Mengaplikasikan Kreativitas Dalam Rumah Tangga

FEBRUARI 2012

Kreativitas merupakan sebuah aktifitas yang melahirkan sesuatu hal yang baru dan inovatif. Di mana kreativitas itu lahir dan berkembang dalam setiap diri manusia, sebagaimana Allah swt telah memberikan akal kepada setiap mahluk-Nya untuk terus berpikir.

Untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis tidak hanya cukup dengan memberikan nafkah lahir maupun batin.Tentu di sini diperlukan berbagai pola pikir yang cerdas untuk membangun sebuah keluarga yang kreatif,cerdas dan inovatif serta berwawasan luas tentang hakikat kehidupan dalam beragama. Dalam hal ini masing-masing pasangan memiliki peranan besar dalam mewujudkan kehidupan berumah tangga yang kreatif inovatif.

Dalam hal ini seorang ayah atau ibu sama-sama berperan aktif guna terwujudnya sebuah keluarga yang sesuai dengan harapan mereka. Menumbuh kembangkan kreatifitas dalam rumah tangga sangatlah berguna bagi kehidupan pribadi maupun bermasyarakat. Oleh sebab itu, keluarga merupakan wadah yang sangat penting dalam mengaplikasikan kehidupan yang kreatif,cerdas, dan inovatif.

Dalam kesempatan ini Sugiarto (54) menuturkan tentang bagaimana membangun sebuah keluarga yang kreatif dan inovatif. Beliau mengatakan bahwa dalam membentuk sebuah keluarga yang sesuai dengan harapan tentu haruslah dibangun dengan ketulusan serta kesabaran yang cukup. Selain itu, masing-masing dari pasangan harus meletakkan dasar keyakinan bersama dan berusaha menjadi oarng tua yang juga sesuai dengan harapan putra-putrinya.

Pada kesempatan lain beliau juga bercerita tentang pengalamannya dulu, saat beliau masih menjadi pedagang ketoprak keliling. Di tengah himpitan ekonomi yang mendera keluarga mereka, Sugiarto bekerja keras demi menghidupi istri dan kedua buah hatinya. Oleh karena itu, beliau bersama Istrinya Rosminah (43), mereka berdua berusaha bekerja keras demi mampu meraih cita-cita sang buah hatinya.

Rosminah istri dari Sugiarto adalah ibu rumah tangga namun, dalam kesehariannya beliau juga turut membantu suaminya dengan berdagang gorengan. Di lain pihak anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas lima juga ikut membantu keluarganya mencari nafkah. Meskipun kehidupan mereka cukup sulit, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berupaya mencapai harapan dan cita-cita keluarga mereka.

“Kehidupan keluarga kami memang terbilang serba kekurangan tapi kami sekeluarga menghadapi ini dengan lapang dada dan terus berusaha,”  tutur Sugiarto pria kelahiran asli Klaten, Jawa Tengah.

Dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati beliau perlahan mendidik anak istrinya agar hidup sederhana, serta mengajarkan berkehidupan cerdas, kreatif dan inovatif. Beberapa tahun kemudian Sugiarto beserta keluarga sepakat untuk merubah haluan hidupnya dengan membanting setir menjadi seorang pengusaha furnitur. Mereka yang dulunya seorang pedagang kini menjadi pengusaha furnitur yang di kota Jakarta, tempat mereka tinggal saat kini.

“Alhamdulilah, berkat kegigihan dan pengalaman yang saya dapat. Saya bisa lebih baik dari sebelumnya,”  ujar Sugiarto.

Kehidupan berumah tangga tidak berlangsung sehari atau dua hari, atau bahkan sebulan, namun berlangsung hingga akhir hayat. Artinya dalam melangsungkan sebuah kehidupan bersama keluarga tentu tidak hanya sampai batas itu saja. Namun, banyak hal yang harus dilakukan agar terciptanya hubungan rumah tangga yang berkesinambungan serta dapat mencetak generasi cerdas, inovatif dan kreatif.

Mendidik Keluarga Cerdas, Inovatif dan Kreatif

Sejak manusia diciptakan Allah swt telah menetapkan akal dalam diri setiap insan. Akal tersebut digunakan untuk mengembangkan pola pikir yang cerdas guna tercapainya suatu cita-cita, melalui pengaplikasian kreativitas. Kecerdasan tersebut tak lepas dari hubungan manusia itu sendiri terhadap sang pencipta Allah swt. Dengan demikian, manusia mampu memanfaatkan sesuatu yang lahir baik dari dalam diri atau disekitarnya guna mencapai kesejahteraan hakiki.

Tentu dalam kehidupan keluarga kita bersama-sama mencapai kebahagian dunia dan akhirat, serta mencapai keridhaan Allah swt. Sangat penting sekali sebuah pendidikan yang mengembangkan pola pikir untuk membangun kecerdasan. Terutama di dalam sebuah rumah tangga, dimana sebuah rumah tangga yang memiliki tngkat kecerdasan tinggi akan melahirkan suatu inovasi dalam hal mencetak keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Hal ini terkait dari bagaimana seorang suami mampu mengendalikan kecerdasan emosinalnya dalam memecahkan berbagai masalah. Hal ini pula yang juga harus diajarkan kepada anak istri agar mereka juga mampu menetralisir permasalahan yang sewaktu-waktu menimpa mereka.

Keluarga Itu Wadah Kreatifitas Utama

Dunia ini begitu luas sehingga banyak hal baru  yang belum kita ketahui, sehingga ada sebuah ungkapan yang mengatakan “tidak ada yang baru dimuka bumi ini”. Jadi ada hal yang dapat membuat kita berkembang, tanpa disadari kita telah menemukan suatu gagasan menarik dalam hal membangkitkan semangat hidup baru atau pola pikir yang sederhana dalam menentukan langkah awal untuk kehidupan yang lebih baik. Tentu bukan lain itu adalah kreatifitas yang lahir dari dalam diri kita.

Orang yang kreatif tentu dapat melakukan berbagai jenis pekerjaan dengan hasil yang memuaskan. Dan orang tersebut juga mampu menangkap situasi dan menyelesaikan suatu masalah dengan hal yang inovatif. Orang yang kreatif pada dasarnya dia memilki jiwa sosial yang tinggi, percaya diri serta kepekaan tinggi.

Tidak ada wadah yang lebih baik dalam menumbuh kembangkan kreativitas selain di dalam lingkungan keluarga. Namun, pada zaman seperti ini kita telah mengalami pergeseran akal yang cerdas, kreatif dan inovatif. Hal itu terlihat dari sikap kita yang suka bermalas-malasan dan lebih memilih hidup yang serba instan.  (Jh)


AddThis Social Bookmark Button