Muzakki
KHALID BIN WALID, Pedang Allah yang Tak TerkalahkanMEI 2013
Khalid dilahirkan sekitar 17 tahun sebelum masa pembangunan islam. Dia anggota Bani Makhzum, salah satu puak Quraisy. Ayahnya berna Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid adalah istri Nabi. Dengan Umar sendiripun Khalid memiliki hubungan kelurga, yakni saudara sepupunya. Dahulu sebelum masuk islam nama Khalid bin walid sangat termashur sebagai panglima perang tentara kau kafir Quraisy yang tak terkalahkan, begitu gagah dan perkasanya Khalid di medan perang, ia juga ahli dalam menyusun strategi perang. Pada waktu perang uhud melawan tentara muslimin pimpinan Nabi Muhammad, banyak syuhada yang syahid terbunuh ditangan Khalid bin walid. Nabi mengharap dengan sepenuh hati, agar Khalid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Khalid seorang ksatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya. Khalid menceburkan diri ke dalam seni peperangan dan seni bela diri. Bahkan mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Talenta yang asli, ditambah dengan latihan keras telah membina Khalid menjadi sosok yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang. Suatu ketika Khalid mengirimkan intel untuk memata-matai Nabi, utusan Khalid melaporkan hasil pengamatan tersebut, kata utusan tersebut. “Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan Muhammad kepada para pasukannya, Muhammad mengatakan aku heran kepada seorang panglima Khalid bin walid yang gagah perkasa dan cerdas, tapi kenapa dia tidak paham dengan agama Allah yang aku bawa, sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham, dia akan berjuang bersamaku (Muhammad), Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku.” Mendengar laporan itu membuat risau Khalid hingga akhirnya Khalid bin walid memutuskan untuk bertemu dengan Muhammad dengan menyamar menggunakan topeng, diam-diam Khalid mendengarkan dan menyimak saat Bilal membaca Al-Quran, sampai akhirnya gerak-gerik Khalid terbaca oleh Ali bin Abi Thalib, Khalid berkata: “Aku kesini dengan niat baik ingin bertemu dengan Muhammad dan menyatakan diriku masuk Islam.” Khalid bersyahadat di hadapan Rasulullah, dan Rasulullah member gelar kepadanya ‘Syaifullah’ yang artinya Pedang Allah yang Terhunus. Ketika Khalid masuk islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah denga perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukkan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematiannya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid, harapan untuk mati syahid dimedan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasan Allah. Manusia berasal dari Allah dan kembali kepadaNya. (eby/berbagai sumber) |
|
|



“Orang seperti dia tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dia harus dipromosikan sebagai calon pemimpin islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya sebagai pemimpin.” Demikian ucapa Rasulullah ketika berbicara tentang Khalid bin walid, sebelum pahlawan ini masuk islam.
Adalah seorang paman dari Rasulullah, dia memeluk Islam pada tahun kedua kenabian, Sejak memeluk islam, Hamzah telah berniat untuk membaktikan segala keperwiraan, keperkasaan, dan juga jiwa raganya untuk kepentingan da'wah islam. Karena itu tidaklah mengherankan jika Rasulullah menjulukinya dengan sebutan "Asadullah" yang berarti singa Allah.
Al-Hasan dan Al-Husein adalah putera dari Ali bin Abi Thalib r.a, cucu Rasulullah SAW dari anak perempuannya Fathimah r.a. Mereka termasuk kalangan ahlul bait Rasulullah SAW yang memiliki keutamaan-keutamaan yang besar dan mendapat pujian-pujian Rasulullah. Pada awalnya imam Ali r.a tidak menamai anaknya dengan nama Hasan begitu pula Husain tetapi rasul sendirilah yang langsung memberikan nama tersebut.
Maryam adalah Ibunda Isa Alaihissalaam, seorang wanita mulia yang lahir atas izin Allah SWT melalui pasangan suami-istri keluarga Ali Imran.


