Menyisihkan Uang Untuk Hobi Memelihara Binatang
OKTOBER 2011

Pada diri manusia ditumbuhkan rasa kasih sayang kepada makhluk Allah yang lainnya. Pada hewan dan juga tumbuhan, yang lazimnya disebut hobi. Tak sedikit orang yang sampai dijuluki tergila – gila pada hobi nya oleh orang – orang di sekitarnya karena dedikasi waktu, tenaga dan juga biaya yang tidak sedikit untuk menunjang hobinya tersebut.
Apakah karena pertimbangan keuangan lalu kita tidak boleh mempunyai hobi memelihara binatang misalnya. Tentu saja boleh. Hal ini dengan sepenuhnya menyadari bahwa hobi ini juga memerlukan biaya, sehingga perlu dilihat keseimbangannya dengan pos -pos pengeluaran lain yang lebih esensial.
Memelihara binatang peliharaan, pada dasarnya adalah untuk kesenangan dan bukan untuk sumber penghasilan lain. Biasanya ide untuk menjadikan hobi memelihara binatang sebagai sumber penghasilan tambahan itu akan muncul kemudian setelah kurun waktu tertentu. Itu pun tidak otomatis terjadi seperti itu. Maka untuk kepentingan keuangan keluarga, pos biaya memelihara binatang ini dapat dimasukkan ke biaya lain- lain yang sebenarnya tidak mempunyai prioritas tinggi. Pengeluarannya adalah biaya dan bukan investasi. Memang kita mendapatkan kesenangan dan kepuasan tersendiri dari memelihara binatang peliharaan, akan tetapi itu bersifat kesenangan emosional. Untuk kepentingan pembahasan ini, maka kita akan meletakkan dan memandang hal ini dari kacamata yang tidak emosiaonal tapi lebih praktis dan realistis.
Berapa Persenkah Biaya Pemeliharaan Binatang?
Pertanyaan yang sering muncul adalah berapa persen wajarnya untuk biaya binatang pemeliharaan. Bagi para penggemar binatang, terkadang uang tidak mejadi pertimbangan, akan tetapi karena kita mencoba melihat biaya ini dari sisi yang realistis, maka mau tidak mau biaya harus menjadi pertimbangan dalam pemeliharaan binatang peliharaan.
Pendekatan yang sering dianjurkan adalah dengan membandingkan pengeluaran untuk binatang ini relative terhadap pengeluaran lain yang sifatnya lebih esensial dan prioritasnya lebih tinggi. Misalnya pengeluaran untuk pos zakat, infaq, sedekah, tabungan, investasi, asuransi. Dengan demikian anda sendiri yang bisa membuat ukuran kepatutan dari biaya yang dikeluarkan. Misalnya, apabila biaya pemeliharaan untuk binatang ini adalah 500 ribu rupiah per bulan, akan tetapi anda hanya mampu menabung secara real 350 ribu rupiah per bulan, maka anda dapat menilai sendiri, apakah pengeluaran ini bijak atau tidak. Atau misalnya lebih ekstrim lagi, apabila ternyata pengeluaran untuk binatang peliharaan ini lebih besar porsinya dari pengeluaran untuk investasi misalnya. Maka anda sendiri pun bisa menilai bijak atau tidaknya pengeluaran tersebut.
Menyiasati Biaya Pemeliharaan Binatang
Sekarang, bagaimana menyiasati agar biaya untuk pemeliharaan binatang ini memang sesuai dengan kemampuan anda dan merupakan pengeluaran yang bijak. Yang pertama, lakukan penilaian kemampuan anda untuk punya binatang peliharaan. Lihat konsekuensi waktu, biaya dan sebagainya. Lihat dalam konteks keuangan anda secara keseluruhan. Peliharalah binatang peliharaan yang sesuai dengan kemampuan anda. Jangan mengandalkan bahwa binatang peliharaan ini dapat mendatangkan uang, kecuali anda memang serius ingin berbisnis binatang peliharaan sekaligus memuaskan hobi.
Yang kedua, data biaya pemeliharaan binatang. Jangan lupa juga menyertakan biaya ke dokter hewan, imunisasi dan lain lain yang diperlukan oleh hewan tersebut. Pakan khusus dan kandang serta kelengkapan lainnya.
Yang ketiga, liat dari cashflow anda, darimana biaya pemeliharaan ini akan diambil. Apakah mengambil alokasi dari pos lain yang sama rendah prioritasnya atau bagaimana. Apabila penghasilan anda tidak bertambah, maka re-alokasi anggaran dapat dilakukan. Yang penting untuk diperhatikan, jangan mengorbankan pos – pos esensial seperti zakat, infaq, shadaqah, tabungan, investasi, asuransi dan lain – lain.
Yang keempat, bersikaplah proporsional dalam pemeliharaan binatang. Banyak penyuka binatang melakukan pengeluaran yang bersifat emosional untuk binatang peliharaannya daripada pengeluaran yang bersifat rasional. Hal ini wajar karena didorong oleh perasaan senang dan suka pada hewan peliharaan tersebut.
Yang kelima, selalu bersiap untuk melakukan penyesuaian apabila ada pengeluaran lain yang punya prioritas lebih tinggi membutuhkan dana. Proporsi, proporsional dan realistis adalah kata – kata kunci para penyuka binatang peliharaan dalam mengelola keuangannya, khususnya biaya untuk binatang peliharaan. • (Elsa Febiola Aryanti-Perencana Keuangan)






