OKTOBER 2011
Setiap makhluk ciptaan-Nya wajib disayangi dan diperlakukan dengan baik. Begitu pula dalam hal menyayangi makhluk lain seperti binatang. Mereka pastinya ingin diperlakukan dengan baik. Karena semua pada dasarnya mempunyai hak untuk menikmati hidup dan nanti sama-sama akan kembali pada penciptanya.
Dalam hadits riwayat Bukhari dikatakan, “Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak disayang Alah”. Begitu besar perhatian Tuhan terhadap hubungan antar makhluk-Nya, sampai mereka juga mengatur hubungan manusia dengan binatang agar selalu ada rasa sayang dan keinginan untuk menjaga dan memelihara kelangsungan generasi binatang-binatang tersebut di kemudian hari.
Masih lekat dalam ingatan, bagaimana keistimewaan yang diberikan kepada nabi Sulaiman as. sehingga beliau bisa mendengarkan percakapan binatang. Saat ia dan bala tentaranya hendak melewati lembah semut, seekor semut mengajak semua semut bersembunyi karena takut terinjak, namun nabi Sulaiman yang mendengarnya justru tersenyum dan menahan bala tentaranya sampai para semut masuk ke lubang. Kisah lain seperti Abu Hurairah yang sangat menyukai binatang kucing, dan nabi Muhammad yang juga sangat mengasihi binatang yang ada di sekitarnya sesuai ajaran Islam.