 |
Sungguh, tak ada sesuatu yang dicipta olehNya itu sia-sia. Seperti daun Beluntas. Meski tanaman ini sering kita jumpai sebagai tanaman pagar atau pembatas, namun pada masyarakat tertentu, sa-ngat suka membuatnya sebagai lalapan, sebagaimana sayur-sayuran hijau lainnya.
Banyak dari kita yang telah mengenal daun ini. Tapi, seperti apa kandungannya dan manfaat lebih jauh dari daun Beluntas ini, berikut informasinya.
|
Anatomi Beluntas
Nama latin dari daun Beluntas adalah Plucheae Indicae Folium. Merupakan tanaman perdu tegak, ber-kayu, bercabang, dengan tinggi bisa mencapai dua meter. Daun tunggal, bulat bentuk telur, ujung runcing, berbulu halus, daun muda berwarna hijau kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat. Panjang daun 3.8 - 6.4 cm. Tumbuh liar di tanah dengan kelembaban tinggi. Di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat, ta-naman ini digunakan sebagai tanaman pagar dan pembatas antar guludan (bedengan) perkebunan. Beberapa daerah di Indonesia menyebut nama beluntas dengan nama berbeda seperti Baluntas (Madura), Luntas (Jawa Tengah), dan Lamutasa’ (Makassar).
Kandungan dan Khasiat
Adanya informasi secara tradisional dari masyarakat yang telah lama memanfaatkan daun beluntas se-bagai salah satu tanaman obat, mendorong para peneliti untuk mengadakan berbagai penelitian guna membuktikan khasiatnya secara ilmiah.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Ardiansyah, mahasiswa Doktoral Laboratorium Nutrisi, Universitas Tohoku, Jepang, daun Beluntas dalam bentuk ekstrak, dapat berguna sebagai anti bakteri. Kandungan alkaloid dan minyak atsirinya dapat mengobati gangguan pencernaan atau keracunan akibat bakteri Escherichia Coli, Salmonella Typhi, Staphylococcus Aureus, dan Bacillus Cereus.
Sedangkan menurut penelitian dari Paini Sri Widayati (2005), daun Beluntas juga mengandung anti oksidan alami yang tidak kalah dengan anti oksidan komersial karena kandungan yang dimilikinya ternyata dapat menggantikan kedudukan TBHQ dan beta-karoten se-bagai antioksidan.
Daun Beluntas Sebagai Obat Tradisional
Sejak lama masyarakat kita memanfaatkan keberadaan daun yang mudah ditemui ini sebagai bahan-bahan dalam obat tradisional. Dipercayai, bisa mengobat-i penyakit keputihan, bau badan, gangguan pencernaan pada anak-anak dan menambah nafsu makan (stomakik), menurunkan panas (diaforetik), Scabies, TBC kelenjar leher (Cervical Tuberculous Lymphadenitis), serta nyeri (antianalgesic) pada rheumatic dan sakit pinggang (lumbago).
Cara pemakaian ; untuk gangguan pencernaan pada anak-anak : 10-15 gr daun dicampurkan pada bubur sa-ring/nasi tim. Pada penderita TBC kelenjar leher : extra batang dan daun Beluntas, extragelatin dari kulit sapi, rumput laut (Laminaria Japonica) di tim sampai lunak, lalu dimakan. Bagi yang mengalami nyeri rheumatic : 15 gr akar Beluntas direbus lalu diminum. Bagi yang bermasalah dengan bau badan, dijadikan lalapan pada saat makan, sedangkan untuk menurunkan panas (peluruh keringat) : daun direbus atau diseduh sebagai teh, lalu diminum. • @n
Dari berbagai sumber
|