjukkan pengaruh Hindu. Tiang dalam massjid juga uni. Tiang terdiri dari 4 buah tampak kokoh menyangga atap yang berhiaskan ukiran tulisan kaligrafi dari kayu jati. Pada sermabi masjid dilengkapi bedug sebagai penanda waktu shalat dan buka puasa. Masjid ini letaknya sangat strategis diantara jalan raya dan pasar, memudahkan setiap muslim untuk beribadah di tempat ini, beralamat di Jl. Jendral Sudirman no.1 Bantul. Di masjid ini arsiteknya juga sangat istimewa, karena memadukan kebudayaan islam dan Hindu sebagaimana disampaikan di atas. Salah satu ciri khasnya ada di pintu masuk utama Masjid Agung yang didesain mirip Gunungan Wayang atau Goro-goro. Latar belakang fiosofis jawa dalam bangunan masjid dapat menjadi salah satu bidang kajian budaya simbol.  (lin)

AddThis Social Bookmark Button