Kasih Ibu Seluas Samudera
DESEMBER 2011
Ibu merupakan sosok mahluk yang dimuliakan oleh Allah swt, terbukti dengan adanya berbagai surat di dalam al-Qur’an yang banyak menceritakan tentang perngorbanan seorang ibu. Selain itu pula juga tertuang dalam hadist Rasulullah saw. Dimana dalam hadist tersebut bahwa seorang anak harus mendahului kewajibannya terhadap ibunya karena kedudukan seorang ibu lebih mulia oleh karena itu ada ungkapan jika syurga di bawah telapak kaki ibu.
Perjuangan seorang ibu dalam menyambung nyawa kita sebagi anak sangatlah berat dan banyak menuai rintangan. Dengan berbagai cara akan dilakukan seorang ibu untuk tetap membahagiakan sang buah hatinya, walupun terkadang hati seorang ibu itu tersakiti oleh tingkah laku sang anak. Hal itu tak akan merubah rasa sayang seorang ibu terhadap anaknya dan ibu pun akan selalu memaafkan segala bentuk kesalahan dari anaknya.
Begitu besar cinta dan pengorbanan seorang ibu sampai nyawanya pun ikut dia pertaruhkan demi anaknya.
Seberapa besar cinta seorang anak terhadap ibunya tentu sang anak tak akan mampu mebalas jasa-jasa ibu meskipun dia membayarnya dengan harta seluas samudera bahkan seluruh isi dunia ini tak akan pernah mampu membayar semua. Fadhilla (54) dia adalah seorang ibu yang penyayang sekaligus sukses dalam mendidik ke 11 anak-anaknya. Meskipun mereka terlahir dari keluarga yang sederhana, beliau sukses mendidik anak-anaknya.
Dalam kesempatan ini beliau ingin berbagi cerita pengalamanya. Ada suatu kenangan yang mungkin tak pernah terlupakan dalam benak Fadhilla yakni ketika beliau hendak mengantarkan anaknya ke rumah sakit. Saat itu anaknya yang berusia 13 tahun menjalani operasi mata di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Ia berusaha kuat menghadapi kenyataan mendapati anaknya tak bisa melihat dengan normal. Beliau hanya bisa memeluk erat tubuh anaknya yang terkulai lemas pasca operasi sambil mencoba menguatkan buah hatinya agar terus tetap bertahan melewati ujian yang tengah dihadapinya. Dan meski ia memang tegar, tapi di lain pihak, dia tidak rela mendapati putri cantiknya kelak tak dapat melihat. Segenap upaya beliau lakukan demi kesembuhan anaknya walaupun beliau terbilang sibuk karena harus mengurusi sepuluh anak lainnya.
Berkat kesabaran dan doa, beliaupun dapat melewati ujian ini meski banyak menguarkan biaya besar demi kesembuhan putrinya yang tengah di bawa keluar negeri untuk operasi mata. Alhasil, kesembuhan menyertai putri bungsunya tersebut, dan itu membuat suatu kebahagian tersendiri baginya.
Kasih Ibu Seluas Alam Raya
Gambaran bahwa hati ibu sedemikian luas memang tidak dapat dipungkiri. Begitu besar rasa kasih sayang ibu kepada anak-anakanya ketika masih dalam kandungan, ibu begitu memperhatikan kondisi calon anaknya. Berbagai upaya dilakukan agar calon anaknya selalu terlindungi dan terjaga kesehatannya.
Bahkan, untuk menjaga kesehatan calon anaknya, ibu harus mengkonsumsi berbagai jenis makanan sehat dan berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang menyehatkan badan. Selama sembilan bulan sepuluh hari, ibu harus mengandung calon anaknya. Dan, selama itu pula ibu harus mengalami penderitaan yang tak tergambarkan tidur pun tidak lelap. Ibu melakukan semua itu penuh dengan kasih sayang. Salah satu bukti kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya yakni adalah pemberian ASI.
Sang anak bisa tumbuh dan berkembang hingga dewasa karena pendidikan dan ikatan emosional yang begitu dekat dengan ibunya. Karena di dalam darah anak itu mengalir darah pengorbanan seorang ibu yang disuplai melalaui ASI. Di mana banyak sekali manfaat dari ASI yang diberikan kepada anaknya. ASI merupakan ungkapan kasih sayang Allah sekaligus anugerah yang luar biasa terhadap setiap bayi yang terlahir ke muka bumi.
Bagi ibu, jika anaknya nyaman, tenanglah hatinya. Tetapi jika anaknya tidak nyaman, atau sakit, maka pikiran dan hati ibu menjadi gundah gulana dan tersiksa oleh berbagai kekhawatiran. Begitulah kasih sayang ibu terhadap anak-anaknya tidak terbatas.
Doa Ibu Yang Penuh Berkah
Jika ingin berhasil dalam setiap usaha hidupmu, maka mintalah doa restu kepada ibumu. Ini merupakan sebuah petuah yang sangat nyata setiap kali kita akan melakukan sesuatu, misalnya ketika pergi menuntut ilmu maka doa restu orang tua merupakan bekal yang utama.
Ibu adalah sosok yang begitu kasih kepada kita. Ibu memberikan segalanya kepada kita. Dan, istimewanya, mereka tidak berharap balas atas segala yang sudah dilakukan untuk anak-anaknya. Bagi para ibu, menyayangi anak-anak merupakan amanat yang harus dipertanggung jawabkan saat di akhirat nanti.
Begitu berkahnya doa ibu, sehingga ada cerita tentang anak durhaka pada ibu yang menjelma menjadi batu karena doa sang ibu, si Malin Kundang anak yang tidak mengakui sayang ibunya, bahkan menghardik ibunya. Dan ibu yang merasa teraniaya tersebut berdoa kepada Tuhan, walaupun itu hanyalah cermin kekecewaan ibu. Ibu hanya protes dan mengatakan “Hati mu keras seperti batu.” Tuhan mengubah kata-kata itu menjadi doa.
Syurga Di Telapak Kaki Ibu
Kalau ada pepatah yang mengatakan bahwa syurga di telapak kaki ibu, bukan berarti kita harus melihat telapak kaki ibu. Ini merupakan isyarat bahwa kebahagiaan seorang anak terletak di telapak kaki ibu, artinya di sepanjang kehidupan ibu. Jika ibu masih hidup, maka selama ini ibu tetap melangkahkan kaki untuk menciptakan kesempatan kehidupan lebih baik bagi anak-anaknya.
Telapak kaki, diartikan sebagai bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan tanah, maka itu artinya perjalanan hidup ibu. Selama ibu masih hidup, selama itu pula kasih sayang ibu tercurah untuk anak-anaknya. Dan, selama itu pula kehidupan anak berada pada posisi baik. Ibu akan terus berusaha memposisikan anak-anaknya bahagia.
Oleh karena itulah, jika kita ingin bahagia hidup di dunia dan akhirat, maka sayangilah ibu. Berilah mereka kebahagiaan sebab ibu adalah lautan dunia kita. Di sanalah kita berlabuh saat sulit dan sebagainnya. Dengan keberadaan seorang ibu bagi kehidupan, adalah merupakan keniscayaan yang tidak dapat kita abaikan. (Jh)






