Haji Mabrur untuk Semua

NOVEMBER 2011

Setiap orang sangat berkeinginan untuk menginjakkan kaki di tanah haram. Setiap jiwa yang beriman sungguh merindukan melihat ka’bah di Makkah Al Mukarromah. Setiap insan yang beriman pun ingin menyempurnakan rukun Islam yang kelima, apalagi jika sudah memiliki kemampuan harta dan fisik. Ketika keinginan ini tercapai dan telah menempuh ibadah haji, seharusnya seseorang yang melakukannya menjadi lebih baik selepas itu. Seseorang akan menjadi haji yang mabrur ketika ia mampu mengekang hawa nafsunya akan dunia, lebih bersabar atas segala yang menimpa dirinya, dan tentu saja menjadi orang yang lebih mendekatkan dirinya kepada yang Maha Menciptakan hidup.

Haji  yang mabrur tentu menjadi dambaan setiap insan.  Karena sebaik-baik haji adalah haji yang mabrur. Balasannya adalah surga.  Dan tentu saja setiap orang menginginkan kenikmatan luar biasa dari Allah ini.  Belum lagi kebaikan-kebaikan yang kita peroleh jika kita istiqomah dalam menjalankan

ketaatan kepada-Nya dan terus dalam kondisi seperti itu. Dengan begitu, hajinya menjadi titik tolak baginya kepada kebaikan, dan selalu menjadi peringatan untuk memperbaiki jalan hidupnya. Kita memohon kepada Allah supaya memberikan taufiq dan hidayah kepada saudara-saudara kita yang akan menjalankan ibadah yang mulia ini untuk bisa menjalankannya sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya, menjadikan hajinya mabrur, dosa-dosanya diampuni serta memberikan taufiq kepadanya supaya keadaannya lebih baik daripada sebelum berangkat ke tanah suci.

Sekali lagi, yang menilai mabrur tidaknya haji seseorang hanyalah Allah semata. Jika tanda-tanda mabrur ada dalam ibdah haji kita, maka hendaknya kita bersyukur atas taufik yang diberikan Allah. Berharaplah ibadah kita diterima. Adapun jika tanda-tanda itu tidak ada, maka sebagai manusia biasa kita harus mawas diri, memperbaiki amalan agar menjadi manusia yang lebih baik lagi. Tawadhu untuk terus melakukan kebaikan, dermawan dan saling berbagi dengan keberkahan yang diberikan-Nya. Semoga dengan ini, kita semua menjadi haji yang mabrur. Wallahu a’lam bi shawwab. (Lina Setya)

AddThis Social Bookmark Button