Menyiapkan Dana Untuk Berhaji

NOVEMBER 2011

Belum lengkap rasanya, Islam seseorang, jika belum menunaikan Ibadah haji. Namun, bila dikaitkan dengan keadaan ekonomi setiap orang, berbeda kenyataannya

Usaha yang didorong dengan keinginan kuat tentu belum sempurna bila tidak dituntaskan dengan pengelolaan keuangan yang baik . Tetapi, jika mempunyai niat, ditambah komitmen kuat, serta perencanaan keuangan yang baik, insya Allah kita dapat menunaikan haji dengan lancar karena punya persiapan dana yang memadai. Apalagi untuk menunaikan ibadah haji butuh dana besar dan selalu naik dari tahun ke tahun.

Penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar sehingga biaya perjalanan haji jadi membengkak. Selama ini ongkos naik haji diperhitungkan dalam kurs dollar Amerika Serikat. Faktor lain adalah naiknya setoran pemerintah kita kepada negara Arab Saudi, biaya akomodasi di Saudi yang meningkat, serta tiket pesawat yang harganya naik.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibadah haji yang diinginkan bisa terlaksana. Seseorang harus mempunyai mental dan fisik untuk menunaikan ibadah. Ibadah haji butuh fisik yang prima dan ruhiyah yang tinggi karena sepanjang waktu disana adalah untuk kegiatan ibadah. Untuk itu persiapan utama adalah kesehatan yang baik dan semangat ibadah yang tinggi

 

Perkiraan Biaya

Untuk berhaji perlu persiapan biaya dengan matang.  Caranya mencari info biaya haji saat ini beserta biaya lain yang diperlukan, misalnya biaya mengadakan kegiatan walimatus syafar, biaya oleh-oleh, dll. Perhitungkan inflasi kenaikan biaya haji per tahunnya, (bisa pakai asumsi kenaikan 10 persen/tahun), dengan cara ini dapat ditentukan berapa biaya haji yang diperlukan. Perencanaan ini harus dilaksanakan jauh hari karena biasanya, biaya ibadah haji cenderung naik dari tahun ke tahun. Hal ini mungkin disebabkan inflasi atau nilai tukar rupiah yang rendah terhadap dolar.  Dan tentu saja, fluktuasi harga ini akan menyulitkan untuk melakukan perkiraan berapa biayanya beberapa tahun yang akan datang jika kita ingin menyiapkan dananya dari sekarang. Oleh karena itu, dalam merencanakan biaya naik haji, gunakanlah perkiraan harga dalam mata uang dollar atau dalam bentuk logam mulia emas.

Kalau dinilai dalam dollar atau emas, biaya perjalanan ibadah haji yang ditetapkan pemerintah berkisar antara US$ 2.500 – 3.000 per jamaah, atau sekitar 250 – 300 gram emas murni. Angka inilah yang bisa kita jadikan sebagai target pengumpulan dana untuk naik haji nanti, insya Allah.

Tabungan Haji

Tabungan haji  bisa dilaksanakan dengan cara menitipkan uang di lembaga keuangan baik bank ataupun non-bank yang menyediakan jasa penitipan dana haji. Perbankan memiliki produk khusus bagi nasabahnya yang ingin berangkat ke tanah suci. Produk seperti ini bisa bermacam-macam namanya. Ada sebagian bank yang menamakannya Tabungan Haji Indonesia, ada juga yang menyebutnya Tabungan Arafah atau Tabungan Mabrur.

Tabungan ini selain berfungsi untuk menyimpan uang, juga dapat membantu nasabah dalam bidang administrasi pendafftaran haji. Karena tabungan ini dirancang khusus untuk membantu menyiapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan jalan mendaftarkan nasabah langsung ke Departemen Agama secara on-line lewat SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu). Dan begitu pendaftaran haji dibuka, maka bank akan mendaftarkan nasabahnya sebagai calon jamaah haji hingga ada kepastian berangkat haji pada musim berikutnya. Hal ini menjadi lebih mudah karena sekarang pemerintah hanya menerima pendaftaran haji lewat tabungan haji bank agar quota tidak melewati batas dan bisa dilaksanakan secara serentak.

Kelebihan dari tabungan haji ini adalah, bank juga dapat memberikan dana talangan pada nasabah yang ingin naik haji tahun itu tapi memiliki kendala arus kas. Bank bisa menyediakan dana talangan pelunasan BPIH sebelum tanggal akhir pelunasan, tentu saja jika bisa dipastikan bahwa nasabah itu mampu untuk mengembalikan dana talangan tersebut sebelum berangkat.  Dan karena banyaknya fasilitas yang diberikan, biasanya bank memberikan bagi hasil yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tabungan biasa.

Selain melalui BPIH, jika ada yang ingin menabung, tapi terkendala prosedural,  lembaga keuangan non bank seperti Baitul Maal wa Tamwil (BMT) bisa menjadi alternatif. Sudah cukup banyak BMT yang membuka program haji. Dengan prosedur yang lebih mudah dan lebih memasyarakat, BMT bisa dijadikan pilihan dalam mempersiapkan dana haji.

Asuransi dan Investasi Haji

Masyarakat luas bisa berlega hati. Karena selain bank yang menyiapkan dana untuk naik haji, kini banyak perusahaan asuransi. Yaitu asuransi haji.  Mekanisme asuransinya hampir sama dengan asuransi dwiguna lainnya, seperti asuransi pensiun atau asuransi pendidikan. Berupa asuransi yang mengandung unsur proteksi dan investasi. Dengan asuransi haji, pula seseorang hanya perlu menetapkan target kapan akan naik haji, maka perusahaan asuransi bisa menghitungkan untuk kita berapa kira-kira setoran yang harus dibayarkan untuk mencapai target tersebut. Dan jika terjadi hal di luar kendali manusia, seperti kematian, maka berlaku peraturan seperti pada umumnya. Di mana pihak asuransi akan memberi santunan. Mereka juga bisa memberikan biaya pelaksanaan haji kepada keluarga yang masih ada.

Selain asuransi haji, ada bentuk investasi ain yang cukup menarik. Investasi dalam bentuk emas. Karena emas mempunyai nilai yang stabil  terhadap inflasi dan nilai mata uang asing, maka emas bisa menjadi alat investasi yang efektif untuk menyiapkan dana naik haji. Selain itu, cara menghitungnya juga mudah. Hanya perlu membagi  target emas 2.500 – 3.000 gram dengan jumlah tahun kita akan berangkat haji.

Sebagai contoh misalnya, Pak Rino dan Bu Dian berniat naik haji bersama-sama sekitar lima tahun lagi. Saat ini keduanya memipunyai simpanan emas sebanyak 50 gram. Maka gram emas yang harus adalah sebagai berikut:

-          Biaya yang diperlukan = 250 gram x 2 = 500 gram emas

-          Biaya yang sudah ada = 50 gram emas

-          Biaya yang masih perlu disiapkan = 450 gram emas

Tabungan emas = 450 gram = 90 gram/tahun = 7,5 gram/bulan = 5 tahun

Dari perhitungan di atas diketahui, jika Pak Rino dan Ibu Dian ingin naik haji 5 tahun lagi, mereka perlu menabung 90 gram emas per tahun atau 7,5 gram setiap bulannya. Dan ketika itu semua dilakukan dengan rutin, maka pada tahun kelima mereka mempunyai 500 gram emas untuk biaya naik haji 2 orang. Dan yang paling penting jika menyimpan emas untuk naik haji, emas yang disimpan harus dikenakan zakat. Jika simpanan emasnya sudah melebihi 85 gram, maka harus berzakat sebanyak 2,5% dari jumlah emas yang ada.

Dan jika ingin emas lebih aman, bisa dengan membeli koin ONH di pegadaian, menitipkannya, dan hanya membawa pulang surat kepemilikan dengan membayar biaya tambahan saja.

Kalau semua sudah terprogram dan terencana, ternyata ada banyak cara untuk  ibadah haji. Dengan keinginan yang kuat dan perencanaan yang matang, ibadah haji bukan merupakan sesuatu yang mustahil dilakukan. Semoga menjadi haji yang mabrur. Amin. • (Muhammad Gufron Hidayat/ founder Klinik Keuangan Syariah Fix Solution)

AddThis Social Bookmark Button