Dunia Islam
Masjid Agung MataramFEBRUARI 2012
Konon adalah masjid tertua di Jogjakarta. Berlokasi di selatan kawasan Pasar Kotagede sekarang, tepatnya di kelurahan Jagalan, kecamatan Banguntapan Bantul.Gapura depan masjid berbeda dengan masjid pada umumnya. Karena gapura tersebut menyerupai tempat peribadatan umat Hindu atau Budha. Bentuk gapura tersebut ada yang menyebutnya sebagai rana/kelir, dimana jika ada orang yang hendak memasuki halaman masjid harus belok ke kanan. Halaman masjid masih cukup luas. Di teras depan masjid terdapat kolam ikan kecil. Jika sudah masuk ruang utama masjid, akan terasa betul bagaimana kunonya dan nilai sejarah masjid ini. Bangunan menyerupai joglo dan tiang penyangga dari kayu jati adalah salah satunya. Kemudian mimbar imam juga terkesan klasik. Terdapat pula sebuah kotak amal yang berbentuk lucu seperti maket atau replika masjid. Di sebelah kiri bangunan masjid, terdapat jalan masuk menuju ke makam. Pintu jalan masuk juga berupa rana/kelir. Dengan tembok-tembok yang juga mempunyai desain arsitektur jaman dulu. Masjid Kotagede ini dibangun di jaman Kerajaan Mataram pada tahun 1640 oleh Sutan Agung bersama-sama dengan masyarakat setempat yang umumnya Hindu dan Budha. Memasuki halaman masjid ada sebuah pohohn beringin tua yang usianya mencapai ratusan tahun. Di sekitar pohon beringin terdapat parit yang mengelilingi masjid. Di masa lalu, parit yang digunakan sebagai tempat wudhu, tapi sekarang digunakan sebagai tambak.
|
|
|





Siapa yang tidak mengenal Kamboja?bukan nama sebuah bunga yang biasa kita jumpa di pemakaman. Kamboja yang dimaksud adalah sebuah Negara yang terletak di semenanjung Indochina.Negara ini terkenal dengan budaya agama Buddha Theravada.Diantaranya dengan dibangunnya Angkor Watt yang tersohor di dunia. Kamboja juga memiliki atraksi budaya yang lain, seperti, Festival Bonn OmTeuk, yaitu festival balap perahu nasional yang diadakan setiap November.
Masjid ini mempunyai model bangunan unik, dan didasarkan pada makna filosofis Jawa. Sepintas terlihat kalau bangunan ini diilhami dari bangunan masjid Agung Demak. Bentuk mustaka (kubah) masjid tersebut termasuk jenis mustaka raja, mirip mustaka masjid Agung Demak. Atapnya berbentuk atap tumpang tiga disebut meru. Atap bentuk ini melambangkan syariah sebagai amal perbuatan manusia, tarekat sebagai lambing jalan menuju ridho Allah, dan hakikat sebagai lambing ruh atau substansi amal perbuatan seseorang.



