Al-Bai’its (Maha Membangkitkan)

OKTOBER 2011

Dialah yang Maha Membangkitkan orang yang mati serta makhluk-makhluk-Nya pada hari kiamat. Membangkitkan manusia dari kuburnya dan mengungkapkan seluruh perbuatan, pikiran serta perasaan yang terjadi selama hidup dari kubur mereka. Sifat ini sangat penting karena menjadi salah satu rukun iman terakhir yang harus di yakini oleh seorang muslim, bahwa mereka akan di hidupkan lagi setelah kematian.

Al-Qur'an banyak

menyebutkan tentang kiamat diantaranya, di antaranya dalam QS. Ar-Ruum ayat 30–40: “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”.

Oleh karena itu, dikatakan bahwa Al-Ba’its itu ialah Dzat yang membangkitkan segala yang ada dari kegelapan ketiadaan kepada cahaya keberadaan.Ada pula pendapat yang mengatakan, bahwa makna Al Ba’its ialah Dzat yang menghidupkan semua makhluk pada hari kebangkitan (hari kiamat) dan

yang mengetahui apa-apa yang disembunyikan di dalam dada atau hati. Dengan begitu salah satu dasar dan pondasi keyakinan dalam agama Islam adalah keyakinan terhadap hari kebangkitan. Semua manusia yang datang dan pergi silih berganti, sesaat ia menetap dan hidup. Semua makhluk yang tinggal di alam lain tak terkecuali akan hidup kembali dan hadir di hadapan pengadilan Tuhan. Mereka akan mendapatkan balasan atau siksaan yang abadi, surga ataukah neraka.

 

Beriman kepada hari kebangkitan merupakan syarat dan konsekuensi seorang muslim. Dengan demikian, siapapun yang mengingkarinya, ia tidak tergolong orang Islam. Semua utusan Tuhan, dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW selalu menjelaskan dasar keimanan terhadap hari kebangkitan setelah menetapkan keimanan terhadap Tuhan. Mereka menyeru sekalian manusia untuk beriman kepada kehidupan akhirat.

Maka, kebangkitan setelah kematian seorang manusia tidaklah seperti kelahiran kembali. Janji Allah untuk menghidupkan manusia kembali pada hari kiamat adalah pasti. Orang baik ataupun jahat sama-sama akan menuai hasil perbuatannya selama di dunia di hari perhitungan nanti. Secara akal sehat, mereka takkan mungkin dibiarkan mati begitu saja tanpa adanya balasan atas mereka. Sehingga orang-orang yang baik tidak mungkin mendapat ganjaran yang sama dengan mereka yang jahat. Kita akan mati dengan cara seperti kita hidup, dan akan di bangkitkan dengan cara seperti kita mati. Apa yang ditanam didunia akan kita petik di akhirat kelak. Oleh karena itu, pililah benih amal baik dengan usaha yang baik. Siramlah benih dengan airmata cinta dan kasih sayang dan hangatkan ladang dengan cahaya Ilahi yang terpantul pada kebeningan cahaya hatimu.

Carilah ilmu karena untuk hidup dengan baik kita memerlukan ilmu dan jika kita tidak berilmu maka yang datang adalah kebodohan yang sama dengan kematian itu sendiri. Oleh karena itu, orang yang membangkitkan dirinya sendiri dari kebodohan kepada kehidupan berpengetahuan atau membantu orang lain untuk mendapatkan pengetahuan akan mendapatkan manifestasi atau gambaran dari Al-Ba'its.

Demikianlah sekelumit pembahasan tentang masalah ba’its yang merupakan salah satu permasalahan aqidah yang harus diketahui dan diimani seorang muslim. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberi taufiq kepada kita untuk selalu istiqamah dalam mencari al-haq dan mengamalkannya.  •(mn)

AddThis Social Bookmark Button