Muzakki

More Articles...

Abdurrahman bin Auf : Milyurder Dermawan: 8 Dari Sahabat Nabi Yang Dijamin Masuk Surga

FEBRUARI 2012

Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk  enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama ia masih hidup.

Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq memeluk Islam.

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

KISAH SAHABAT RASULULLAH SAW :: Bilal bin Rabah

JANUARI 2012

Siapa nyana kata-kata yang keluar dari mulut seorang budak Habsyi yang kulitnya hitam legam, kurus kerempeng, tinggi jangkung, berambut lebat, dan bercambang tipis itu suatu ketika berubah menjadi yel-yel yang diteriakkan para mujahid muslim dalam Perang Badar. “Ahad… Ahad! (Allah Yang Maha Tunggal. Allah Yang Maha Tunggal!)

Kata-kata ini semula meluncur deras dari Bilal bin Rabah, seorang budak dari Bani Jumah, ketika ia disiksa atas perintah majikannya, Umayah bin Khalaf, dengan cara ditelanjangi dan dibakar diterik panasnya padang pasir sambil ditindih batu panas membara. Kata-kata yang disebut Bilal itu menggantikan nama Lata dan ‘Uzza yang diteriakkan para pendera agar diikrarkan Bilal sebagai tanda tunduk dan patuhnya mereka terhadap tuhan-tuhan mereka. Kata-kata itu pula yang akhirnya membuat Umayah bin Khalaf menggigil ketika menghadapi Perang Badar. Seolah mengingatkannya akan kegigihan, keteguhan, dan keberanian seorang budaknya dulu yang tetap melafadhkan kata itu sekalipun nyawa menjadi taruhannya.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Berperan Segala Bidang

DESEMBER 2011

“ Wanita bisa berperan dalam berbagai bidang , selama wanita tersebut merasa mampu dan berprestasi dalam melakukan setiap pekerjaanya,” ujar Ibu Shita Tania Permata. Ia  membantu suaminya membuka kantor konsultan pajak. “Saya membantu suami saya di kantor . Suami saya membuka kantor konsultan pajak, saya membantu bagian internal ( HRD) , saya juga membantu membuatkan kontrak pekerjaan dengan pihak ketiga,” cerita istri dari Arief Satriawan SE. AK ini. Lalu adakah  pesan bagi para wanita yang ingin berkarir? “Bagi para wanita yang berkarir  atau menjadi  tokoh masyarakat hendaknya dibarengi dengan keberhasilan mereka dalam mengurus rumah tangga dan keluarganya, keluarga kita tetaplah nomor satu, karena kita bertanggung jawab untuk menjadikan anak-anak kita menjadi generasi penerus yang soleh  dan solehah, bertaqwa dan berguna bagi keluarga, nusa dan bangasa,” ujar Ibu dari Nadhirah Firda Mumtaz, Muhammad Kenzie Pratama  dan Erick Hadipura Pratama.

AddThis Social Bookmark Button

Bersyukur Atas Nikmat Sebagai Ibu

DESEMBER 2011

Ibu dengan dua anak ini  menyatakan bahwa peran utamanya adalah sebagai ibu rumah tangga. “Saya hanya ibu rumah tangga yang mempunyai sampingan atau pengabdian sebagai PNS,“ ujarnya. Ibu Hari Sulistyowati  adalah Sekretaris DPRD kota Surabaya dan  Kepala Bagian Rapat & Perundang-undangan Sektor Surabaya. Menurut beliau, Wanita juga dapat berperan dalam berbagai bidang. “ Wanita sangat bisa berperan dalam masyarakat, contoh konkrit Ibu Tri Risma Harini (ibu wali kota Surabaya). Karena wanita atau perempuan mampu bekerja dan berbuat dengan hati yang tulus dan ikhlas,” ujar  Wanita yang kini berusia 43 tahun ini. Bagaimana perasaan beliau dalam menjalani kegiatannya sehari-hari? “ Alhamdulillah, saya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, insya Allah apa yang saya kerjakan ada manfaat dan barokahnya. Apalagi keluarga mendukung dengan catatan jangan melupakan ibadah dan kesehatan,“ cerita ibu Hari. “ Ketika kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berkiprah dalam bidang apapun, lakukan semua pekerjaan dengan hati yang ikhlas tulus dan penuh rasa tanggung jawab, karena apa yang kita kerjakan akan ada pertanggungjawabannya kelak di hadapan Ilahi, jangan amanah yang telah diberikan nantinya menjadi  tidak barokah,”  tutupnya.

AddThis Social Bookmark Button

Pintar Membagi Waktu

DESEMBER 2011

Seorang perempuan memiliki aktivitas di luar rumah, rasanya boleh-boleh saja sejauh itu masih dalam koridor Islam. Ia sebagai pegawai pemerintah, atau pekerja kantoran terpenting tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga (bagi mereka yang sudah berkeluarga) terpenuhi. Bagi pegawai Fungsional Pemeriksa di KPP Pratama Kebayoran Lama, ibu Rochyati (31), seorang perempuan bukan tidak boleh berkarir sejauh dapat menjaga kehormatan. “Di antaranya juga pembagian waktu antara berkarir dengan tanggung jawab di rumah harus diperhatikan,” kata Rochyati.

 

Lebih dari itu menurut Rochyati, seorang perempuan (istri) terpenting juga bisa membagi bagian dalam mengurus rumah tangga. Sehingga jangan sampai tanggung jawab dan hak masing-masing dari suami atau istri tak terpenuhi. (ihq)

AddThis Social Bookmark Button