Istri Ijin Suami Ketika Berpuasa
DESEMBER 2011
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ustadz, hati saya selalu bertanya mengapa istri harus meminta izin suami kalau akan melakukan puasa, sedangkan suami tidak harus minta izin istri, sepertinya kok tidak adil. Mohon penjelasanya ustadz, semoga Allah selalu melimpahkan Rahmat, taufik dan Hidayahnya kepada kita semua. Amin dan terima kasih. (08523430xxxx)
Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Sahabatku yang terkasih dan dirahmati Allah SWT Abu Bakar As-Shiddiq berkata : “Dinuna mabna bin nuqul, wala bil munasabatil’uqul “ – Agama kami dibangun dan dilaksanakan dengan berdasarkan naqli (wahyu ), bukan berdasarkan sesuai atau tidaknya menurut akal. Kalau ada masalah agama yang sulit dinalar dengan akal, bukan agamanya yang salah tapi akal kita yang belum mampu mencerna maslah agama tersebut.
Sahabatku memang ada keterangan dari Rasullah SAW, bahwa seorang istri dilarang berpuasa sunnah tanpa seizin dari suaminya selama suaminya bersama dengannya. Tidak demikian halnya dengan puasa wajib.
Sebagaimana hadits Rasullah SAW yang bersumber dari Abu Hurairah Nabi bersabda: “ Tidak hallal bagi seorang istri berpuasa sementara suaminya ada bersamanya kecuali dengan izinnya “, ( HR. Bukhari-Muslim ).
Sementara menurut riwayat Ahmad disebutkan : “ Tidaklah seorang istri berpuasa satu hari pun sementara suaminya ada bersamanya kecuali dengan izinnya, selain puasa Ramadhan “ ( Hadits ini dinyatakan hasan oleh Al-Bani )
Menurut Imam Nawawi hadits ini diperuntukan untuk puasa sunnah dan larangan tersebut sampai pada pengharaman. Hal ini dikarenakan seorang suami memiliki hak untuk bersenang-senang dengan istrinya. Demi hak tersebut tidak bisa digugurkan dengan puasa wajib. Ada beberapa hal untuk masalah tersebut diantara hikmahnya ialah :
- Syahwat laki-laki pada umumnya jauh lebih besar dibandingkan dengan syahwat perempuan, sehingga akan terhambat kalau istri melakukan puasa.
- Pada umumnya keinginan untuk melakukan hubungan suami istri ini berasal dari pihak suami. Untuk ini seorang istri meminta izin suami terlebih dahulu sebelum melakukan puasa sunnah saat suami berada bersamanya ( dirumah ). Karena besar kemungkinan keinginan suami muncul saat istri sedang melakukan puasa.
- Hak suami terhadap istrinya satu tingkat lebih tinggi dari pada hak istri terhadap suaminya. Sebagaimana firman Allah SWT “ Dan para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada istrinya “ ( Al’Baqarah 228)
- Tata kehidupan berumah tangga dalam Islam adalah asas yang fitrah dan alami. Suami berjuang dan berusaha sera bertanggung jawab memenuhi kebutuhan rumah tangga. Istri bertanggung jawab mengurus rumah tangga, mendidik anak sehingga terciptanya suasana damai dan tentram. Wallahu a’lam. •






