Asmaul Husna

AL-QAWIYY ( MAHA KUAT )

FEBRUARI 2012

“Berilah kami kekuatan Wahai, Yang Maha Kuat, agar kami kuat menunaikan hak-Mu, wahai Allah Yang Rahman dan Rahim, tambahkan pula kepada kami Ilmu yang bermanfat agar kami lebih mengenal-Mu, yaa Allah. Ya Allah, apabila telah Engkau cukupkan masa hidup kami, maka wafatkanlah kami sebagai  Muslim yang sejati, dan akhirilah hidup kami dengan akhir kehidupan  yang baiknya Allah pemilik Rahmat.”

DIA lah yang maha kuat dan tidak kenal lelah, yang memiliki segala kekuatan. Tidak ada suatu pun yang dapat mengalahkan-Nya. Segala sesuatu yang ada di langit dan bumi adalah milik-Nya, namun dengan sifat kasih sayang-Nya Allah sebagai Ar-Rahim memberikan mahluk keleluasaan untuk melakukan segala sesuatu yang di kehendakinya. Sehingga, mahluk yang tidak mengenalnya berpikir bahwa Allah tidak memiliki daya dan kekuatan. Kadang kala Allah membiarkan mahluk-Nya "membantu", hanya ingin mengetahui seberapa jauh mahluk tersebut mencintai-Nya. Allah Maha Perkasa dan Maha Kuasa, tidak membutuhkan siapapun untuk membantu-Nya. Segala daya dan upaya yang di lakukan oleh sang mahluk hanyalah untuk menguji ketaatan dan kecintaan mahluk tersebut kepada-Nya.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

AL WAKIL (Maha Memelihara)

JANUARI 2012

“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah lah kesudahan segala urusan.”

Allah SWT adalah sang Maha Memelihara. Dia menyelesaikan segala sesuatu yang diserahkan hamba-Nya tanpa membiarkan apapun terbengkalai. Allah SWT tidak memerlukan banyak pihak untuk melakukan segala hal bagi-Nya. DIA dapat menggantikan segala sesuatu yang ada di alam semesta tetapi tak ada yang dapat menggantikan-Nya. Allah SWT berdiri sendiri tanpa bergantung pada Apapun, sedangkan para rasul dan nabi-nabi bukanlah wakil-wakil-Nya. Dia mewujudkan pesan dan amanat melalui mereka, karena mereka adalah hamba hamba-Nya karena, DIA lah Tuhan pemilik segalanya.

Orang yang mempercayakan segala urusan  atau berserah kepada Allah, akan memiliki kepastian bahwa semua akan diselesaikan dengan sebaik baiknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh hamba yang mengetahui bahwa Allah yang Maha Kuasa, Maha Pengasih adalah satu satunya yang dapat dipercaya oleh para hamba NYA. Yang dimaksud dengan berserah diri ialah menyerahkan diri seutuhnya untuk diatur oleh Allah. Menyerahkan diri kepada Allah bukanlah berarti mengabaikan usaha. Namun kita harus berusaha dahulu sekuat kemampuan yang ada. Adapun hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah, apakah Dia akan memberikan hasil yang sesuai dengan keinginan kita? Kita ikhlas menerima semua ketentuan yang ditetapkan-Nya. Maka, untuk dapat berserah diri kepada Allah ini, diperlukan sikap mental yang positif. Dasarnya yaitu, kita harus selalu berprasangka baik kepada-Nya. Kita harus yakin bahwa keadaan yang diterima adalah jalan terbaik, yaitu sesuai dengan permintaan kita pada setiap shalat “Ihdinashshiroothol mustaqiim”. Yakinlah bahwa pada hakekatnya, Allah Maha Pengasih dan Penyayang tidak akan menganiaya hamba-Nya. “Demikian itu disebabkan karena perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya sekali-kali Allah tidak menganiaya hamba-Nya”.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Al-Haq (Yang Maha Benar)

DESEMBER 2011

Allah berfirman dalam surat al-Hajj, ayat 6, “Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq ( Maha Benar) dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Secara bahasa, al-haq berarti kebenaran. Maksudnya adalah yang ada secara pasti, yang cocok dan sesuai dengan sebenarnya, yang ada dengan tanpa keraguan, tidak sia-sia dan tidak binasa. Allah memiliki sifat al Haq (Maha Benar), Dia adalah kebenaran absolut, selain Dia adalah kebenaran palsu. Itu artinya Allah adalah sumber kebenaran itu sendiri.

Asy-Syaikh As-Sa’di t mengatakan: “Al-Haq, Yang Maha Benar, pada Dzat dan sifat-Nya. Maka ada-Nya adalah suatu kepastian. Maha sempurna seluruh sifat-Nya. Dzat-Nya mengharuskan keberadaan-Nya, dan tiada keberadaan sesuatu dari suatu apapun kecuali dengan kehendak-Nya. Dialah yang masih tetap dan terus memiliki sifat keagungan, keindahan, dan kesempurnaan. Ucapan-Nya benar, perbuatan-Nya benar, perjumpaan dengan-Nya juga benar, para rasul-Nya benar, kitab-kitab-Nya benar, agama-Nyalah yang benar, ibadah kepada-Nya satu-satu-Nya adalah benar, dan segala sesuatu yang disandarkan kepada-Nya adalah benar.

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Asy-Syahiid , Maha menyaksikan; Allah maha menyaksikan seluruh perbuatan makhluk-Nya

NOVEMBER 2011

Maha menyaksikan; Allah maha menyaksikan seluruh perbuatan makhluk-Nya

Allah Azza wa Jalla Maha Melihat, melihat setiap apa yang kita lakukan, dan kelak akan memintai pertanggung jawaban terhadap apa yang telah kita lakukan. Maka dari itu, melakukan sebuah pekerjaan atau ‘amal dengan kualitas terbaik, menjadi sebuah keniscayaan.

Asy-Syahiid dapat berarti bahwa Allah adalah zat yang maha mengetahui segala urusan alam semesta beserta isinya tanpa kecuali. Dengan kata lain hanya Allah lah yang mampu mengetahui dan melihat semua yang diucapkan dan dilakukan oleh makhluk ciptaan-Nya. Salah satu makna asy-Syahiid adalah bahwa Allah itu selalu ada dan menyaksikan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi. Dia lah Allah yang hidup kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Allah menjadi saksi atas apa yang telah disampaikan oleh para rosul-Nya serta menjadi saksi pula atas ketaatan setiap hamba. Allah lah yang dapat menghisab amal manusia serta membalasnya dengan adil karena Allah Maha menyaksikan segala aktifitas hamba-hamba-Nya.

Allah sebagai Asy-Syahiid dapat dipahami bahwa Allah hadir, tidak gaib dari segala sesuatu, serta “menyaksikan segala sesuatu”. “Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu. Allah dapat disaksikan pula oleh segala sesuatu melalui bukti-bukti kehadiran-Nya di dunia. Apakah ada keraguan terhadap keberadaan Allah, Dzat Pencipta langit dan bumi”. Asy-Syahiid-Nya Allah; sifat Menyaksikan-Nya Allah berbeda dengan menyaksikannya manusia. Perbuatan menyaksikan Allah meliputi segala sesuatu, tidak terbatas ruang dan waktu, hingga detail yang tak mungkin dilakukan makhluk. Sebagai ilustrasi, tatkala kita menyaksikan pertandingan sepakbola, kita terikat pada satu objek, satu waktu tertentu, dan satu kondisi tertentu pula. Lain halnya dengan Maha Menyaksikan yang

AddThis Social Bookmark Button

Read more...

Al-Bai’its (Maha Membangkitkan)

OKTOBER 2011

Dialah yang Maha Membangkitkan orang yang mati serta makhluk-makhluk-Nya pada hari kiamat. Membangkitkan manusia dari kuburnya dan mengungkapkan seluruh perbuatan, pikiran serta perasaan yang terjadi selama hidup dari kubur mereka. Sifat ini sangat penting karena menjadi salah satu rukun iman terakhir yang harus di yakini oleh seorang muslim, bahwa mereka akan di hidupkan lagi setelah kematian.

Al-Qur'an banyak

menyebutkan tentang kiamat diantaranya, di antaranya dalam QS. Ar-Ruum ayat 30–40: “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”.

Oleh karena itu, dikatakan bahwa Al-Ba’its itu ialah Dzat yang membangkitkan segala yang ada dari kegelapan ketiadaan kepada cahaya keberadaan.Ada pula pendapat yang mengatakan, bahwa makna Al Ba’its ialah Dzat yang menghidupkan semua makhluk pada hari kebangkitan (hari kiamat) dan

AddThis Social Bookmark Button

Read more...