Headline

Memilih Mainan Anak yang Mencerdaskan dan Sesuai S...

MEI 2013 Apa yang akan kita katakan sebagai orang tua ketika kita tahu, Hasan bin Ali ketika masih kecil, ia mempunyai anjing kecil, Abu Umair bin Abu Thalhah mempunyai burung, dan ‘Aisyah mempunyai boneka dimana mereka bermain-main dengan apa-apa yang mereka miliki itu? Jawabannya, “Semua itu merupakan pertanda bahwa Nabi SAW memerhatikan kebutuhan anak kecil akan permainan? Dahulu, kita tahu Nabi SAW saat menyunting ‘Aisyah, ia masih membawa permainan miliknya itu di rumah beliau. Bahkan, ia menyuruh teman-teman perempuan ‘Aisyah masuk ke rumah beliau agar mereka bermain bersama...


Read More...

Menyikapi Mitos dalam Keluarga

MEI 2013 “Anak perempuan kalau makan jangan pernah disisakan. Kalau banyak menyisakan makanan dipiring, nanti kamu punya adik ipar banyak. Kalau ga mau punya adik ipar banyak, makannya harus bersih dong,” ucap seorang ibu pada anak perempuannya. Kata-kata tersebut sudah tidak asing lagi terdengar oleh telinga yang terlontar dari mulut seorang ibu ketika melihat anak perempuannya menyisakan makanan dipiring. Ucapan yang mengandung makna tersendiri, seperti sudah menjadi tradisi tentang mitos-mitos yang berkembang dalam masyarakat. Mitos sendiri merupakan kepercayaan masyarakat yang sudah...


Read More...

Mendidik Anak Sesuai Bakatnya

APRIL 2013 Ketika seorang anak telah lahir, mulai saat itulah pendidikan pada anak diberikan secara lebih intensif. Sebab, pendidikan yang kurang dari kedua orang tuanya dapat membuat anak terpengaruh dengan lingkungannya. Kehidupan telah mengajarkan banyak hal kepada setiap orang tua untuk menjadikan anaknya generasi penerus keturunan dari orang tuanya. Menjadikannya berakhlak baik, berilmu, dan beragama dengan baik. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah mendidik anak sesuai bakatnya. Dengan mendidik anak sesuai bakatnya, ia akan menjalani proses pengajaran itu dengan perasaan nyaman...


Read More...

Melihat Pasangan dari Keunikannya

APRIL 2013 Setiap Pribadi memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki orang lain, dan itulah yang menjadi ciri khas dari manusia. Pun dalam keluarga, setelah menikah banyak pasangan yang mengetahui karakter pasangan masing-masing, entah kelebihannya dan keburukannya, namun hal itu tidak menjadi sebuah masalah jika kita melihatnya dari sisi keunikan masing-masing. Banyak orang yang mencari pasangan berdasarkan kesamaan karakter, karena menyukai hobi yang sama, berasal dari kelompok yang sama. Namun, tidak jarang ada pula sebaliknya, mungkin ada yang memiliki hobi yang berbeda, karakter b...


Read More...

Mendidik Anak Menjadi Kreatif

MARET 2013 Anak yang aktif adalah anak dambaan seluruh orang tua. Pasti terbayangkan betapa menyenangkannya memiliki anak yang aktif dan menggemaskan. Ya, anak yang aktif melakukan sesuatu memang ada saja polah tingkah lakunya dan selalu membuat orang tua tersenyum. Ibu Yani mempunyai anak berumur enam tahun. Ia selalu mengajak anaknya untuk berpikir kreatif tentang segala hal. “Saat bermain balok, biasanya saya sering membiarkan anak bebas membentuk balok-balok itu jadi apa. Saya juga membebaskan anak untuk mengembangkan bakat sesuai hobinya. Kami tak ingin memaksa. Karena jika dipaksa, ...


Read More...
01234

 

Majalan Bulan Ini

 

LagzisPeduli.org

 

Ibadah Anak Mei 2013

Belajar Wujud Syukur, Yuk!


Wah, senangnya jika mendapatkan kejutan. Apalagi kado yang isinya tentu sangat kita harapkan. Nah, saat menerima hadiah dari seseorang harus ucapkan Alhamdulillah dulu, baru terima kasih. Mengapa seperti itu ya? Nah, biar tidak penasaran, kita cari tau bareng-bareng yuk, kenapa harus ucapkan Alhamdulillah dulu, baru terimakasih.

1. Alhamdulillah

Kenapa harus Alhamdulillah dulu? Karena itu sebagai ungkapan rasa syukur kita pada Allah. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang selalu mengerti keinginan kita. Allah memberikan kejutannya kepada kita melalui perantara si pemberi hadiah tersebut. Makanya kita harus mengucapkan syukur kepada Allah atas kado yang Allah titipkan untuk kita.

2. Terima kasih

Setelah mengucapkan Alhamdulillah, baru lanjutkan terima kasih. Jangan terbalik yah! ^^

Terima kasih, baiknya kita ucapkan juga saat menerima hadiah, sebagai ungkapan senang ketika mendapatkan hadiah. Dengan mengucapkan terima kasih, tentunya si pemberi hadiah akan turut merasakan senang juga.

Segala sesuatu semuanya sudah diatur oleh Allah. Bisa saja Allah memberikan kejutan kepada umat-Nya melalui pelantara orang lain, oleh karena itu kita harus bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. ^^ (Mar)

Kutipan

Allah Tempat Bertumpu Semua Makhluk


“Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia’.” (Al-Ikhlas ayat 1-5)

Rezeki, kenikmatan, ujian, cobaan, dan segala sesuatu yang kita alami sudah barang tentu datangnya dari Sang Pencipta, Allah SWT. Atas nikmat kesehatan, nikmat ibadah, dan semua kenikmatan yang kita rasakan selama hidup di muka bumi, patutlah kita syukuri. Begitu pula dengan segala kemalangan, marabahaya, celaka, serta petaka yang menimpa, tak pelak harus kita kembalikan pada Allah SWT.

Ya, tak hanya kesenangan belaka yang patut kita kembalikan padaNya, kesedihan pun memang datangnya dari Allah SWT. Ia bukan tanpa alasan membuat kita bahagia ataupun bersedih. Semua ada maksudnya.

Bagi yang pintar dalam menyikapi semua “pemberianNya”, akan terus meminta kebaikan yang diturunkan serta dalam semua hal yang telah didapat. Di balik rezeki yang didapat, ada ujian yang harus dihadapi. Di balik cobaan yang dihadapi, ada kenikmatan yang menanti.

Bagaimana caranya agar kita mendapatkan ketenangan dari semua kenikmatan maupun dari cobaan? Memohonlah pada Allah SWT, hanya kepada Allah SWT. Tak ada makhluk lain di dunia ini atau di dunia mana pun yang bisa mengabulkan segala doa kita, kecuali Allah SWT. Dia-lah tempat meminta segala sesuatu. Dia memiliki segalanya, segala yang kita butuhkan pun telah Ia simpan, hingga kita memintanya untuk diturunkan. Bukan patung, bukan pohon, bukan pula matahari yang menghidupkan kita. Bukan bos atau pekerjaan yang memberikan rezeki berlimpah pada kita. Semua berasal dari Allah SWT semata.

Jika semuanya berasal dari Sang Maha Pemberi, pantaskah kita memohon dan mengiba pada selain Dia, tempat kita meminta segala sesuatu?

Wallahu ‘alam bishshowab…