Ikut Makan Saat Berpuasa
FEBRUARI 2012

Assalamu’alaikum wr.wb
Ustadz pada tgl 10 Muharram yang lalu saya berpuasa ‘asyura’. Kemudian keluarga dari Jakarta datang dan saya menjamunya, dan saya juga ikut makan. Bagaimana dengan hal saya ini ustadz? Apa saya harus membayar pada hari yang lain sebagaimana halnya puasa Ramadhan? Mohon penjelasannya ustadz.
(0815551xxxx)
Wa’alaikumussalam wr.wb
Sahabatku yang dirahmati Allah .
Puasa ‘Asyura’ merupakan puasa yang lebih utama setelah puasa ramadhan. Sebagaimana hadist Rasulullah saw yang diterima dari Abu Hurairah katanya : “Ditanyakan orang kepada Rasulullah SAW : Sholat manakah yang lebih utama setelah sholat fardhu?“ Nabi menjawab “Yaitu sholat ditengah malam,“ tanya mereka lagi : “Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa ramadhan?“ Nabi menjawab : “Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan muharram,“ (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud)
Sahabatku, adapun membatalkan (berbuka) bagi orang yang berpuasa sunah diperbolehkan, sebagaimana Hadist yang diterima dari Ummu Hani’ra. Katanya : “Rasulullah saw masuk ke rumahku pada hari penaklukan (makkah), maka disajikan minuman, lalu beliau minum, kemudian diberinya pula aku, maka jawabku : “Saya berpuasa”. Sabda Nabi : “Orang yang sedang berpuasa sunnah itu menjadi raja atas dirinya. Jika kau suka, berpuasalah, dan jika tidak maka berbukalah”. (HR. Akhmad Daraquthari dan Baihaqi).
Adapun menggganti puasa sunnah yang dibatalkan pada hari yang lain juga diperkenankan jika dikehendaki. Berdasarkan hadits dari Abu Sa’id al khudri ra. Katanya : “Saya buatkan makanan buat Rasulullah SAW.” Beliaupun datang padaku bersama sahabat-sahabatnya. Tatkala makanan telah dihidangkan, berkatalah salah seorang dari anggota rombongan : “Saya berpuasa” Maka bersabdalah Rasulullah SAW : “Saudaramu telah mengundangmu makan dan berpayah-payah untuk menjamumu,” lalu Sabdanya: “Berbukalah. Berpuasalah nanti satu hari sebagai gantinya, jika kau berkehendak”. (HR. Baihaqi). Wallahua’lam






