Kisah Maryam (Ibunda Nabi Isa AS)

FEBRUARI 2013

Maryam adalah Ibunda Isa Alaihissalaam, seorang wanita mulia yang lahir atas izin Allah SWT melalui pasangan suami-istri keluarga Ali Imran.

Kisah tentang Maryam ini ada pada Al-Qur’an surat Ali Imran (surat ketiga). Dan nama Maryam sendiri diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu surah Maryam (surat ke-19). Surat Maryam yang tertera dalam Al-Qur’an, merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah, bukan kaum yang tidak dapat dijadikan panutan.

Sewaktu Maryam masih dalam kandungan ibunya (Hannah), ibunya pernah bernazar kepada Allah SWT, seperti surat Ali Imran ayat 35 berikut ini: (Ingatlah), ketika istri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Saat lahir, Hannah memberikan namanya Maryam. Nama Maryam bermakna ibadah. Orang tuanya memberikan nama tersebut karena berharap, bahwa nanti anaknya itu akan menjadi orang yang senantiasa beribadah kepada Allah. Maryam adalah keturunan dari keluarga yang sholeh, berasal dari ayah dan ibu yang sholeh, dan dari semenjak kecil ia di asuh oleh orang yang sholeh pula, yaitu Nabi Zakaria AS (paman Maryam).

Maryam dipelihara dan diasuh oleh Nabi Zakaria. Hingga akhirnya, ia tumbuh menjadi seseorang yang selalu beribadah kepada Allah SWT di Baitul Maqdis. Dalam masa pertumbuhannya, Maryam sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah. Ia adalah wanita yang gemar sekali berpuasa dan melaksanakan shalat malam. Kehidupan Maryam berlangsung terus dalam keadaan seperti itu, tidak ada sesuatu pun yang mengeruhkan kejernihan, ketenangan, dan kesendiriannya dalam melaksanakan ibadah yang penuh kesungguhan dan ketundukan kepada Allah.

Ada kejadian menakjubkan ketika Zakaria mengunjungi Maryam, dia selalu mendapati aneka makanan lezat di samping Maryam. Ketika Zakaria  menanyakan dari mana makanan itu, Maryam selalu menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah,” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab (Ali Imran ayat 37).

Sikap Maryam yang menjadi ahli ibadah juga menginspirasi Zakaria untuk memohon kepada Allah agar diberi keturunan “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa”. (Ali Imran: 38)

Doa Zakaria dikabulkan meski Zakaria sempat kaget dan tak percaya. Bagaimana mungkin ia mendapatkan seorang anak  sedangkan dirinya sudah tua dan istrinya mandul. Kelak, bayi yang dilahirkan oleh Zakaria diberi nama Yahya dan Yahya adalah nabi ke-23 setelah Zakaria.

Kejadian ajaib seperti Zakaria ini juga dialami oleh Maryam. Maryam adalah wanita yang selalu taat beribadah kepada Allah SWT. Suatu ketika, ia tiba-tiba didatangi oleh Malaikat Jibril dan diberi berita bahagia bahwa dirinya mengandung. Maryam yang diberi berita bahagia seperti itu sangat kaget. Karena menurutnya, bagaimana mungkin ia mengandung sedangkan dirinya belum pernah menikah dan berhubungan dengan laki-laki mana pun. Setiap waktu dirinya hanya beribadah kepada Allah SWT di Baitul Maqdis.

Maryam sangat terkejut menerima berita yang disampaikan oleh Jibril, sehingga di abadikan dalam dalam Al Quran, Maryam berkata ; “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak-laki-laki, sementara tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku, dan aku bukan pula seorang pezina”.

Tetapi, semua itu adalah ketetapan Allah, dan dalam waktu singkat, Maryam-pun telah mengandung bayi yang telah ditetapkan oleh Allah. Ketika menghadapi hal ini, Maryam-pun berdo’a “ Ini adalah kasih sayang-mu wahai Tuhanku, ampunan-Mu, dan keridhoan-Mu. Engkaulah yang Maha tau apa yang ada dalam diriku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu”…

Kisah Maryam yang mengandung itu membuat penduduk gempar. Hingga akhirnya, segala halang merintang saat mengandung hingga melahirkan Isa AS pun harus ia lalui. Maryam juga sempat mengasingkan dirinya untuk melindungi Nabi Isa AS (anaknya) yang akan dibunuh oleh para penduduk.

Singkatnya, dalam keadaan yang sangat sulit, bagi seorang wanita, Maryam tetap teguh dalam keimanannya, dalam ketaatannya, dan dalam keridhoan-nya kepada apa yang telah Allah takdirkan untuk dirinya. Sampai pada akhirnya, ia melahirkan seorang bayi, Nabi Isya AS.

Maha besar Allah SWT atas segala firmannya. (dw/berbagai sumber)

AddThis Social Bookmark Button