Keuangan Keluarga

Saatnya Gajian, Saatnya Investasi

FEBRUARI 2012

Oleh: Muhammad Gufron Hidayat, SE.Sy*

 

Pak Mahmud adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan.Gaji yang diperolehnya memang tidak terlalu besar. Namun demikian, Pak Mahmud berkeinginan memiliki tabungan investasi yang bisa digunakan ketika ia sudah tidak bekerja nanti. Dengan gaji yang pas-pasan, mampukah Pak Mahmud berinvestasi? Jawabannya bisa. Investasi bisa dilakukan oleh siapa saja. Syaratnya hanya satu, memiliki pendapatan.

Masyarakat Indonesia saat ini memang masih banyak yang berpikir sebatas pada konsumsi dan tabungan, belum berpikir pada ranah investasi. Padahal, investasi sangat berbeda dengan tabungan. Tabungan tidak bisa dikelompokan sebagai produk investasi karena seringkali dana yang disimpan pada tabungan dalam jangka waktu tertentu berkurang jika dihitung dengan faktor inflasi tahunan.

Investasi bisa dilakukan dengan menyisihkan 20-30% dari pendapatan bulanan. Angggaran itu tentu saja tidak termasuk konsumsi, hutang dan dana darurat yang sudah dipersiapkan. Kelihatannya sulit dilakukan, namun ternyata tidak. Yakinlah, berapapun penghasilan yang didapat, dengan pengaturan keuangan yang baik, investasi dapat dilakukan dengan karakteristik dan pola berbeda. Namun harus diingat, dengan anggaran yang tidak terlalu besar harus pandai-pandai memilih jenis investasi. Jika tidak, bukan untung yang didapat tapi malah buntung.

Produk saham tentu tidak cocok digunakan untuk mengawali investasi lebih-lebih dengan dana tabungan atau dana darurat sekalipun. Dana yang disimpan pada produk saham adalah dana yang idle (tidak digunakan). Untuk itu, pilihan investasi harus benar-benar disesuaikan dengan profil keuangan pribadi.

Secara umum, sarana investasi terbagi menjadi dua macam, yaitu aset riil dan aset finansial. Aset riil adalah aset yang dimiliki dan berwujud. Contoh aset riil adalah rumah, tanah dan emas. Sedangkan aset finansial seperti tabungan, deposito, reksadana, obligasi dan saham.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Awal Tahun, Saatnya Merencanakan Keuangan Anda

JANUARI 2012

 

*Oleh: Deni Pandu Nugraha, SE. MSc

Pendaki yang berhasil sampai ke puncak gunung adalah pendaki yang merencanakan dengan baik pendakiannya. Awal tahun menjadi moment yang penting untuk merencanakan pengelolaan keuangan keluarga Anda agar dapat mencapai target sesuai dengan apetite atau keinginan dan terhindar dari masalah atau setidaknya dapat meminimalisir masalah-masalah keuangan yang bisa terjadi dalam perjalanan Anda di tahun ini.

Perencanaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam manajemen keuangan, bagi Anda yang sudah menerapkan manajemen keuangan di tahun sebelumnya lakukanlah evaluasi sehingga perencanaan yang Anda lakukan tahun ini bisa lebih baik lagi. Bagi Anda yang belum mengelola keuangan dengan baik, ada delapan langkah yang dapat diterapkan dalam mengelola keuangan, khususnya keuangan keluarga Anda.

Pertama, identifikasi prinsip hidup Anda. Apa yang penting bagi Anda dan keluarga? Sebagai contoh; adalah mana yang lebih penting antara gaji tinggi dengan lembur versus menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga Anda? Buatlah daftar prioritas hal-hal penting bagi Anda. Setelah itu, berikan peringkat dan poin-poin sehingga Anda dapat mempelajari dan merencanakan dengan baik prioritas Anda.

Kedua, tetapkan tujuan keuangan. Tujuan Anda harus mencerminkan nilai-nilai pribadi Anda dan keluarga, apakah Anda seseorang yang lebih suka refreshing (rekreasi), atau Anda merupakan seseorang yang lebih concern terhadap keamanan finansial, jika Anda lebih concern terhadap keamanan financial, maka Anda akan berusaha untuk tidak jalan-jalan di tahun ini dan dananya dialokasikan dalam bentuk tabungan atau investasi.

Ketiga, mengajarkan dan belajar pendidikan finansial. Kenapa ini begitu penting? Karena salah satu faktor yang menyebabkan perencanaan tidak berjalan adalah ketika keluarga tidak paham pentingnya mengikuti anggaran atau rencana yang telah dibuat. Contohnya, anak yang tidak diajarkan pendidikan finansial, maka anak akan belajar dari lingkungan yang belum tentu baik untuknya, bisa saja lingkungannya merupakan orang-orang yang senang hidup mewah dan berfoya-foya, maka uang yang Anda berikan akan cepat habis sehingga anak anda akan meminta uang yang lebih dari anggaran yang Anda sediakan.

Keempat, menuliskan sumber-sumber pendapatan. Sumber pendapatan ini bukan saja uang bulanan atau gaji bulanan yang selalu dapatkan. Tetapi juga Anda harus mengidentifikasi tambahan-tambahan lain yang mungkin bisa didapatkan. Tulis semuanya. Selain pendapatan, tentunya harus menuliskan biaya-biaya yang dikeluarkan. Apakah itu makanan, gas, sewa, pembayaran mobil bahkan cemilan. Prinsip akuntansi mengatakan setiap satu sen yang Anda belanjakan adalah biaya yang harus ditulis. Karena itu, jangan ragu menuliskan setiap pengeluaran yang Anda lakukan.

Kelima, bagi yang mempunyai hutang, coba tinjau kembali hutang Anda. Kumpulkan tagihan semua hutang Anda, hitung berapa total setiap bulannya. Ambil kalkulator, ambil napas dalam-dalam dan hitung hutang Anda dengan seksama, serta perkirakan apakah anda masih memerlukan hutang?

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Resep Sederhana; Mengelola Keuangan Keluarga

NOVEMBER 2011

 


Menjadi istri yang pandai mengelola keuangan keluarga? Hm, siapa yang tidak mau. Setiap istri pasti menginginkan menjadi pribadi yang pandai mengelola keuangan keluarga. Kenapa seorang istri yang menjadi bahasan? Inilah jawabannya.

Ibu rumah tangga merupakan sosok penting sebagai pengelola keuangan keluarga. Namun selain itu, bukan rahasia umum lagi jika perempuan memang senang untuk berbelanja. Pernahkah Anda merasakan suasana dilematis antara keinginan berbelanja dan memenuhi kebutuhan keluarga? Jika hal itu memang terjadi, bersyukurlah karena Anda akan menjadi istri dambaan suami jika dan hanya jika mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan pribadi juga. Dalam mengelola keuangan keluarga, setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan guna terpenuhinya keseimbangan pemasukan dan pengeluaran.

Pertama, kenali dengan baik keadaan keuangan keluarga. Ada baiknya pos-pos pemasukan dan pengeluaran ditulis, sehingga akan terlihat keperluan apa saja yang harus dipenuhi pada setiap bulannya. Mengetahui keadaan keluarga sangat penting dilakukan. Dengan landasan ini, hal selanjutnya dapat dilakukan dengan baik.

Kedua, menyusun rencana keuangan bulanan. Setelah mengetahui keadaan keuangan, sebaiknya disusun rencana keuangan untuk satu bulan ke depan. Penyusunan ini bisa disusun secara realistis. Tidak ada salahnya, untuk memasukan anggaran bertamsya dengan keluarga atau memenuhi kebutuhan tersier lainnya. Sebagai  muslim,

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Menyiapkan Dana Untuk Berhaji

NOVEMBER 2011

Belum lengkap rasanya, Islam seseorang, jika belum menunaikan Ibadah haji. Namun, bila dikaitkan dengan keadaan ekonomi setiap orang, berbeda kenyataannya

Usaha yang didorong dengan keinginan kuat tentu belum sempurna bila tidak dituntaskan dengan pengelolaan keuangan yang baik . Tetapi, jika mempunyai niat, ditambah komitmen kuat, serta perencanaan keuangan yang baik, insya Allah kita dapat menunaikan haji dengan lancar karena punya persiapan dana yang memadai. Apalagi untuk menunaikan ibadah haji butuh dana besar dan selalu naik dari tahun ke tahun.

Penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar sehingga biaya perjalanan haji jadi membengkak. Selama ini ongkos naik haji diperhitungkan dalam kurs dollar Amerika Serikat. Faktor lain adalah naiknya setoran pemerintah kita kepada negara Arab Saudi, biaya akomodasi di Saudi yang meningkat, serta tiket pesawat yang harganya naik.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibadah haji yang diinginkan bisa terlaksana. Seseorang harus mempunyai mental dan fisik untuk menunaikan ibadah. Ibadah haji butuh fisik yang prima dan ruhiyah yang tinggi karena sepanjang waktu disana adalah untuk kegiatan ibadah. Untuk itu persiapan utama adalah kesehatan yang baik dan semangat ibadah yang tinggi

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Menyisihkan Uang Untuk Hobi Memelihara Binatang


OKTOBER 2011

Pada diri manusia ditumbuhkan rasa kasih sayang kepada makhluk Allah yang lainnya. Pada hewan dan juga tumbuhan, yang lazimnya disebut hobi.  Tak sedikit orang yang sampai dijuluki tergila – gila pada hobi nya oleh orang – orang di sekitarnya karena dedikasi waktu, tenaga dan juga biaya yang tidak sedikit untuk menunjang hobinya tersebut.

Apakah karena pertimbangan keuangan lalu kita tidak boleh mempunyai hobi memelihara binatang misalnya. Tentu saja boleh. Hal ini dengan sepenuhnya menyadari bahwa hobi ini juga memerlukan biaya, sehingga perlu dilihat keseimbangannya dengan pos -pos pengeluaran lain yang lebih esensial.

Memelihara binatang peliharaan, pada dasarnya adalah untuk kesenangan dan bukan untuk sumber penghasilan lain. Biasanya ide untuk menjadikan hobi memelihara binatang sebagai sumber penghasilan tambahan itu akan  muncul kemudian setelah kurun waktu tertentu. Itu pun tidak otomatis terjadi seperti itu. Maka untuk kepentingan keuangan keluarga, pos biaya memelihara binatang ini dapat dimasukkan ke biaya lain- lain yang sebenarnya tidak mempunyai prioritas tinggi. Pengeluarannya adalah biaya dan bukan investasi. Memang kita mendapatkan kesenangan dan kepuasan tersendiri dari memelihara binatang peliharaan, akan tetapi itu bersifat kesenangan emosional. Untuk kepentingan pembahasan ini, maka kita akan meletakkan dan memandang hal ini dari kacamata yang tidak emosiaonal tapi lebih praktis dan realistis.

Berapa Persenkah Biaya Pemeliharaan Binatang?

Pertanyaan yang sering muncul adalah berapa persen wajarnya untuk biaya binatang pemeliharaan. Bagi para penggemar binatang, terkadang uang tidak mejadi pertimbangan, akan tetapi karena kita mencoba melihat biaya ini dari sisi yang realistis, maka mau tidak mau biaya harus menjadi pertimbangan dalam pemeliharaan binatang peliharaan.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...